Home / Parlementer / Banggar DPRD Ambon Pending Usulan Penambahan Dua RKB SMPN 2

Banggar DPRD Ambon Pending Usulan Penambahan Dua RKB SMPN 2

AMBON,N25NEWS.COM -Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Ambon telah menyatakan kesepakatan bersama untuk mempending usulan anggaran penambahan dua Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ambon.

Alasan dipendingnya usulan anggaran penambahan dua RKB  seperti yang disampaikan anggota Komisi II DPRD Kota Ambon Saidna Azhar Bin Tahir kepada koran ini di Baileo Rakyat Belakang Soya Ambon, Senin (12/11/2018) mengakui, kalau ada usulan penambahan dua RKB SMPN 2 Ambon dengan nilai sebesar  Rp 700 juta lebih.

“Memang ini masih dalam tahap pembahasan Kebijakan Umum Anggaran(KUA) , nah dalam pembahasan KUA dan  nanti kita liat Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) itu ada beberapa pandangan untuk angaran itu, kita pending dulu, lantaran ada informasi yang beredar terkait dengan adanya indikasi penyelahgunaan anggaran di SMPN 2 terkait dana DAK dari Kementerian Pendidikan sebesar Rp 3.263.795.000 meliar,”jelasnya.

Menurutnya, dalam pendalam usulan anggarannya tim Banggar belum bisa mendalaminya, namun nanti itu baru bisa dibahas setelah ada pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) di Komisi, sehingga secara detail ada penjelasan tentang anggaran yang ada di SMPN 2 Ambon untuk pengembangan.

“Karena kalau yang ada di Banggar kemarin, kan kita hanya fokus pada penentuan pagu anggaran saja,”jelasnya lagi.

Namun terkait dengan teknis pendalaman anggaran bantuan Kementerian Pendidikan sebesar Rp 3 miliar lebih lanjut Saidna, pihaknya melalui Komisi II akan dibahas lewat pembahasan RKA.

Terkait dengan usulan penambahan RKB SMPN 2 Ambon kata ketua Komisi II DPRD Kota Ambon Joni Mainake, bahwa perlu adanya pendalaman yang serius  Banggar terhadap usulan penambahan RKB.

“Malah yang lebih ditakutkan gini, jangan sampai katakanlah isyu tentang bantuan Kementerian Pendidikan sebesar Rp 3 milar lebih lalu tejadi pengurangan dari 18 RKB menjadi 6 RKB, jadi kita belum  tahu karena kita belum masuk sampai kesitu, jadi penyebabnya seperti sekarang  mungkin akibat material yang naik harga, sehingga dibijaki dengan mengurangi volume kegiatan lantaran harga barang yang naik cukup besar, sehingga perlu ada pemanggilan pihak sekolah,”paparnya.

Oleh : Gali M

About admin

Check Also

Soal Pembangunan Rumdis DPRD SBB, Rotasouw Memilih Prioritaskan Kepentingan Rakyat

PIRU,N25NEWS.COM  –  Pembangunan Rumah Dinas (Rumdis) untuk pimpinan maupun anggota  DPRD Kabupaten SBB, meskipun dinilai …