Breaking News

Asrama Haji Waiheru Terancam Akan Di Bom

AMBON,N25NEWS.COM  – Belum sempat terselesai proyek revitalisasi pembangunan asrama haji waiheru menuju embarkasi haji antara, sudah mendapat ancaman akan di bom.

Ancaman tersebut terkait dengan persoalan sepeleh yang menyangkut dengan robohnya tembok pagar asrama haji, akibat naiknya luapan air yang mengenai rumah warga dari saluran drainase yang terpasang besih penghalang sampah yang terjadi pada, Kamis(24/2) sekitar pukul 16.00 WIT saat hujan melanda Kota Ambon.

Sayangnya ucapan ancaman tersebut, keluar langsung dari mulut Ketua RT10/RW5 Desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon Yanto yang didengar langsung oleh para pekerja proyek.

“Tarlama komong bikin, beta bom asrama haji ini,”ancam Yanto yang ditiru salah satu pekerja proyek.

Ancaman tersebut setelah dikonfirmasi dengan Kades Waiheru Usman Ely di Kantor Desa Waiheru, Senin(28/1) dirinya mengakui kalau memang benar ada ancaman bom asrama haji dari Ketua RT10/RW5 atas nama Yanto, saat kejadian robohnya tembok asrama haji, Kamis kemarin.

Menurutnya, ancaman itu dikarenakan ada hal-hal yang belum disesaikan dengan warga, termasuk salah satunya persoalan robohnya pagar tembok asrama haji akibat terjadi genangan air pada jalur masuk drainase asrama haji yang terpasang trali besi penghalang sampah.

“Sebenarnya kita juga tidak bisa menyalahkan sepihak termasuk asrama haji juga, sebab jika pihak asrama haji sudah memperbaiki drainasenya, kemudian dari warga juga harus punya kesadaran untuk tidak seenaknya buang sampah diselokan, kan dari asrama haji sendiri kalau sudah selesai akan menjadi asrama haji antara yang akan didatangi unsur masyarakat dari empat provinsi, sehingga kita semua bisa menjaga kebersihan got,”ujar Ely.

Menyikapi persoalan tersebut kata Ely, pihak pemerintah desa dalam waktu dekat akan melakukan rapat dengan warga setempat guna membahas berbagai persoalan yang menyangkut dengan kepentingan warga dan asrama haji.

“Disamping itu juga yang teror ini sendiri, sampai saat ini belum ada penyelesaian dia punya rumah yang terkena penggusuran untuk akses jalan masuk asrama haji, jadi semua ada dua rumah tambah satu pangkalan ojek yang saya sudah bangun dari dana yang diberikan pihak PU dan Kanwil Kemenag Maluku,”jelas Ely.

Namun sayangnya dari kesepakatan antara pihak PU Provinsi dan Kemenag Maluku, dari Rp 40 juta baru yang diberikan Rp 30 juta sisa Rp 10 juta belum diberikan PU.
Dari anggaran tersebut lanjut Ely, bahwa uang sebesar Rp 20 juta sudah diperuntukan untuk ganti rugi tanaman dan pohon milik warga termasuk pembangunan pangkalan ojek milik warga yang juga terkena penggusuran
Untuk itu dirinya berbarap dari pihak PU dan Kemenag untuk bisa secara bersama melihat persoalan yang terjadi ditengah warga, sebab dana yang diberikan tidak mencukupi untuk mengatasi persaolan ganti rugi rumah warga, meskipun itu hanya dua rumah, tapi jika tidak diselesaikan akan mengganggu kelancaran proyek pengembangan asrama haji.

Bukan hanya itu selaku Kades Waiheru juga akan bertanggungjawab atas proses ganti rugi lahan yang diperuntukan buat akses masuk ke asrama haji.

“Untuk akses jalan masuk, beta ini yang pasang dada dengan warga, jadi kalau sudah bagini jang dong tinggal diam, makanya no HP Kakanwil Agama dan Yamin (kabid haji-red) beta blok dong nomor semua, nanti kalau bagini.baru dong hubungi, tapi selama ini dimanq semua,”kesalnya.

Oleh sebab itu secara tegas Ely mengatakan, akan memboikot pengaspalan jalan masuk, jika belum ada proses penyelesaian ganti rugi lahan belum diselesaikan.

“Beta uda bilang pardorang jang pikir beta pasang badan la jalan sudah tembus, itu la sudah selesai, beta akan tutup jadi jang diaspal dulu sebelum ada proses penyelesaian ganti rugi,”tegasnya lagi.

Penulis      : Gali M

Editor        : Redaksi

About admin

Check Also

Kejati Maluku Diminta Usut Dugaan Korupsi ADD Dan DD Desa Taniwel

AMBON,N25NEWS.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku diminta untuk mengusut penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi …