Jemaat Poka Tetap Ibadah Minggu Di Rumah,Guna Mumutuskan Mata Rantai Covid-19

AMBON,N25NEWS.com-Minggu kedua di bulan Mei ini jemaat Poka tetap melakukan ibadah minggu di rumah masing-masing.Hal itu,dilakukan sebab gereja selalu ada pada garda terdepan untuk mendukung program pemerintah (sosial distencing),guna memutuskan mata rantai penyebaran virus corona.

Dalam ibadah minggu pagi (10/5/2020),Pendeta Ampy Noya pada khotbahnya yang diambil dari Kitab Perjanjian Lama yakni Kejadian 45 ayat 1-15 tentang Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya.Adapun,diketahui saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk membeli makanan karena di daerah mereka terjadi kelaparan.

“Katong di Ambon punya istilah sagu salempeng dipatah dua yang memiliki arti kebesamaan.Selain itu,ada dua sifat manusia yakni baik hati dan iri hati.Katong juga pung budaya makan di meja makan mulai hilang akhirnya budaya orang tua selalu kasih nasehat di meja makan seng ada lai,padahal Covid-19 ini bisa hilang kalau katong bisa barobah lebe bagus,”kata Noya.

Lebih lanjut dalam khotbahnya pendeta Noya,mencontohkan peristiwa  pembunuhan satu keluarga di Tual,dimana peristiwa itu adalah masalah tanah yang sebenarnya mereka adalah adik kakak kandung,namun itulah sifat manusia kalau yang selalu dibumbuhi dengan drama iri hati,sehingga manusia lalu lepas kontrol dan tidak mengandalkan campur tangan Tuhan sebagai pemberi hidup.

Baca juga :   Warga Negeri Tengah-Tengah Sudah Shalat Idul Fitri

“Kadang katong di  Maluku itu,masih iri hati,kadang tagal cengkeh satu pohon hubungan keluarga jadi ambruk,juga tagal tanah sapanggal bikin adik deng kakak pung hubungan rusak.Katong seng bisa pungkiri,itu bisa saja terjadi di kehidupan katong di setiap saat,padahal sebagai anak-anak Tuhan katong sudah melakukan sesuatu yang sebenarnya seng layak di hadapan Tuhan,”ujar Noya.

Adapun,pemerintah akan memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar),maka sudah barang tentu belajar dari pada cerita Yusuf dan saudara-saudaranya,sebagai jemaat yang berhikmat harus mengambil keptusan untuk mengumpulkan makanan di  rumah masing-masing,bahkan kalau ada lahan tanamlah makanan hasil bumi sepert kasbi dan sayur-sayuran,bagi pundi-pundi hidup untuk hari esok seperti yang dilakukan Yusuf pada saudara-saudaranya.

“Untuk itu,mintalah pengampunan dari Tuhan dan diberkati keluarga kita,supaya kita juga menjadi contoh bagi orang lain itulah yang Tuhan inginkan.Jangan kita pikirkan hal yang susah karena Yesus akan memberikan yang terbaik bagi keluarga kita dan jangan sombong sebab orang sombong suatu saat akan bertekuk lutut di hadapan Yesus,”tandas Noya.

Reporter          : Aris Wuarbanaran

Editor              : Redaksi

 

Check Also

Sambut Ramadhan, Kanwil Kemenag Maluku Sosialisasi Panduan Ibadah Saat Wabah Corona Kepada Warga Muslim Kota Ambon

AMBON,N25NEWS.com – Bulan suci ramadhan 1441 H hampir tiba. Umat Islam dipastikan akan menjalani ibadah …