AMO Di Tengah Mewabahnya Pandemi Covid-19

AMBON,N25NEWS.com-Ambon Musik Office (AMO) dibentuk lewat SK Walikota dalam upaya menyusun strategi dan implementasi Ambon untuk menuju kota musik dunia.AMO sendiri terbentuk pada tahun 2017,sebagai kelanjutan dari sebuah tim perencanaan pembangunan Ambon sebagai kota musik dunia.

Hal tersebut disampaikan Direktur Ambon Musik Office (AMO) Rony Lopies kepada N25NEWS.com,di Ambon belum lama ini.

“Kerja keras dari AMO bersama-sama dengan stekholder.Jadi kita semua bersatu untuk bisa membuat Ambon menjadi kota musik dunia pada tahun 2019,”ungkap Lopies.

Dijelaskannya, setelah ditetapkan sebagai kota musik dunia fersi UNESCO,maka AMO bersama-sama dengan Pemkot  Ambon dan masyarakat terutama komunitas musik,berupaya untuk tetap mempertahankan ekosistem musik dan lanjutkan apa yang sudah ditetapkan oleh UNESCO.

“Tapi bukan berarti bahwa kita hanya mengejar penetapan UNESCO untuk menjadi kota musik dunia,tetapi musik itu sudah mendara daging di kehidupan orang Ambon,”kata Lopies.

Menurutnya,AMO bukan saja dibentuk untuk mengejar penetapan Ambon sebagai kota musik dunia,tetapi AMO berupaya agar musik ini bisa menjadi salah satu pendorong utama pergerakan ekonomi masyarakat di kota Ambon,yang notabene memiliki musikalitas tinggi.

Sementara itu,disinggung mengenai dampak dan pengaru pandemi Covid-19 terhadap musik di kota Ambon,Lopies mengatakan,memang pandemik corona ini sangat mempengaruhi semua sendi-sendi kehidupan,terutama yang juga berhubungan dengan musik salah satu faktornya adalah kurangnya pertunjukan-pertunjukan secara live di kota Ambon.

“Tetapi itu bukan berarti mematikan kreativitas komunitas musik yang ada di kota Ambon.Nah AMO berupaya untuk kita lestarikannya,walaupun dalam kondisi pandemik.Antara lain dengan mengikuti beberapa iven baik secara lokal,nasional,maupun internasional,”ujar Lopies.

Lebih lanjut Lopies menandaskan,kondisi musisi berkarya dan beraktivitas,karena pada hakekatnya kota Ambon,adalah kota yang dipenuhi  oleh orang-orang yang kreatif dan seorang kreatif tidak terbatas hanya pada ruang dan waktu atau pada kondisi yang ada.

Diketahui,salah satu kegiatan internasional misalnya,yang diikuti oleh AMO itu,adalah internasinal jazz day pada tanggal 30 April 2020 yang bekerjasama dengan UNESCO.Selain itu, ada juga kegiatan yang namanya we are curtul,itu program klaster meeting dari UNESCO dan Ambon mengikuti dua kegiatan dengan menampilkan Maluku Bamboo Win Orkestra terutama pada kisaran pemimpinnya.

Kemudian salah satu iven internasional yang namanya pat the la musik yang dilaksanakan oleh catowife Polandia dan itu diikuti oleh Ambon dengan menampilkan tim rage digabungan dengan etnik yang namnya adalah Tahula Band dan itu mendapatkan sambutan yang luar biasa secara virtual.

“Ambon punya satu program virtual itu yang namanya bastori bincang-bincang orang kreatif.Kemarin itu,sudah episode ke-5 dengan menampilkan beberapa pembicara yang kompeten dalam bidang musik maupun juga dengan bidang-bidang yang lain yang nanti mendukung Ambon dalam mempertahankan ekosistem musik,”jelas Lopies.

Banyak sekali kegiatan,dengan dinas pariwisata ada beberapa kegiatan secara nasional,maupun secara lokal antara lain,ada konser tujuh ruang dan ada beberapa kegiatan seperti festival ramadhan,kemudian juga ada festival musik untuk memperingati kemerdekaan Indonesia dan itu semua sudah dilakukan secara virual.

“Saya kira Ambon lebih banyak berbicara tetang bagimana bisa membuat sebuah regulasi yang mendukung kreativias para musisi,komunitas musik yang berada di kota Ambon,nah memang kita sudah punya perda no 2 tahun 2019 yang berbicara tentang Ambon kota kreativitas berbasis musik.Nah itu merupakan perda payung untuk sebenarnya ada juga dalam bentuk operasional,”terang Lopies.

Akan tetapi,harus ada peraturan Walikota yang bisa mengatur bagimana para musisi ini mendapatkan hasil,dari pada karya mereka pada setiap tampilannya baik di caffe,restoran di hotel atau dalam perteunjukan musik yang lainnya.

“Tapi saya kira,sebagai pimpinan dari AMO dan fokal point dari Ambon City Of Musik sangat merasa berbagga bahwa sampai saat ini,saya lihat peranannya sangat liar biasa.Jadi mereka masing-masing dengan cara mereka tetap melaksanakan kegiatan terutama yang berhubungan dengan virtual,”kata dia.

Selain itu,lebih banyak masyarakat yang mengaploat video musiknya,pertunjukan musik,lomba pada tingkat lokal,nasional itu banyak yang diikuti oleh para komunitas dan itu,rata-rata merupakan kesadaran sendiri dan ini sebenarnya adalah salah satu unsur penting pada musik.

Adapun,tidak semua musik itu,jatuh begitu saja oleh AMO,tetapi ada inisiatif dari kimunitas dan memang karya-karya yang luar biasa,salah satunya ada yang menjadi juara lomba cipta lagu pop cinta Indonesia.Juga ada yang menjadi penonton dengan like terbanyak,kegiatan tersebut para peserta desain sendiri.Jadi manajemen bukan top down tetapi button up itu semua mulai dari komunitas.

“Jadi saya kira Pemkot atau lewat Ambon musik office itu,hanya memfasilitasi hal-hal yang berhubungan dengan regulasi,berhubunhgan bagaimana memenest debuah kegiatan musik,tapi saya kira komunitas bisa menciptakan kreativitas sendiri,”tandas Lopies

 

Editor     : Aris Wuarbanaran

Check Also

AUKC Mendapat Apresisasi dan Dukungan Dari Komjen Pol Agung Budi Maryoto dan Kapolda Maluku

AMBON,N25NEWS.com-Komjen Pol Agung Budi Maryoto dan Kapolda Maluku memberikan apresiasi kepada Amboina Ukulele Kids Community …