Breaking News

400 Juta Modal BUMDes Kaibobu Mubasir, Kakisina Akan Laporkan Ke Polres SBB & Kejaksaan

PIRU,N25NEWS.COM – Pengunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa(DD) Negeri Kaibobu,Kecamatan Seram Barat, Kabupaten SBB dinilai salah sasaran pasalnya tidak memberikan manfaat bagi pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat tetapi malah mubasir.

Contohnya salah satu item program Dana Desa Negeri Kaibobu yakni Pengadaan Badan Usaha Milik Desa(BUMDes), yang menggunakan Anggaran ADD sebesar Rp.400.000.000 namun setelah satu tahun berjalan program tersebut mandek.

Salah satu Mahasiswa Fakultas Pertanian Unpatti asal Kaibobu, Mario Kakisina menilai pembentukan BUMDes tersebut janggal dan sarat rekayasa, karena pengurus dan Direktur BUMDes itu tidak memiliki besik ilmu mengelola keuangan dan manajemen bisnis untuk mengelola perusahaan.

Selain itu Kakisina yang ditemui di Piru Minggu, (28/4-2019) juga menilai Pihak Pemdes Kaibobu lalai karena tidak mengantisipasi persoalan tersebut yakni dengan melakukan pelatihan pengeloaan keuangan dan manajemen usaha, alhasil alih-alih BUMDes tersebut meraup keuntungan, tetapi yang terjadi malah menggerus uang rakyat.

Parahnya lagi, setelah penggelontoran modal sebesar Rp 400.000.000 tersebut tidak diketahui keuntungannya, Pemdes kemudian malah menggelontorkan lagi dana sejumlah Rp 100 juta lebih.

Bahkan semrautnya persoalan BUMDes Kaibobu, dinilai Kakisina makin pelik, karena hingga saat ini aktifitas nyata dari usaha BUMdes itu tidak tampak di tengah-tengah Masyarakat Kaubobu.
Karena banyaknya kejanggalan dari penggunaan Anggaran Dana Desa(ADD) maupun Dana Desa (DD)tersebut, maka Kakisina dalam waktu dekat akan melaporkan ke pihak yang berwewenang yakni Polres SBB, Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Maluku, Seksi Pidsus Kejaksaan Negeri Dataran Honipupu untuk segera malakukan investigasi dan mengaudit Pelanggaran pengelolaan Dana ADD maupun DD Negeri Kaibobu sejak Tahun 2015-2018.

Pasalnya banyak item proyek pembagunan di Negeri yang berlokasi di Kecamatan Seram Barat itu yang tidak tepat sasaran, misalnya pembuatan tempat Pembuangan Sampah dan pembangunan Kandang Babi yang mubasir karena tidak digunakan hingga kini serta Pembangunan pagar kantor Desa yang belum tuntas.

Menurut Kakisina, sejumlah program yang mubasir itu, tidak membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Negeri Kaibobu.

Reporter : Nicko  Kastanja

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

LAMI Maluku Tantang Kejati Usut Kejahatan BWS

AMBON,N25NEWS.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku ditantang usut dugaan kejahatan dan tindakan yang merugikan …