50 juta Hilang Di Meja Sekretaris KPU Buru,Jaksa Di Minta Turun Tangan

NAMLEA,N25NEWS.com – Kehilangan uang 50 juta di kantor KPUD Kabupaten Buru pada pekan kemarin menimbulkan banyak teka teki. Kabarnya uang sebanyak itu hilang diruangan Sekertaris KPU Aziz Fasainrei namun kabar itu hilang ditelan bumi.

Dalam penelusuran wartawan pada senin pekan lalu dikantor KPU menemukan sejumlah keterangan dari berbagai sumber terpercaya, salah satu sumber mengakui benar adanya kehilangan uang pada tanggal 10 april 2019 di kantor KPU.

Dia juga menggambarkan kronologinya, sekira Pukul 09.20 WIT Rabu Pagi, bendahara KPU memberikan sejumlah uang kegiatan bimtek KPPS kepda salah satu staf untuk di bawakan ke ruangan komisoner devisi teknis KPU Faisal Mamulaty saat tiba di ruang kerjanya FM tidak berada di tempat kemudian uang itu langsung mau di kembalikan ke ruangan bendahara tapi sayangnya staf itu ditemui Sekertaris KPU dan Sekertaris memerintah staf itu untuk membawakan uang tersebut keruangannya tanpa banyak tanya staf itu langsung menuju ruangan sekertaris kemudian meletakan uang itu di bawa meja sekertaris (Aziz Fasainrei) staf itu langsung keluar dari ruangan itu.

Menurutnya uang itu sebelum menuju ke ruangan devisi teknis beberapa orang staf bersama bendahara KPU sama-sama menghitung jumlah kebanyakan uang yang diserahkan, uang itu sebanyak Rp 300 juta

Namun pada pukul 14.30 WIT Rabu Siang, Sekertaris KPU Aziz Fasainrei Mengembalikan uang itu melalui salah satu stafnya ke ruangan bendahara, kemudian bendahara bersama staf itu menghitung ulang dan ternyata tinggal Rp 250 juta sudah berkurang Rp 50 juta. Sontak saat itu terjadi tegang dalam kantor KPU, bendahara yang tak terima baik dengan kehilangan uang sebanyak itu langsung meminta untuk dibuat laporan polisi karna ini uang negara, Tetapi usulan itu tidak di hiraukan oleh sekertaris KPUD,” terang sumber.

Mintahnya, uang itu harus secepatnya diusut tuntas oleh pihak aparat penegak hukum kepolisian Polres P Buru dan Kejaksaan Negri Namlea biar ada efek jera kepada pelaku mafia uang negara dikantor KPU karna masalah ini sudah sering terjadi di kantor KPU Buru dengan modus yang berbeda-beda jangan sampai momentum pilkada yang akan di selenggarakan tahun berikut kita di perhadapakan dengan masalah hukum akibat dari kerja-kerja seperti ini.

Sekertaris KPU yang berkali-kali di hubungi media ini Selasa pagi melalui Chat Whatsaap dan via selulernya tidak juga merespon meskipun sudah terbaca Chating di Whatsaap ponsel miliknya.

Tepat puku 14.15 WIT sekertaris KPU Aziz Fasainrei, baru bisa membalas telp dari wartawan, saat dikonfirmasi terkait kehilangan uang pada 10 April 2019 Rabu kemarin. Dia pun membenarkan.

Polimik ini terus menerus bergilir di kantor kpu kabupaten buru dan para pegawai saling tuduh, terakhir beberapa waktu lalu meledak dalam rapat bersama seluruh pegawai di aula kantor kpu kabupaten buru.

Sontak saja para pegawai ingin supaya persoalan ini harus di selesaikan oleh penegak hukum agar dapat mengetahui duduk persoalannya. Darimana uang tersebut berasal, siapa yang membawahnya dan untuk maksud apa uang tersebut bisa sampai ke ruangan Sekretaris.

“Benar sudaraku kalau uang Rp 50 juta rupiah itu hilang tetapi kami sudah selesaikan melalui rapat pleno internal KPU. Uang itu juga hilang sudah lama dan sudara tahu informasi dari sapa,”Ucap Fasainrei

Meskipun sudah mengakui kehilangan uang Rp 50 juta tetapi Sekertaris saat di temui sejumlah awak media di ruangannya kembali berdalil kalau uang itu sapa yang hitung “Uang itu sapa yang hitung dan sapa yang tau kebanyakan uang itu” bahkan ia meminta untuk tanyakan langsung ke bendahara

Bendahara KPU Buru Rahma Helut, yang ditemui di Jalan BTN SMA Namlea pada Sabtu siang sempat bungkam dalam masalah ini tetapi kemudian Helut mengakui benar adanya kehilangan uang “Uang itu hilang saat mau kegiatan bimtek KPPS,”Akui Helut.

Check Also

PMII Tidak Ada Faksi Timur Yang Ada Hanya Nusantara, Mari Kita Legowo Untuk Gus Abe

Namlea,N25NEWS.com -Kongres XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sudah selesai. Muhammad Abdullah Syukri terpilih sebagai …