Home / Ekonomi / Ada Dua Alasan Maskapai Naikan Harga Tiket Pesawat

Ada Dua Alasan Maskapai Naikan Harga Tiket Pesawat

AMBON,N25NEWS.COM – Dampak kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi akhir-akhir cukup siginifikan sehingga membuat masyarakat bertanya apa penyebabnya, hal itu disebabkan ada dua alasan kenapa maskapai menaikan harga tiket.

Dimana berdasarkan hasil rapat koordinasi daerah (rakorda) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang diikutil oleh seluruh Kabupaten/kota seMaluku menyebutkan, bahwa alsan pertama maskapai menaikan harga tiket peswat disebabkan kondisi musiman lantaran mendekati hari Natal

Bahkan kenaikannya sudah terjadi sejak dilaksanakan kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I yang dilaksanakan di Kota Ambon Oktober bulan kemarin yang jumlahnya ribuan peserta.

Alasan kedua disebabkan  terjadi pengurangan jadwal penerbangan oleh beberapa maskapai penerbangan. Contohnya ada penerbangan yang memiliki jadwal berangkat sore tapi ditiadakan dengan alasan maskapai hanya untuk efisiensi biaya operasional.

“Dari hasil rakorda TPID kami mendapat informasi dari Dinas Perhubungan, kalau kenaikan harga tiket disebabkan ada dua hal yang pertama akibat memasuki Natal dan Tahun Baru dan ini sudah terlihat sejak Pesparani dan alasan kedua akibat adanya kesepakatan para maskapai untuk menurunkam atau memperkecil volume  penerbangan, sehingga semua itu menyebabkan naiknya harga tiket pesawat,”tandas Kepala Tim Atfisori dan Pengembangan ekonomi Bank Indonesia (BI) Maluku  Andi Setyo Biwado dalam konfrensi Perss dengan agenda penyampaian BI akan melakukan pertemuan tahunan di ruang rapat Kantor Perwakilan BI Maluku,Senin(3/12)

Terkait dengan pengurangan volume atau jadwal keberangkatan kata Andi sesuai penjelasan pihak maskapai,  bahwa  dari  sisi bisnis kalau penerbangan tetap disesuikan dengan jadwal keberangkatan dan tetap dipaksakan, maka tidak ada keuntungan yang dicapai pihak maskpai tetapi merugi sehingga ada maskapai yang memberlakukan pengurangan jadwal penerbangan.

“Jadi dari sisi bisnis maskapai perlu ada pengurangan, karena tidak mengutungkan bagi mereka, sehingga dampaknya bagi masyarakar yang ingin berpergian sesuai jadwal yang ada terpaksa harus berpindah kejadwal yang lain namun sudah penuh

Karena banyaknya permintaan sementara suplay hanya terbatas akibatnya harga tiket pasti akan naik,”jelasnya.

Dikatakan, semestinya harga tiket itu sudah harus turun setelah Pesparani Katolik selesai,  namun seiring dengan dekatnya waktu Natal dan Tahu Baru harga tiket itu tetap masih pada kondisi tidak turun.

Oleh sebab itu dalam hasil rakorda TPID telah ada.kesepakatan bersama, bahwa harga tiket ini bisa menyebabkan terjadinya kenaikan inflasi secara umum, sehingga kesimpulan yang diambil TPID Maluku akan mengirim surat ke Dinas Perhubungan selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak maskapai, sehingga kalau ada kenaikan harus bisa dalam kondisi kewajaran sehingga tidak terlalu berdampak ke masyarakat yang menggunakan pesawat.

Sebelumnya hal yang sama juga disampaikan Kepala Perwakilan BI Maluku Bambang Pramasudi bahwa, hasil rakorda TPID telah mengeluarkan rekomendasi yang meminta pihak dinas terkait untuk bisa berkoodinasi dengan pihak maskapai, kalau harga tiket tidak bisa diturunkan maka harus bisa ditamnah frekueinsi penerbangan sehingga dengan harapan harga tiket dengan sendirinya bisa akan turun.

“Jadi sekarang ini yang kita perjuangkan dengan TPID maskapai bisa menambah volume penerbangan agar tiiket bisa turun,”harapnya.

 

Penulis   :  Gali M

About admin

Check Also

Penghargaan Bank Indonesia Award Diterima oleh 13 Mitra

AMBON,N25NEWS.COM  – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI)  Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi secara resmi menyarahkan …