Breaking News

Balai POM Ambon Gelar Advokasi GKPD Bagi Kelembagaan Desa Waiheru,Desa Suli dan Desa Tulehu

AMBON,N25NEWS.COM-Program Keamanan Pangan Desa ini merupakan program Nasional dari tahun 2015  dan tahun 2019 ini merupakan tahun terakhirnya,ditahun 2015 kita memulainya di Kota Ambon dengan 10 desa termasuk desa Galala yang banyak pangan siap sajinya.

Hal ini dikatakan Hariani Kepala Balai POM Kota Ambon kepada awak media pada Acara Advokasi Kelembagaan Desa Program Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) Desa Waiheru,Desa Suli dan Desa Tulehu,senin (18/02/2019).

Lebih lanjut Hariani mengatakan,”Untuk 2019 kita kemarin melakukan evaluasi yang mana kita tetapkan Kota Ambon sebagai penyelenggara desa pangan aman,ini program nasional yang pada awal Februari kita ada lomba desa pangan aman (Desa Paman) waktu itu yang keluar sebagai juara adalah desa dari Sumatera Barat,”kata Hariani.

Kegiatan ini merupakan salah satu pilar pengawasan obat dan makanan yang mana pilar pertamanya itu dilakukan oleh aparatur pemerintah yang melakukan pengawasan rutin dan pelaku usaha dengan melakukan intervensi dengan berbagai edukasi-edukasi berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan secara rutin termasuk sarana produksinya.

Sedangkan untuk pilar ke 3nya adalah pemberdayaan masyarakat dalam hal ini adalah pemberdayaan masyarakat desa,yang diharapkan masyarakat bisa mandiri,terutama terkait dengan obat dan makanan itu adalah pemberdayaan untuk masyarakat desa dan ini akan berjalan selama 1 tahun anggaran.

Sementara itu pada kegiatan yang sama Asisten II Kota Ambon Roby Silooy mengatakan,”Desa di Kota Ambon ada 22 dan 7 Negeri jadi kalau kegiatan hari ini hanya 1 desa yaitu desa Waiheru yang hadir,maka ini masih minim sekali karena itu kalau ada kegiatan seoerti ini lagi kita berkoordinasi dengan BP3MD supaya kita minta disediakan advokasi kepada mereka,”kata Silooy.

Silooy dalam sambutannya juga menyinggung soal keamanan  pangan yang merupakan masalah yang dihadapi oleh banyak negara-negara berkembang termasuk Indonesia,disebabkan adanya kontaminasi kimia dan penyakit serta berbagai bahan beracun didalam makanan yang dikonsumsi,walupun gizinya tinggi,lezat dan penampilannya menarik namun tidak menyehatkan maka makanan itu tidak ada artinya,”papar Silooy.

Oleh sebab itu masyarakat perlu mendapat perlindungan yang cukup terhadap keamanan bahan pangan  yang dikonsumsi yaitu dengan cara meningkatkan mutu pangan,disamping itu keamanan pangan merupakan karakteristik yang sangat penting dalam kehidupan baik oleh produsen maupun konsumen.Tetapi produsen juga harus tanggap bahwa kesadaran menuntut perhatian yang besar.

“Untuk itu Pemerintah dalam upaya perlindungan konsumen,mempunyai peran yang penting selalu menengah diantara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan konsumen agar masing-masing pihak dapat berjalan seiring tanpa saling merugikan satu sama lain,pemerintah juga bertanggung jawab atas pembinaan dan pengawasan terhadap perlindungan konsumen,”tandas Silooy.

Penulis :Aris Wuarbanaran

Editor   : Redaksi

About admin

Check Also

Jelang Ramadhan 1440 H BPOM Ambon Tingkatkan Pengawasan

AMBON,N25NEWS.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon …