Breaking News

Alat Berat Rusak, Hambat Proses Eksekusi Bangunan UD Amin

AMBON,N25NEWS.COM – Proses eksekusi lahan yang didalamnya terdapat bangunan UD Amin milik Hj Nurdin Fatah, di Jalan Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon

Awalanya diperkirakan akan berjalan dengan mulus, namun kenyataan mengalami hambatan lantaran alat berat jenis Ekskavator mengalami ganguan (rusak).

Meskipun demikian proses eksekusi tetap akan berjalan sesuai perintah eksekusi dari Pengedalian Negeri (PN) Ambon, setelah dilakukam proses perbaikan Ekskavator tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun N25NEWS.COM dilokasi eksekusi. Rabu(17/7) dari beberapa sumber di TKP menyebutkan, alat berat yang akan melakukan eksekusi awalnya telah tiba, Rabu siang sekira pukul 13.00 WIT di lokasi lahan yang ditempati UD Amin.

Namun beberapa saat kemudian setelah terjadi adu mulut antara Ketua Saniri Negeri Batu Merah, Salem Tahalua, dan tim eksekusi dari PN Ambon yang dipimpin petugas juru sita Kantor PN Ambon, Noce Leasa, saat hendak dilakukan eksekusi tiba-tiba salah satu komponwn alat Ekskavator mengalami kerusakan.

Dari lokasi nampak juga terlihat puluhan aparat keamanan, baik dari pihak kepolisian maupun TNI tetap terlihat berjaga-jaga diareal lahan yang akan di eksekusi.

Seperti yang dijelaskan juru sita Kantor PN Ambon, Noce Leasa yang dikonfirmasi N25NEWS.COM dilokasi menjelaskan, bahwa  lahan yang akan dieksekusi PN Ambon ini memiliki luas 5.727 m² serta memiliki batas dengan tanah negara baik pada arah utara, selatan, barat dan timur.

Baca juga :   Buka Kegiatan Advokasi Program KKBPK,Plt Kepala BKKBN Perwakilan Maluku Minta IBI Se-Maluku,LSM,TNI Dan Jurnalis Perbanyak Dan Tingkatkan Advokasi Program KKBPK

Dimana, eksekusi dimaksud sesuai keputusan Mahkamah Agung RI atas permohonan gugatan oleh Marten Hentiana.

Eksekusi dimaksud dilaksanakan karena pihak tergugat, Nurdin Nurlete,SE (44) dan Hj Nurdin Fatah (49), tidak melaksanakan keputusan Mahkamah Agung RI secara sukarela.

“Eksekusi tetap berjalan hari ini, sesuai perintah pengadilan, kita tunggu sampai alat berat selesai diperbaiki, biar hari ini satu dua bangunan dulu, selanjutnya besok baru dilanjutkan,”ujar Leasa.

Terkait dengan kerusakan alat berat kata Leasa jika alat berat tersebut juga belum bisa diperbaiki dan terjadi penundaan ekseskusi, maka secara aturan pengadilan berkewengan untuk mengerluarkan surat skoor atau penundaan eksekusi hingga esok harinya.

Sementara itu berdasarkan intruksi pimpinan PN Ambon mengingat waktu menjelang waktu magrib, eksekusi ditunda sampai waktu besok, aparat pengamanan pun juga turut serta dibubarkan dan sebagian ditugaskan untak menjaga alat berat yang sudah berada dilokasi eksekusi.

Reporter : Gali M

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Ketua DPD KNPI,Berharap Semua Pihak Dukung Kongres GMNI di Ambon

AMBON,N25NEWS.COM-Ketua Dewan Pimpinan Daerah Maluku Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku M. Faisal Saihitua …