Home / Agama / Anggaran Pesparani Sebagian Tersalur Kekorban Bencana

Anggaran Pesparani Sebagian Tersalur Kekorban Bencana

AMBON,N25NEWS.COM – Pemerintah pusat melalui Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama (Kemenag)RI akhirnya merealisasi anggaran Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) I di Maluku sebesar Rp 12 milIar dari sebelumnya telah dianggarankan sebesar Rp 20 miliar. Pasalnya paska gempa bumi yang disertai sunami yang melanda Donggala dan Palu menyebabkan adanya revisi anggaran atau pemotongan sebesar Rp 8 milar.

Dimana aebelumnya Kakanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad telah menyampaikan bahwa alokasi anggaran yang diperuntukan untuk kegiatan Pesparani I telah dianggarangkan Ditjen Kemenag RI sebesar Rp 20 miliar, namun sayangnya dengan adanya bencana alam realisasi anggara  tersebut mengalami revisi untuk menyalurkan bantuan

“Memang apa yang selama ini publik tau sebelumnya, bahwa pemerintah melalui Ditjen Bimas Katolik Kemenag RI telah dijanjikan anggarannya sebesar Rp 20 miliar melalui APBN, terakhir kami pertemuan Kabid Bimas Katolik seluruh Indonesia dengam Dirjen Pembimas Katolik, saya secara pribadi sempat, kalau Pesparani I di Maluku oleh DJA di kasih Rp 12 miliar dari sebelumnya telah dianggarankan sebesar Rp 20 milar dan rupanya yang menjadi satu alasan terkendala dengan persoalan bencana yang terjadi di Donggala dan Palu,”tandas Kepala Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Maluku Bernadus Fanulene pada N25NEWS.COM di Ambon Rabu kemarin.

Menurutnya. Itu yang menjadi alasan pemerintah dari revisi anggara  Pesparani menjadi Rp 12 milar, bahkan itu merupakan alasan yang tidak bisa ditolak oleh siapapun, sebab bencana yang datang juga tidak bisa menebak kapan datangnya, sehingga dengan terpaksa terjadi pengurangan anggaran dari anggaran yang telah disepakti pemerintah pusat.

Selaku salah satu wakil panitia di Pesparani I Maluku Fanulene mengakui, meskipun dengan keterbatasan anggaran yang ada, tidak membuat dirinya dengan panitia lainnya sesuai bidang masing-masing untuk tetap mengsukseska  event nasional I di Maluku Pesparani sehingga keberhasilnya akan sama dengan event nasional sebelumnya, baik itu Musabaqah Tilawatil Quran ( MTQ) maupun Pesta Paduan Suara Gerejawi ( Pesparawi).

“Meskipun demikian, kita akan menyesuaikan dengan anggaran sesuai kebutuhan yang ada, sambil kita juga membuka ruang kepada para donatur lainya yang sama-sama bisa berpatisipasi untuk mengsukseskan evan nasional tersebut “pungkasnya.

Secara internal dirinya mengakui kalau event ini merupakan kegiatan umat Katolik, namun secara regulasi kegiatan ini merupakan even nasional yang menjadi tanggungjawab kita  bersama  untuk bagaiamna kita bergandeng tangan mengsukseskan event tersebut.

“Intinya isntruksi ketua umum kita harus jalan mengsukseskan event ini,”tegasnya.

Disinggung soal proses pencairan dana Pesparani kata Fanulene, bahwa anggaran tersebut bisa saja masuk melalui rekening Bimas Katolik Kemenag Maluku baru ke panitia, bisa juga dari Ditjen langsung melalui rekening panitia, tinggal hanya menunggu waktu kapan anggaran tersebut dicairkan.

Sementara menyangkut dengan kesiapan pantia lanjutnya, bahwa kesiapannya sudah berkisar 90 persen sehingga sisanya tinggal menunggu waktu pelaksanaanya saja.

Sama halnya dengan keterlibatan pantia yang hampir 90 persen dari non Katolik sehingga kebersamaan itu tetap terjaga dengan baik sampai pada puncak dan akhir pelaksanaan Pesparani berlangsung.

Oleh : Gali Markalin

About admin

Check Also

Kuota CPNS 2018 Kemenag Maluku Tak Terpenuhi,Tunggu Evaluasi Kemenpan-RB

AMBON,N25NEWS.COM – Kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan instansi lembaga vertikal Kementerian Agama …