Home / Opini / sejarah & Legenda / Aksi Kocak Sang Letnan Ala Pembantu’ 80

Aksi Kocak Sang Letnan Ala Pembantu’ 80

N25NEWS.COM – Banyak kisah menarik seputar Serangan Umum 1 Maret 1949. Salah satunya kisah Kocak dibalik Keberanian Komaruddin, sang Letnan bergaya Ala Pembantu Pasukan Biasa.

Kisahnya Mulai menjadi Hiburan melalui sebuah film penyelematan Sang Jenderal Besar Bintang Lima, Soeharto tak lain ialah ‘ Janur Kuning’ .

Dalam Kisah Aslinya, Pemilik Nama Asli Kameilin Tanifut alias Letnan Komaruddin, Anak Daerah Asli Key, Maluku Tenggara disebutkan berjasa dalam penyelematan Jenderal bintang ini hanya karena Komaruddin Salah menarget Tanggal Perang.

Jelanggan Umum, Komandan Wehrkreise III Yogyakarta, diketahui masa wilayahnya dikuasai oleh Belanda telah dikepung. Soeharto sudah membagi pasukannya dengan cermat.

Soeharto ingin menunjukkan kekuatan TNI masih ada dan bisa melakukan penyerangan di Kota Yogyakarta pada siang hari. Ini penting untuk menepis propaganda yang menyebut TNI sudah bubar waktu Yogyakarta diserang tanggal 19 Desember 1948 Silam.

Persiapan dilakukan dengan sangat rahasia dan hati-hati. Dan Seluruh pasukan sudah diberi tahu waktu penyerangan jam 06.00 WIB, 1 Maret 1949. Begitu sirine tanda jam malam berakhir, saat itulah tembakan dilepaskan.

Nah, tiba-tiba tepat ditanggal 28 Februari 1949, begitu sirine berbunyi, tembakan gencar terdengar. Dan Komaruddin memimpin seksinya menyerang Belanda dari arah Selatan. Belanda pun balas menembak.

Apa yang terjadi selanjutnya, ?? Baku tembak antara pasukan TNI dan Belanda tak terhindarkan.

Soal keberanian memang Komaruddin tak ada tandingan. Katanya, Letnan Komarudin itu tahan peluru, sehingga cuek saja maju menerobos berondongan peluru Belanda.

Saat perang yang tak terhindarkan, Celaka!!! Rupanya Komaruddin salah tanggal. Dia mengira sudah tanggal 1 Maret, padahal baru tanggal 28 Februari.

“Waktu sirene akhir jam malam berbunyi tanggal 28 Februari 1949 pagi, kami dikejutkan oleh bunyi ledakan dan tembakan yang cukup gencar. Mana pula tidak terkejut, sebab telah saya tetapkan serangan itu akan kita lakukan pada tanggal 1 Maret pagi, pada waktu sirene akhir jam malam. Ternyata Letnan Komarudin telah salah hitung,” kataSoeharto dalam biografi Soeharto.

Soeharto pun segera mengirim utusan agar serangan itu segera dihentikan. Dia takut serangan Komaruddin akan membuka rahasia Serangan Umum 1 Maret.

“Yang saya khawatirkan pada waktu itu ialah pembalasan tentara Belanda terhadap rakyat di kota. Mungkin sekali musuh kita akan mengadakan pembersihan dan lantas rakyat yang tidak berdosa ditembaki,” kata Soeharto .

Untungnya hal itu tidak terjadi. Belanda malah lengah karena mengira serangan besar yang akan dilakukan TNI itu adalah serangan yang dilakukan Letnan Komaruddin.

Dalam film ‘Janur Kuning’, sosok Komaruddin diperankan oleh aktor Amak Baldjun. Bahkan Jenderal Soedirman pun ingin tertawa mendengar kisah Letnan Komaruddin.

Salah satu adegan film itu menggambarkan Jenderal Soedirman menginspeksi pasukan. Di sana Soedirman melihat Komaruddin.

Soedirman memeluk Komaruddin. Sementara bibir sang Letnan bergetar menahan tangis haru.

“Tidak semua kesalahan berakibat buruk,” kata Soedirman memeluk Komaruddin yang berbaret hitam.

“Maaf pak saya salah menghitung hari,” jawab Komaruddin terbata-bata.

“Tidak jangan terulang lagi setiap prajurit sejati selalu memegang teguh sumpahnya.”

“Baik pak saya berjanji,” balas Komaruddin.

Nasib Komaruddin setelah penyerahan kedaulatan tak begitu jelas. Ada yang menuding Komarudin terlibat pemberontakan Darul Islam pimpinan Amir Fatah. Namun setelah diselidiki, dia tak terlibat. Namanya pun direhabilitasi. Tapi rupanya Komaruddin sudah terlanjur kecewa. Ada yang bilang, Dia meninggal dalam kekecewaan akan tetapi sumber lainnya mengatakan dia kembali ke negeri Asalnya, Kepulauan Key Kecil Maluku Tenggara.

Dipadu berdasarkan cerita Oleh Vigel Pemilaun Faubun dan Media Merdeka.com ( Amy Latuny)

 

About admin

Check Also

Sejarah Marga Wuarlela

N25NEWS.COM-Dahulu kala moyang marga Wuarlela ini berasal dari Pulau Maktian.Ada tiga orang adik kakak kandung,tetapi …