Breaking News

232 Peserta KSM Rebut 11 Tiket Tingkat Nasional

AMBON,N25NEWS.COM –  Pembukaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi yang diikuti 232 siswa/siswi tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) yang dibuka Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Maluku Fesal Musaad S.Pd, M.Pd di pelataran asrama haji Waiheru Ambon, Rabu(14/8) akan saling merebut 11 tiket KSM tingkat nasional 2019 yang akan berlangsung di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Ditempat yang sama juga dilaksanakan Perkemahan Pramuka Madrasah Daerah (PPMD) yang diikuti 56 siswa madrasah tingkat penggalang dan penegak dari 11 kabupaten/kota di Maluku, paskah persiapan pra tingkat nasional.

Mengawali KSM Kakanwil dalam arahan singkatnya berharap dalam pelaksanaan KSM agar seluruh rangkaian lomba berjalan sukses dan lancar, sehingga nantinya terpilih mengikuti ajang kompetisi Tingkat Nasional Kota Mando Provinsi Sulut pada 15 September 2019 mendatang.

“Semoga kegiatan ini membawah manfaat, keberkahan dan kemaslahatan bagi pembangunan bangsa dan negara khususnya provinsi Maluku tercinta,”ucapnya.

Dalam tema KSM tahun ini” Integrasi Sains dan Islam Menuju Madrasah Hebat dan Martabat” kata Musaad, mengandung pesan nilai dan spirit bahwa madrasah harus menjadi pusat keunggulan Sains dan Islam.

Untuk itu dirinya mengajak kita semua untuk senantiasa mewujudkan madrasah bermartabat melalui  prestasi di bidang Sains dan prestasi di bidang agama Islam. Seraya memberikan apresiasi yang setinggi- tingginya kepada para kepala madrasah yg berhasil mengukir prestasi di madrasah yang dipimpinnya, walaupun ada juga yang belum berhasil.

“ Alhamdulillah belakangan ini  banyak Madrasah mulai menorehkan prestasi di  ajang kompetisi bergengsi baik nasional maupun internasional, tidak hanya dibidang sains dan Islam tapi juga dibidang olahraga,”salutnya.

Ia mencontohkan, dua siswi MAN 1 Ambon Rahmawati Laisouw dan Sukmawati Tanassy yang berhasil dan lolos tingkat nasuional dalam lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Tingkat Provinsi Maluku yang diselenggarakan Kemenhan yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, belum lama ini. Sama halnya siswi MIN 1 Maluku Tengah (Malteng) Eni W Tuhuteru yang juga mewakili Maluku dilomba OSN.

“Ada juga Febi Utami Wulandari Muchtar siswi MTS Al Khairat Ambon peraih 3 medali bronze Ipitex Thailand, Gold Medali leading innovation Award serta mendapat penghargaan inovasi terkemuka dari internasional intellectual property network forum di Jepang, Gold Medali Special Award dari Cina dan Anisa cikal Fathaniah Lestaluhu peraih 3 medali yang juga dari MTs Al Khairat pada (Bronze medali Thailand, Grand Prize dari hongkong, spesial award dari korea, dengan karya ilmiah Guava Natural Skin Cream,”bebernya.

Bahkan ada juga atlet nasional olahraga bola kaki yang juga terlahir dari rahim Madrasah dan juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten, provinsi dan nasional, sehingga prestasinya harus menjadi kebanggan Maluku.

Disamping memiliki prestasi di bidang Sains, siswa madrasah juga rajin sholat dan pandai membaca Alquran. Pendidikan seperti ini yang sangat dirindukan oleh masyarakat terutama masyarakat intelektual untuk mempersiapkan generasi milenial yang akan memasuki era revolusi industri keempat / 4.0 yang serba digitalisasi dan otomasi, dimana peran manusia diganti dengan mesin, belnja online, e banking, media online, e-tol, gojek grab, e tiket, sampai cetak bording pas naik pesawat sudah ditangani oleh mesin bukan lagi manusia.

