Breaking News

Astaga, Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Hanya Tahanan Rumah

AMBON,N25NEWS.COM-Korban pencabulan terhadap anak dibawah umur dan dilakukan oleh pelaku yang bernama Fredek Teftutul (74) yang juga merupakan tetangga koban sendiri,anehnya kasus yang telah di laporkan ke Polres PP Ambon ini,tetapi pelaku masih belum dipenjarakan.

Kakek bejat yang sebelumnya talah ditangkap oleh  Polisi (Polres) itu adalah warga Kampung Pisang RT 003/RW 001 desa Poka Kecamatan Teluk Ambon,Kota Ambon,sementara ini dipulangkan kerumahnya karena alasan sakit,rabu (8/5/2019).

FT dilaporkan ke Polisi oleh orang tua korban yang tak terima anaknya dicabuli oleh pelaku ketika melakukannnya di teras rumah pelaku di daerah Kampung Pisang Desa Poka.Kepada Polisi usai ditangkap FT mengakui kelakuan bejat yang dilakukannya kepada anak yang juga cacat mental ini.

Aksi pencabulan tersebut pelaku lakukan sejak  tanggal 17 April 2019 lalu,sekitar jam 08.00 wit dan diduga sedikitnya telah berulang-ulang Bunga (nama samaran) dicabulinya,dengan iming-iming akan memberikan Bunga uang untuk beli permen.

Aksi pelaku mencabuli korban dengan meraba-raba dan meramas buah dada korban,tak kuasa menahan nafsu bejatnya  pelaku lalu menggunakan 3 jarinya  dan memasukan kedalam kemaluan korban.Akibat dari perbuatan tersangka yang juga ada ikatan Pela dengan korban ini,sehingga korban menderita luka robek pada bagian selaput daranya.

Peristiwa ini terbongkar ketika ayah korban baru pulang dari TPS usai mencoblos,melihat ada pelaku dan anaknya sedang berduaan di samping rumah pelaku,kemudian ayah langsung menagkap basah pelaku yang sedang mencabuli anaknya.Itu juga diperkuat dengan korban sering mengelu sakit di buah dadanya dan alat vitalnya ketika kencing.

Pada saat Polisi melakukan penangkapan tersangka sedang berada di rumahnya dan hanya pasrah ketika Polisi menagkapnya.Tetapi ketika hendak dibawa tersangka drob (sakit).

Sementara itu,dari pihak keluarga pelaku ada upaya untuk melakukan mediasi secara kekeluargaan,tetapi pihak keluarga korban menolak sebab masalah ini sudah ada dalam ranah hukum.Penolakan keluarga korban untuk dilakukan jalan damai ini,mendapat ancaman dari salah satu keluarga pelaku yang beriniasial PR.

“Ayah korban AK (45) diancam PR dengan mengatakan bahwa,kalau kamu tidak ada perdamaian dan FT di penjarakan maka kamu nanti lihat saja,ancaman PR ini membuat warga setempat geram,sebab masalah ini adalah masalah yang sangat besar dan sudah masuk ranah kukum,”kata salah satu warga setempat.

“Untuk harapan kami warga Kampung Pisang kepada pihak Kepolisan adalah segera menyikapi persoalan ini dengan serius,persoalannya selama ini laporan kan sudah masuk di Kepolisian (Polres),bahkan sudah ada visum dokter,kenapa pelaku tidak ditahan,alasan kesehatan terganggu sementara pelaku enak-enak duduk di rumah,main catur,main bilyar lalau mengapa tidak ditahan,ini yang membuat warga resah,terutama para ibu-ibu dan anak-anak perempuan,”jelas warga tersebut.

Reporter     : Aris Wuarbanaran

Editor         : Redaksi

 

 

About admin

Check Also

LAMI Maluku Tantang Kejati Usut Kejahatan BWS

AMBON,N25NEWS.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku ditantang usut dugaan kejahatan dan tindakan yang merugikan …