103 Ketel  Minyak Kayu Putih Milik  BUMD Buru,Buka Lapangan Pekerjaan Baru Bagi Masyarakat

BURU,N25NEWS.com-Setelah diberilan kepercayaan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buru (Bupati Buru ) untuk mengelola aset daerah seperti minyak kayu putih dan syukur ada sedikit perbaikan tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD),minyak asli Buru ini.

“Dengan adanya gaung minyak kayu putih ini kami dari BUMD bisa meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pekerja-pekerja penyulingan minyak kayu putih yang terkenal sangat berkhasiat ini,”ungkap Direktur BUMD Nusa Gelan Buru,Abdul Karim Sameth,SE,kepada N25NEWS.com,Minggu (4/4).

Menurutnya,para pekerja ini sangat membutuhkan pekerjaan,oleh karena itu pihaknya selaku BUMD memberikan keleluasan pekerjaan yang semaksimal mungkin kepada masyarakat Kabupaten Buru yang memang sangat ingin mengelola minyak kayu putih didaerahnya masing-masing.

Diketahui,ada sekitar 103 ketel yang memang diberikan kepercayaan oleh Bupati Buru selaku pimpinan daerah kepada BUMD untuk mengelola ketel ini sebaik-baiknya.

“Untuk itu kami juga punya tanggung jawab yang besar dari BUMD untuk memaksimalkannya dengan memberikan pekerjaan yang layak kepada masyarakat Kabupaten Buru yang memang profesinya untuk memgelola ketel yang ada di Buru ini,”jelasnya.

Sementara itu,terkait adanya ketelambatan distribusi minyak kayu putih Abdul Karim menjelaskan bahwa jika ada keterlambatan distribusi hanya disebabkan oleh faktor dari alam.

“Jadi,kalau keterlambatan distribusi kita itu seperti hujan yang sangat mempengaruhi pekerjaan minyak kayu putih.Sebab,kalau hujan ya memang daunnya tidak bisa diambil dan proses masaknya juga terhambat,”tuturnya.

Adapun,hal ini yang juga menjadi salah satu kendala dalam proses penyulingan minyak kayu putih.

Sedangkan untuk pasar pihaknya sudah memiliki orner yang memang betul-betul menerima hasil dari pada minyak kayu putih dan syulur, tidak ada masalah untuk distribusi penyulingan minyak kayu putih Buru.

“Untuk itu,Saya berharap sebagai direktur BUMD dalam membenahi minyak kayu putih ini, untuk bagaimana harga monyak kayi putih kita hanya di 1 harga,”harapnya.

Dijelaskannya,kalau ada harga yang memang diluar dari pada pihaknya (BUMD),maka tentu BUMD Buru mengharapkan Pemda Buru untuk membentuk satu peraturan daerah melalui Perda,untuk penegakkan minyak kayu putih hnya satu harga.

Selain itu,ketika disinggung mengenai permintaan minyak kayu putih dimasa pandemi COVID-19,Abdul Karim menandaskan bahwa permintaan minyak kayu putih dimasa pandemi,sungguh luar biasa dan paling banyak permintaan dari luar terkait dengan kondisi corona yang saat ini dialami.

Untuk perbulannya kami hitungnya 3 bulan,dimana minyak kayu putih per bulannya kita hasilkan kalau dari BUMD,untuk jangka 3 bulan bisa mencapai 500 kilogram,”tandasnya.

Editor : Redaksi

Check Also

Polisi Mulai Bongkar Sindikat Kasus Dugaan Penggelapan Uang Di KPU Buru

NAMLEA,N25NEWS.com -Polres Buru mulai melakukan pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan penggelapan uang 50 Juta di …