Baca juga :   Bimas Islam Kemenag Laksanakan Penyusunan Anggaran 2020

“Tugas kita adalah  menyiapkan generasi milenial menjadi angkatan kerja yang kompetitif dan produktif sepanjang era Industri 4.0 tersebut, untuk itu karakter, kompetensi dan literasi menjadi proyeksi  pendidikan hari ini dan masa depan,”ucapnya.

Madrasah selain unggul dibidang sains dan Islam, juga terbukti  menjadi benteng ketahanan NKRI dan keislaman, alhamdulillah saya tidak pernah mendengar siswa madrasah terlibat dlm kekerasan antar pelajar, kenakalan remaja, minuman keras, narkoba, pornografi, pornoaksi, radikalisme dan intoleransi. Ini juga bagian dari prestasi yang membanggakan bangsa, membanggakan kita semua.

Dikatakan, saat ini bangsa Indonesia sedang memasuki persaingan bebas MEA dan global yang kelak pembantu rumah tangga, bisa saja  berasal dari kamboja, sopir dari myanmar.

Oleh karena itu, kita tidak boleh bangga dengan kekayaan alam saja, tetapi harus didukung dgn sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan mumpuni, sehingga karya inovasi siswa perlu terus didorong secara masif  agar para siswa menjadi ilmuan, menjadi insan cerdik cendikia yg bisa menghadapi era revolusi industri 4.0.

“Melalui kompetisi sains ini, saya berharap, agar penyelanggaraan KSM dapat mendorong generasi ilmuwan, menguasai iptek serta  beriman dan bertaqwa. secara berimbang dan proporsional. Dengan demikian kita bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas lulusan madrasah agar kelak mereka menjadi  ilmuan, menjadi ulama, menjadi politisi, pengusaha, penguasa dan lain lain,”harapnya.

Sementara untuk pelaksanaan PPMD dirinya berpesan agar jadikan pramuka sebagai sebuah gerakan yang mampu mendorong karakter generasi muda. Dasa Dharma Pramuka tidak sekedar dibaca pada saat upacara, namun juga diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat.

Pramuka juga didorong mampu menjadi benteng pertahanan bagi virus  ekstrimisme agama, intoleransi, radikalisme, terorisme dan perilaku menyimpang lainnya yg menghambat pendidikan deradikalisasi, moderasi beragama. Dengan harapan perkemahan pramuka harus menjadi ajang  menjalin jaringan dan mempererat ukhuwah Islamiyaah dan ukhuwah wathaniyyah.

“Ingat bahwa provinsi Maluku pernah menjadi tuan rumah PPMN II dan mengukir prestasi rekor muri pada tahun 2016 di pantai liang maluku tengah yang dibuka oleh menag LHS dan ditutup oleh Menko Maritim, Risal Ramli.”ingatnya.

Musaad kembali mengingatkan agar ajang tersebut harus benar-benar dapat mendorong  terwujudnya generasi ilmuan dan cerdik cendikia yang menguasai IPTEK dan Imtaq. Olehnya itu dlm KSM ini tidak saja dikompetisikan soal-soal seperti matematika, biologi, kimia, fisika, ekonomi dan geografi, tetapi juga dilengkapi dgn muatan materi agama Islam. Materi ini yg menjadi pem-beda dari kompetisi lainnya.

Sebelumnya Kabid Pendis Kanwil Kemenag Maluku Yaser Rumadau dalam penjelasan singkatnya mengatakan, KSM dan PPMD tingkat provinsi merupakan wahana ajang antara siswa madrasah diseluruh Indonesia yang diikuti jenjang MI, MTs dan MA se Indonesia secara serentak nasional dilaksanakan dengan menggunakan sistim oneline agar mampu mengembangkan minat dan bakat, dalam bidang sains sehingga menjadi manusia yang mencintai ilmu dan kemajuan serta mampu berkompetisi ditingkat internasional.

About admin

Check Also

Kemenag Maluku Gelar Bimtek Simponi

AMBON,N25NEWS.com –  Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Maluku melalui Bidang Bimais Islam melaksanakan Bimtek …