Breaking News

Awasi PJAS, BPOM Gelar Bimtek Bagi Seluruh Kepsek di Ambon

AMBON,N25NEWS.COM – Guna membahas serta mengawasi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Cabang Ambon menggelar Bimbingan Teknis pada seluruh kepala sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA yang berada di Kota Ambon, kegiatan tersebut berlangsung di Santika Hotel, Rabu (17/7/2019).

Selain kepala sekolah turut hadir juga Guru, petugas UKS dan pimpinan OPD dalam lingkup Pemerintah Kota Ambon.

Dalam sambutan, Sekertaris Kota Ambon yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Mien Tupamahu mengatakan, keamanan pangan merupakan masalah yang banyak dihadapi oleh negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh adanya kontaminasi kimia dan mikrobiologi pada produk pangan,serta penyakit dan berbagai bahan beracun didalam pangan yang dikonsumsi.

Walaupun gizinya tinggi, rasanya lezat serta penampilannya menarik, namun bila pangan tidak menyehatkan, pangan tersebut tidak ada artinya. Sebab itu, masyarakat perlu mendapat perlindungan yang cukup terhadap keamanan pangan, dengan cara meningkatkan mutu pangan, informasi yang benar dan pengawasan dari pemerintah dan produsen.

Akuinya, dalam upaya peningkatan keamanan pangan, tentu rantai keamanan pangan mulai dari Farm to table harus dijaga. pangan segar yang dihasilkan dari pertanian, perkebunan maupun kelautan perikanan, akan didistribusikan dan diperjual belikan di pasar.

BPOM RI bersama pemangku kepentingan di pusat hingga daerah, memiliki konsentrasi terhadap pengawasan pangan di pasar tradisional,yang rawan terhadap cemaran bahan kimia berbahaya. pangan berbahaya tersebut antara lain, formalin, boraks, rhodamin B dan metanil yellow. keberadaan pangan yang mengandung bahan berbahaya ini tentunya sangat merugikan dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Akuinya, aksi gerakan pangan jajanan anak sekolah (AN-PJAS) merupakan gerakaan untuk meningkatkan PJAS yang aman, bermutu dan bergizi melalui partisipasi aktif dan terpadu dari seluruh kementerian, lembaga. Baik tingkat pusat maupun daerah serta pemberdayaan komunitas sekolah termasuk guru dan orang tua murid dalam pengawasan keamanan jajanan anak dilingkungan sekolah masing-masing. SDM yang berkualitas dilingkungan sekolah dapat diwijudkan dengan menyediakan pangan yang akan dikonsumsi komunitas sekolah dalam kondisi aman, bermutu dan bergizi. Pangan yang dikonsumsi dapat berupa jajanan yang tersedia di luar sekolah maupun didalam kantin sekolah atau pangan yang dihasilkan oleh industri pangan, termasuk industri rumah tangga dan pangan yang dihasilkkan oleh jasa boga atau siap saji.

Tupamahu melanjutkan, kemanan dan mutu produk pangan yang beredar di lingkungan sekolah ditentukan oleh kebijakan sekolah, tingkat pengetahuan dan kepedulian pengelola kantin sekolah dan penjaja pengan yang ada di sekitar lingkkungan, serta pengawasan dan pembinaan aktif OPD terkait.

Selain itu, Kepala BPOM Kota Ambon, Hariani menyampaikan, dengan dilaksanakannya Bimtek ini seluruh kepala sekolah dapat lebih memahami dan mengerti sehingga dapat disosialisasikan kembali kepada anak didik di setiap sekolah.

Ia mengakui, Pihaknya secara rutuin terus melakukan pengawasan terhadap pangan jajanan anak sekolah, meskipun porsinya hanya 5 persen dari target sample yang diuji secara keseluruhan.

Untuk itu diharapkannya, dengan keamanan pangan ini, sekolah dapat menyeleksi setiap pangan yang diperjualbelikan pada kantin sekolah. Pihaknya juga akan terus melakukan pengujian dengan menggunakan mobil keliling dilanjutkan dengan Bimtek bagi pengelola kantin. karena bahan yang digunakan, proses penyajian, hingga cara menyimpan pangan itu yang mestinya harus dipahami secara baik.

Reporter : Mendy S

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

BPOM Ambon Gelar Ujian Kompetensi Bagi Pegawai Negeri Sipilnya

AMBON,N25NEWS.COM – Yang sedikit berbeda di Balai POM Ambon dalam dua hari kemarin. Pekerjaan rutinitas …