Breaking News

Akibat Hutang Sekretaris, RAT TKBM Pelabuhan Ambon Gagal

AMBON,N25NEWS.COM – Cuma lantaran membahas hutang Sekretaris yang tidak seberapa besarnya, mengakibatkan forum Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke- XXIX Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) pelabuhan Ambon 2018 mengalami kegagalan.

RAT dengan sorotan tema” Dengan RAT ke XXIX Koprasi TKBM Pelabuhan Ambon Tahun 2018 Kita Sukseskam Program Tol Laut Guna Mempermudah Proses Ditribusi Barang Ke Seluruh Pelosok Indonesia” ini berlangsung di Gedung Ashari Alfatah,Rabu(6/3) dibawa pengawalan ketat aparat kepolisian.

Pantauan N25NEWS.COM di lokasi awalnya berjalan lancar, namum setelah masin-masing bidang, baik umum, keuangan dan badan pengawas menyampaikan laporan pertanggungjawaban, perdebatan melalui nampak memanas dari beberapa anggota koperasi TKBM sendiri.
Bahkan yang lebih parah lagi saat penyampaian besar jumlah Sisa Hasil Usaha (SHU) yang menjadi hak anggota hanya diberikan sebesar Rp 4 juta untuk setiap masing-masing anggota.
Dimana jumlah yang diberikan pihak TKBM kepada anggota dianggap terlalu kecil dari yang seharusnya sebesar Rp 6 juta.

Alahasil dari tanggapan salah satu anggota yang disampaikan dalam RAT yang dipimpin Ketua TKBM beserta staf pengurus lainnya menuding, bahwa penetapan besar SHU yang dinilai terlalau kecil akibat masih adanya hutang Sekretaris yang belum dilunasi.
Dari tanggapan tersebut akhirnya mulai terlihat kegaduhan dalam ruangan RAT sehingga akhirnya RAT yang direncanakan akan berlangsung hingga pukul 18.30 WIT
aman dan lancar menjadi gagal dipertengahan jalan.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris TKBM Pelabuhan Ambon M Saleh Sutrean mengatakan, RAT yang dilakukan sudah sesuia dengan tuntunan UU dalam karena waktu satu tahun sekali.
Namun didalam proses RAT berlangsung saat pembacaan laporan pertanggungjawaban dari masing-masing bidang, sudah timbul pertanyaan yang terkait dengan hutang pribadi dari M Saleh S selaku sekretaris.

“Akibat hutang itu, seakan-akan hutang itu yang menghambat mereka punya hak SHU yang jumlahnya hanya sebesar Rp 4 juta, karena yang mereka tuntut harusnya sebesar Rp 6 juta,”jelasnya.
Sementara dalam laporan pembukuan keungan mentok diangka Rp 4 juta, bahkan ditahun sebelumnya juga sebesar sama dengan tahun ini.
Akan tetapi ada serangan dari salah satu anggota yang menanyakan piutang tersebut yang seharusnya tidak perlu dibahas dalam RAT tersebut, tetapi menjadi tanggung jawab pembahasan dalam internal.

“Dari situ sudah mulai ramai, mereka tidak mau menerima kalau cuma Rp 4 juta, harus Rp 6 juta dan sekretaris harus buka hutangnya, makanya lewat kesempatan itu beta buktikan, kalau memang benar beta ada utang yang kalau dibilang itu sudah lunas, namun anehya ketika saya minta bukti penyetoran tiap bulan ifu bendahara tidak berikan,”paparnya.

Demi baik dirinya, M Saleh S akan melaporkan pencemaran nama baiknya kepihak kepolisian untuk melakukan pemanggilan atas tuduhan yang disampaikan.

Bukan hanya itu hasil laporan pertanggung jawaban tahun juga yang menurutnya ada kejanggalan sejak beberapa tahun berjalan juga akan disampaikan ke kepihak Kejaksaan untuk dilakukan pemeriksaan atas penggunaan anggaran TKBM yang dianggap tidak jelas sesuai dengan AD/RT koperasi TKBM Ambon. Termasuk mengaudit para Mandor atas upah yang diterima dengan proses pemabagian ke anggotanya.

Reporter : Gali M

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Kejati Maluku Diminta Usut Dugaan Korupsi ADD Dan DD Desa Taniwel

AMBON,N25NEWS.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku diminta untuk mengusut penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi …