Breaking News

Aleta Dacosta Terancam Dilaporkan, Kasus Pemalsuan Identitas

AMBON,N25NEWS.COM  – Kejahatan yang terjadi pada Bank Maluku, begitu masif dilakukan oleh pihak internal sendiri, dimana dimulai dari Korupsi secara nyata maupun tidak langsung.

Pasalnya, setelah mendapat informasi dari beberapa pihak terkait kasus kasus yang ada,serta satu kasus yang merupakan kasus yang sudah sangat jelas motifnya namun dicurigai sengaja didiamkan oleh pihak Bank Maluku sendiri, yaitu kasus indikasi pemalsuan identitas yang dilakukan oleh Dirpem Bank Maluku-Malut, Aleta Dacosta/Manuputty.

“Perlu kita pahami bersama bahwa pemalsuan identitas untuk tujuan tertentu merupakan kasus pidana.
hasil investigasi kami sudah 75 persen dan sehari dua kami akam laporkan secara resmi kepada pihak berwenang,” ujar Koordinator Paparissa Perjuangan Maluku (PPM)-95Djakarta, Fadhly Achmad Tuhulelle, kepada awak media, di Ambon, Senin (15/4/2019) sore kemarin.

Selain itu, kata Tuhulelle, pihaknya juga bakal melaporkan
seluruh Dewan Komisaris karena terlihat upaya mendiamkan kasus tersebut, dimana kejadian ini memiliki potensi merugikan pihak Bank Maluku sendiri.
misalnya dengan pemalsuan identitas ini untuk kepentingan promosi jabatan.

“Ini jelas merugikan Bank maupun Negara, sebab yang bersangkutan bisa saja menerima hak yang bukan seharusnya menjadi milik dia. Jika ini terbukti maka yang bersangkutan melakukan suatu perbuatan melawan hukum yang berpotensi merugikan keuangan negara untuk memperkaya diri sendiri,” akuinya.

Sehingga, menurutnya konsekwensi hukumnya sudah pasti ada yang bersangkutan juga diwajibkan mengembalikan seluruh fasilitas yang diterima selama ini, jka telah terbukti pemalsuan identitas itu.

“Ada informasi yang kami dapat bahwa pemalsuan identitas ini berawal dari pencalonan yang bersangkutan untuk mengisi posisi direktur pemasaran pada PT bank Maluku-Malut tahun 2015. Bahkan berdasarkan hasil investigasi yang kami lakukan, kasus ini pernah dilaporkan ke Dewan Komisaris namun tidak pernah ditindaklanjuti, artinya komisaris tidak melakukan fungsinya dengan baik,” jelasnya.

Dengan temuan ini, lanjutnya kami mensinyalir ada konspirasi besar untuk mengamankan berbagai kepentingan dengan menutupi kejahatan pidana yang terjadi ini. maka sambil menunggu beberapa bukti yang sementara kami upayakan, setelah rampung maka akan kami serahkan ke pihak berwenang untuk di tindaklnjuti dan akan kami kawal hingga tuntas.

“Hasil sementara kami, perlu diketahui bahwa kasus pemalsuan identitas ini mengakibatkan kerugian negara maupun kerugian bank belasan milyar rupiah. Sebab jika berdasarkan bukti yang kita miliki,rasanya yang bersangkutan tidak berhak menerima segala fasilitas bank seperti saat ini,” papar Tuhulelle.

Dia mengatakan, pemalsuan KTP ini akan menjadi preseden buruk bagi tindak pidana penyalahgunaan KTP palsu tersebut, dan Bank Maluku-Malut secara kelembagaan. Sebagaimana kita tahu dunia perbankan sangat mengutamakan faktor TRUST/kepercayaan publik.
Yang paling sensitif, jika benar ada pemalsuan identitas dan ini didiamkan maka tidak menutup kemungkinan banyak tindak kejahatan lain yang turut di diamkan.

“OJK dan BI harus melihat ini secara serius, begitu juga para pemegang saham pada PT Bank Maluku-Malut.
persoalan ini harus dituntaskan ke ranah hukum oleh kepolisian agar tak terjadi pelanggaran yang masif dan terstruktur di Bank milik rakyat Maluku. Protes masyarakat malukupun bisa saja terjadi dengan berbagai kasus tindak pidana yang marak terjadi pada bank Maluku,” centilnya.

Ditambahkan, mengutip Pasal 264 ayat (1) KUHP yang mengancam paling lama delapan tahun penjara bagi siapa saja yang memalsukan akta-akta otentik. Dalam Pasal 263 ayat (1) KUHP juga diatur acaman bagi pemalsu surat yang hukumannya paling lama enam tahun penjara. Temuan KTP ganda itu digunakan bukan hanya untuk kejahatan pada bank maluku dalam hal ini proses promosi jabatan, sebab masih banyak kemungkinan itu disalahgunakan untuk bidang lain, salah satunya untuk pilkada/pemilu sebentar nanti.

“Jika ini telah rampung kita akan laporkan sehingga pihak pihak yang terlibat dalam skandal ini bisa diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami berusaha membantu aparat berwenang agar tidak repot dalam mencari bukti bukti lagi. Ini harus benar benar dituntaskan“Jangan sampai masyarakat sengaja didiamkan agar tak mengerti hukum,sehingga pemalsuan/penggandaan KTP bisa masif terjadi disegala lini,” tutup Tuhulelle.

Reporter  :decko

Editor : Redaksi

Orang Buru sebagai komunitas masyarakat adat di Maluku memiliki adat istiadat yang dijadikan sebagai sebuah identitas…

Dikirim oleh n25news.COM pada Senin, 15 April 2019

About admin

Check Also

LAMI Maluku Tantang Kejati Usut Kejahatan BWS

AMBON,N25NEWS.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku ditantang usut dugaan kejahatan dan tindakan yang merugikan …