Breaking News
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Farida Salampessy

Adanya 12 Jenis Ancaman Bencana,Salampessy Sebut Maluku Laboratorium Bencana

AMBON,N25NEWS.COM – Provinsi Maluku berdasarkan kajian risiko bencana,maka dapat dikatakan bahwa Maluku sebagai Laboratorium Bencana di Indonesia.

Hal ini di sampaikan Pelaksana  Tugas Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi  Maluku  Farida Salampessy dalam sambutannya di acara deklarasi “Jaga Alam Dan Penanaman Pohon ”yang di lakukan oleh 100 siswa-siswi SMP Negeri 4 Leihitu Barat,50 dari Kominitas perempuan wadah Pelayanan Perempuan Jemaat GPM Hatu dan 50 dari perwakilan masyarakat di Desa Hattu Kecamatan leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah selasa (/04/2019).

Kenapa Maluku di katakan sebagai laboratorium bencana di Indonesia,kata Salampessy karena terdapat 12 jenis ancaman bencana yang berpotensi terjadi di Provinsi Maluku yakni banjir,banjir bandang gelombang extrim dan abrasi,gempa bumi,kekeringan ,epidemik dan wabah penyakit,letusan gunung api,cuaca extrim dan tanah lonsor,sunami,kebakaran hutan dan lahan dan kegagalan teknologi.

Menyadari ancam bencana yang ada di sekitar kita maka Salampessy mengatakan bahwa pihaknya sudah sepatutnya melaksanakan penanggulangan bencana yang efektif pada tahapan pra bencana ,tanggap darurat dan pasca bencana dalam hal ini peran Pemerintah Daerah sangat di harapkan dapat menjawab permasalahan kebencanaan ini.

“Untuk itu jelas dalam UUD 45 telah memberikan penegasan bahwa Pemerintah pada semua level Pemerintahan sesuai amanat alenia ke-4 UUD 1945,berkewajiban melindungi masyarakatnya dari berbagai ancaman,baik ancaman yang datang dari luar negeri maupun ancaman yang datang dari dalam negeri karena faktor manusia maupun alam termasuk di dalamnya karena ancaman bencana alam,”ungkapnya.

Baca juga :   PN Ambon Sita Eksekusi Terhadap 21 Aset Unidar Di Tulehu Yang Di Kelolah Yayasan Pendidikan Darussalam

Untuk itu kata Salampessy lagi,Pemerintah Provinsi Maluku melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Maluku dalam konteks penaggulangan bencana telah berusaha untuk menjawab permasalahan-pemaarsalahn yang ada terutama dalam pendampingan terhadap masyarakat meskipun di sadari sungguh terdapat banyak kendala yang di temui.

Dalam tahun anggaran 2019 ini tambahnya,BPBD Provinsi Maluku memberikan pendampingan terhadap 4 Kabupaten /Kota dalam rangkah menyambut hari kesiapsiagaan bencana yaitu Kabupaten Buru,Kabupaten Seram Bagian Barat,Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Maluku Barat Daya,Dengan total sasaran 1600 orang dari siswa-siswi dan komunitas perempuan.

“Khusus untuk kabupaten Maluku Tengah,2 tahun berturut-turut ini kami melaksanakan pendampingan berupa edukasi bencana dan pelatihan evakuasi mandiri yang di laksanakan di pulau Seram dan tahun 2019 ini,untuk wilayah Maluku Tengah yang ada di pulau Ambon yang bertempat di Desa Hatu,Seith dan Hila,”tandasnya.

Iapun berharap ada keseriusan dari Pemerintah Kabupaten untuk melakukan  edukasi bencana untuk  masing-masing daerah.

Selain itu ungkap Salampessy mengungkapkan  bahwa deklarasi hari ini merepakan suatu inisiatif tekad pihaknya dalam hali ini BPBD Provinsi Maluku yang  peduli dengan alam dam mulai saat ini juga berkomitmen mengkampanyekan penggurangan  pemakaian plastik yang dapat menyumbangkan sampah plastik di lingkungan masing-masing.

Editor : Redaksi

 

About admin

Check Also

Gebernur Maluku,Pemerintah Targetkan Tahun 2025 Sampah Plastik Berkurang 75 Persen

AMBON,N25NEWS.com-Gubernur Maluku,Irjen Pol.Drs.Murad Ismail mengatakan pemerintah melalui Dirjen Perhubungan Laut telah menargetkan di tahun 2025 …