YAB Akan Bentuk Tim,Untuk Melaporkan Pemda KKT Ke Komnas HAM

AMBON,N25NEWS.com-Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Yayasan Anak Bangsa (YAB) 11 Provinsi Wilayah Indonesia Timur,Lamberth Miru mengatakan,peristiwa 21 Agustus 2016 dinyatakan belum selesai karena itu terindikasi pelanggaran HAM terbesar Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar  terhadap YAB.

“Dalam waktu dekat kita akan segera membentuk tim untuk melaporkan persoalan 2016 ke Komnas HAM,agar secepat mungkin persoalan tersebut segera di investigasi,”ungkap Berthy Miru kepada awak media saat konfrensi pers yang berlangsung Sekretariat Yayasan Anak Bangsa di kawasan dusun Siwang desa Urimesing Kecamatan Sirimau Kota Ambon,Rabu (10/3/2021).

Lebih lanjut,Miru menuturkan,peristiwa 2016 merupakan pelanggaran hak-hak asasi masunia yang dilakukan pemerintah,dalam hal ini Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar,Petrus Fatlolon terhadap Yayasan Anak Bangsa,khususnya Ketua YAB,Yosefa Kelbulan yang notabene adalah seorang perempuan yang membawa misi kemanusiaan bagi kesejahteraan masyarakat KKT.

“Sungguh terlalu perlakuan yang dilakukan Bupati KKT terhadap ibu Ketua YAB,dimana skenario yang dilakukan Bupati KKT yang mengkondisikan persoalan pribadi Yosefa Kelbulan untuk digiring ke persoalan YAB,hal itu dilakukan pihak Pemda KKT guna menciptakan opini buruk pada masyarakat KKT bahwa YAB merupakan yayasan illegal,”tutur Berthy Miru.

Selain itu,peristiwa 21 Agustus 2016 tersebut menyisahkan luka bagi YAB,namun juga menjadi presenden buruk bagi masyarakat KKT,bahkan tambah Miru,masih segar diingatannya,dimana Ketua YAB,pada saat itu dalam keadaan sakit,tetapi atas permainan Bupati KKT,Yosefa Kelbulan di tangkap polisi di kediamannya pagi-pagi seperti teroris.

“Ini merupakan pelanggaran HAM terbesar bagi seorang perempuan,saya sangat meyesalkan tindakan aparat kepolisian yang datang menagkap Yosefa Kelbulan kemudian diborgol,bahkan polisi dengan senjata lengkap,rompi anti peluru seperti akan menangkap teroris,”paparnya.

“Oleh karena itu,sekaang kita akan menuntut peristiwa itu ditunjau kembali,sebab bagi kami peristiwa 2016 merupakan pelanggaran HAM terbesar bagi seorang perempuan yang notabene adalah seorang pejuang kemanusiaan,”tegas Miru.

Sementara itu,Ketua Yayasan Anak Bangsa 11 Provinsi Wilayah Indonesia Timur,Yosefa Jenelia Kelbulan,kepada wartawan menegaskan bahwa dirinya sangat kecewa dengan surat yang sudah diedarkan oleh Bupati KKT,Sekda dan Camat.

“Jadi,jujur saya sangat kecewa,oleh karena itu,saya tidak tidak terima dengan tindakan Pemda KKT terhadap YAB dan selaku pimpinan Yayasan Anak Bangsa saya akan melaporkan balik Bupati,Sekda dan Camat KKT,”tegas Srikandi Pejuang Kemanuasiaan ini.

Adapun,Yosefa Kelbulan menandaskan bahwa semua kegiatan yang dilakukan Yayasan Anak Bangsa selama ini tidak pernah tertutup,atau terselubung seperti pencuri,namun semua kegiatan YAB terbuka,olehnya jangan memutarbalikan fakta sehingga masyarakat KKT memnuduh YAB adalah illegal.

“Saya sangat kecewa dengan surat yang beredar dan sungguh keterlaluannya camat mengahruskan surat tersebut di bacakan pada di mimbar-mimbar gereja,ironis memang,apakah politik merambah pada gereja yang otomatis membawa suara kenabian ?.Kalau benar-benar YAB ini sudah tidak jelas kenapa Bupati tidak langsung ke Gubernur Maluku,tapi seakan-akan mau menjelekan nama baik YAB di KKT,”tegasnya.

Oleh karena itu,dirinya berharap Bupati,Sekda dan Camat KKT,jangan lagi membawa-bawa nama baik YAB di KKT,dirnya tegaskan,jikalau permasalahan di KKT mereka (Bupati,Sekda dan Camat) seharusnya berkoordinasi dengan dirinya selakau pimpinan Yayasan Anak Bangsa,bukan malah membuat kegaduhan di masyarakat dengan surat yang segaja direkayasa.

“Untuk itu saya tegaskan pembagian untuk kompensasi buat 350 dan pembagian Rp 15 juta,mohon maaf Bupati,Sekda dan Camat,saya akan bagi cuma di satu desa yaitu desa Atubul Raya desa saya sendiri yang lainnya saya batal semua,”tandas Kelbulan.

Reporter   : Aris Wuarbanarabn

Editor       : Redaksi

Check Also

Bersama Pengurus DPC PDI-P Buru “MDR” Membagi Bensin Gratis Untuk 500 Ojek

NAMLEA,N25NEWS.com  – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ke -48 yang …