Ronny Loppies Direktur AMO

AMO,Ukulele Bamboo 3 Bagian  Dari Ambon Kota Musik Dunia

AMBON,N25NEWS.com-Direktur Ambon Musik Office (AMO),Ronny Loppies mengapresiasi dan mendukung penuh terhadap di  Launchingnya Ukulele dari Bamboo yaitu Ukulele Bamboo 3 beberapa waktu lalu oleh Branckly Picanusa.

Menurutnya dengan adanya Ukulele Bamboo 3  ,dimana sebagai kota musik dunia maka,sudah barang tentu merupakan suatu penemuan atau rekayasa yang berhubungan dengan peningkatan kualitas dari komunitas kreatif,baik dalam bentuk komunitas maupun perorangan.

Selain itu keberadaan Ukulele Bamboo 3 ini juga kata Loppies, itu sangat penting dan itu salah satu mengapa Kota Ambon menjadi kota musik dunia.

Sehingga katanya,musik merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Ambon.Dimana masyarakat banyak memiliki kreativitas musik dan kerajinan rakyat yang ditunjang dengan penyediaan SDM dan infrastruktur,gagasan dan praktik inovatif berdasarkan kearifan lokal yang dikemas secara inovatif yang secara langsung bermanfaat bagi masyarakat.

“Nah launching dari pada alat musik yang diciptakan bung Edy Picanusa lewat bahan bakunya yang terbuat dari bamboo dan gaba-gaba itu adalah rekayasa musik dalam konteks sebuah kota musik dunia,dimana membangkitkan nilai sosial budaya di masyarakat,yang ternyata kita di Ambon tersedia bahan matreal untuk musik tradisional,”kata Loppies kepada N25NEWS.com belum lama ini.

Dengan tersedianya matreal dan dengan SDM yang telah dimiliki,tinggal bagaimana komunitas atau orang yang kreatif bisa menciptakan alat musik baru dan bahkan Lopies yakin dengan rekayasa yang sangat luar biasa ini dengan menciptakan alat musik yang terbuat dari bamboo dan gaba-gaba  seperti Ukulele.

Menurutnya lagi,disisi lain dengan rekayasa yang dibuat bung Egy Picanusa tentu hal ini akan mendukung kreativitas dari komunitas yang lain seperti AUKC yang dipimpin Nicho Tulalessy yang otomatis sangat membantu.

“Nah ini sebenarnya sebuah prinsip dasar dari apa yang kita sebut sebagai kota kreatif berbasis musik,dimana masyarakatnya miliki jiwa kreativitas tinggi dan pengelolaannya harus botton up (dari bawa) dan sampai pada apa yang disebut rantai kreativitas,”jelasnya.

Baca juga :   AUKC Mendapat Apresisasi dan Dukungan Dari Komjen Pol Agung Budi Maryoto dan Kapolda Maluku

Selain itu,setelah alat-alat diciptakan dia menjadi suatu di komunitas,namun penting juga alat-alat ini bisa terdistribusi dan dikonsumsi oleh banyak orang,namun juga komunitas maupun perorangan bisa mempertahankan senibilitas dari pada alat yang diciptakan.

“Kita di AMO punya program yang disebut Sound Of Gread,dimana kita mencoba mengkolaborasi antara musik tradisional dengan lingkungan.Natinya orang bertanya apa hubungannya,maka dengan hasil rekayasa bung Egy seperti gaba-gaba yang bahanya dari pohon sagu dan bamboo yang dari bamboo,itu berati kita punya konektifitas dengan mengkonservasi lingkungan dari tumbuhan menjadi bahan baku,”ujarnya.

Adapun,hal ini semacam ekploitasi untuk alat musik.Dari sisi kreatif ini merupakan sesuatu yang baik,tetapi akhirnya harus ada orang yang memfasilitasi bahwa ketersediaan alat musik bamboo ini dari sisi lingkungan harus tersedia.Akan tetapi jika tumbuhan bamboo  telah habis itu berarti korelasi musik tradisi juga akan habis.

Oleh karena itu apa yang telah dilaunching oleh bung Egy dan lewat AUKC sangat mentrigel Pemkot Ambon dan AMO untuk memikirkan kalau program saund of gread bisa terlaksana dengan baik,dengan sendirinya kelestarian lingkungam itu punya pengaruh terhadap pencaiptaan alat musik.

Sangat penting sebagai kota musik,maka sebagai Direktur AMO dan sebagai institusi yang dipercayakan oleh Pemkot Ambon untuk mengurus Ambon City Musik,olehnya apresiasi yang tinggi patut diberikan kepada bung Egy Picanusa lewat rekayasa penciptaan alat-alat musik.

“Untuk itu,saya berharap penciptaan sebuah alat musik tetap eksis dan kepada bung Nicho Tulalessy dan teman-teman ubtuk tetap berkreativitas karena kreatif itu dari masyarakat dan komunitas ini hanya tinggal meningkatkan kemampuan dan kualitasnya dan ini sangat mendukung Ambon sebagai kota musik dunia,”tandas Loppies.

Editor : Aris Wuarbanaran

Check Also

Akibat Covid-19 2 Wisatawan Asal Amerika Manfaatkan Home Industri Ukulele Bamboo Untuk Melihat Kekayaan Budaya Di Kota Ambon

AMBON,N25NEWS.com – Mewabahnya Covid-19 di Provinsi Maluku khususnya Kota Ambon bukan saja di rasakan masyarakat …