Akibat Covid-19 2 Wisatawan Asal Amerika Manfaatkan Home Industri Ukulele Bamboo Untuk Melihat Kekayaan Budaya Di Kota Ambon

AMBON,N25NEWS.com – Mewabahnya Covid-19 di Provinsi Maluku khususnya Kota Ambon bukan saja di rasakan masyarakat setempat namun para turis yang lagi berkunjung ke Ambon beberapa bulan kemarin.

Akibat mewabahnya virus tersebut membuat 2 wisatawan asal Amerika sudah 3 bulan hanya tinggal di atas Yacht di dalam teluk Ambon dan tidak bisa kemana-mana.

Mereka lalu menikmati kekayaan budaya Dab Hospitality dari Warga Amahusu dan menikmati musik ukulele dari AUKC dan Tifa totobuang dari Sanggar Booyratan serta menikmati belajar buat sagu gula di desa Amahusu.
Hal ini di ungkapkan Nicho Tulalessy dalam perbincangan dengan Tim N25NEWS.com saat di Desa Wayame 30 Juli 2020.

Selain itu lanjut Tulalessy mereka juga mengunjungi home industry ukulele bamboo milik Egy Picanussa di desa Wayame.

“Mereka melihat musik bamboo dari Ukulele yaitu bamboo 3 dengan berbagai model dan juga Biola dari Bamboo serta alat musik lainnya,”jelas Nicho.

Sehingga dengan begitu ,home indutri ukulele bamboo akan menjadi tujuan wisata di kita music,hal ini kuga sesuai dengan janjinya saat Launching kami sudah berjanji akan jadikan karya ini sebagai tujuan wisata yang bisa juga menghasilkan peningkatan ekonomi.

“Tadi terlihat bung Egy terus menciptakan beberapa Inovasi pada bentuk dan bunyi ukulele bamboo.”ujar Nicho Tulalessy pendiri dan pelatih Amboina Ukulele Kids Communuty.

Selain itu kata Tulalessy,Warga Amerika ini juga di perbolehkan belajar membuat ukulele dan Godi Bunyi dari bamboo,mereka cukup senang karena bisa lihat objek wisata budaya kita.

“Kita tahu bahwa kota Ambon punya objek wisata yang tudak banyak di bandingkan Maluku Tengah dan Kei,sehingga karya masyatakat ini kita promosikan Untuk menjadi objek wisata,”tambahnya.

Apalagi kata Tulalessy, Ambon sebagai kota musik,kita perbanyak objek wisata musik,seperti Amboina Ukulele kids dan Hapiong Ukulele yang pusatnya di Amahusu,Bamboo Okestra di Tuni, Tahuri di Hutumiri, ini adalah kekayaan2 budaya yang kita punya.
“Kita juga akan mendorong lagi basudara yang membuat ukulele dari Tempurung kelapa,sehingga makin banyak souvenir musik yang bisa di beli oleh wisatawan,”jelasnya lagi.

Ke depan tambahnya lagi,pihaknya akan bikin model kunjungan wisata ke tempat Egy Picanussa,sehingga wisatawan belajar bikin musiknya dan mereka bayar music, itu untuk di bawa pulang,ini cara kita gerakan Ekonomi kreatif di kota Ambon.

Hal Ini juga kata Tulalessy merupakan planning dirinya kedepan yang merupakan peserta Terbaik Australia Awards tahun 2019,STA Sustanaible Tourism.

“Jadi kita bikin yang menarik dan unik sehingga wisatawan tertarik untuk visit Ambon,.kita bikin mereka cinta Ambon dengan konsep Relationship tourism,ini akan membuat pariwisata kita di kota bisa Sustanaible,”tegas Nicho Tulalessy mengakhiri perbincangannya.

Editor : Redaksi

Check Also

AMO Di Tengah Mewabahnya Pandemi Covid-19

AMBON,N25NEWS.com-Ambon Musik Office (AMO) dibentuk lewat SK Walikota dalam upaya menyusun strategi dan implementasi Ambon …