Ambon Minim Guru Agama

AMBON,N25NEWS.com -Penyebaran guru agama yang tersebar di seluruh tingkat satuan pendidikan di Kota Ambon ternyata masih terkendala dengan minimnya tenaga pendidik.

Dari penuturan beberapa kepala seksi dilingkup Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ambon disebut, minimnya guru agama bukan hanya pada guru agama Islam tapi hal yang sama juga ada pada guru agama Kristen dan Katolik yang tersebar pada tingkat SD, SMP dan SMA/SMk di Kota Ambon.

Bahkan persentasinya kalau dilihat lebih dinominasi tenaga guru honorer, dibandingkan guru PNS.

Kasi Pembinaan Kristen Kemenag Kota Ambon Remon Ontarola ketika dikonfirmasi  Kamis(7/11/2019) menuturkan, guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang ada saat ini, bisa dikatakan masih minim kurang dibandingkan dengan jumlah sekolah yang ada dan persentasinya paling banyak tenaga guru non PNS.

Minimnya guru agama Kata Remon, itu karena adanya permintaan guru agama Kristen dibeberapa sekolah, namun untuk memenuhi kebutuhan guru tersebut masih dibutuhkan kurang lebih 20 tenaga guru agama Kristen di Kota Ambon.

Hal senada juga disampikan Kasi Penyelanggara Katolik Kemenag Kota Ambon Cornelis Rumfaan, bahwa jumlah tingkat pendidikan SD, SMP dan SMA/SMK dibandingkan dengan jumlah tenaga guru agama Katolik, tidak sebanding dengan guru agama yang ada.

“Kalau jumlah sekolah, penyebaram guru agama kami, tidak semuanya merata lantaran masih terdapat kekurangan, sehingga jika masih ada peluang kita pasti akan tambah, tetapi peluang itu tidak ada,”akui Rumfaan.

Bahkan terkadang jika ada sekolah yang tidak memiliki guru agama Katolik, namun untuk memenuhi pelajaran agama harus terpaksa bergabung dengan sisiwa lain yang mengikuti pelajaran agama yang disampaikan guru Pendidikan Agama Kristem (PAK).

Dari data seksi penyelenggara Katolik Kemenag Kota Ambon, jumlah guru agama Katolik yang tersebar dengan kategori non PNS sebanyak 15 orang dan sisanya PNS berjumlah 48 guru, baik yang diangkat lewat Kemenag maupun Dinas Pendidikan Pemda setempat.

Baca juga :   19 Madrasah Swasta Dapat Bantuan Sarpas

Sementara untuk guru Pendidikan Agama Islam (PAI) seperti yang disampaikan kasi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kota Ambon Abdul Karim Kilrey mengatakan, jumlah guru PAI di Ambon masih sangat dibutuhkan, baik di Madrasah maupun disekolah umum SD, SMP dan SMA/SMK.

“Sudah ada berapa surat dari SMP dan SMA, bahkan ada yang Kepsek nya yang datang sendiri minta guru PAI dari Kemenag,”ungkap Kilrey.

Namun yang menjadi masalah kata Kilrey, madrasah sendiri juga masih kurang guru PAI, apa lagi ditahun-tahun kedepan ,malah terjadi pengurangan lantaran ada yang masuk masa purnah bhakti atau pensiun.

“Madrasah baik negeri dan swasta ini pun masih butuh guru PAI tapi sebagai kami sebagai lembaga yang mewadahi guru PAI, kami memang harus punya kewajiban untuk untuk berusaha dan mencari jalan keluar akan tetapi sudah beberapa tahun belakang ini, belum ada formasi tenaga guru,”jelasnya.

Menanggapai hal tersebut Kakamenag Kota Ambon Drs Zein Firdaus Kaisupy yang dikonfirmasi menjelaskan, bukan hanya di Ambon tetapi ada beberapa kabupaten/kota lainnya juga yang mengalami keterbatasan guru agama, namun semuanya harus dilihat sesuai kondisi dan kebutuhan rombongan belajar (rombel) disetiap sekolah.

“Kondisi ini nanti akan saya kordinasikan dengan mereka dan kalau memang masih ada kekurangan, itu nanti kami usulkan bahkan kemarin saya baru saja rapat dengan dari Seksi Kristen protestan dan Katolik untuk memberikan masukan kepada saya tentang data jumlah siswa kemudian jumlah rombongan belajar dan jumlah guru yang ada itu baru kita bisa melihatnya,”tandasnya.

Editor : Redaksi

Check Also

Lewat Momentum Maulid Nabi Kemenag Wujudkn Pembangunan Center of Excellence Berdaya Saing

AMBON,N25NEWS.com -Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Fesal Musaad menandaskan, momentum perayaan Maulid Nabi Muhammad …

×

N25NEWS.com