Breaking News

Bangun Koordinasi,Hayat Tata Pariwisata Di Kota Ambon

AMBON,N25NEWS.COM – Setelah di percayakan Walikota Ambon untuk memimpin Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,Rico Hayat melakukan komunikasi dan koordinasi lintas SKPD Pemkot Ambon dan pelaku-pelaku usaha.

Menurutnya hal ini di lakukan dalam upaya pengembangan pariwisata di Kota Ambon,karena bagi dirinya,Pemerintah Kota Ambon dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tidak akan mampu bergerak sendiri tampa ada dukungandan partisipasi  dari stekholder dan pelaku usaha.

“Pada prinsipnya Pemerintah Kota melalui Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan harus banyak bersinergi dan bekerjasama dengan stekholder dan pelaku-pelaku usaha untuk itu saya baru saja melakukan rapat teknis dengan PHRI,ASITA dan termasuk juga  pengelolah kafe dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata,apalagi di tahun 2019 ini Kota Ambon akan di tetapkan sebagai Kota Musik Internasional dan menuju tahun kunjungan wisata 2020,”ujarnya.

Terkait mendukung 2 event tersebut, Pemerintah Kota lewat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sudah membuat satu agenda event kalender 2019,sehingga di dalam muatan-muatan kalender event ini ada banyak sekali kegiatan-kegiatan berupa festival-festival.

“Untuk itu peran pemerintah dalam hal ini adalah memfasilitasi,koordinasi karena  program-program yang ada pada kita ini sangat membantu pengembangan pariwisata di Kota Ambon ke depan,”tambah Hayat.

Selain itu katanya koordinasi dan komunikasi yang Ia sudah bangun,bukan saja pada level lingkup Pemkot  Ambon dan Pelaku usaha saja tapi koordinasi yang Ia bangun juga pada  level tingkat  Provinsi sampai pada Kementerian Pariwisata RI.

“Karena saya menghendaki di tahun 2020 ada event Nasional yang bisa di akomodir dalam event Kementerian dengan adanya 10 usulan Desa Wisata oleh Pemerintah Kota untuk di masuk dalam kalender Kementerian Pariwisata RI,”kata Rico Hayat Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon ini.

Hayat mengakui bahwa objek-objek wisata yang ada di kota Ambon sebagian besar milik masyarakat  tetapi dalam hal ini Pemerintah Kota sudah melakukan kerjasama contohnya sama  Hukurila yang di tetapkan sebagai Desa Wisata berkelanjutan oleh Provinsi dan Pemerintah Kota Ambon.

“Setelah Desa Hukurila di tetapkan sebagai Desa Wisata,maka Pemerintah Kota Ambon akan bangun kerjasama dengan pemerintah setempat untuk di kembangkan pariwisata begitu juga dengan tempat wisata Pintu Kota itu juga bukan milik Pemerintah Kota tapi kita juga akan bersinergi dan merangkul pihak ke-3 untuk kerjasama supaya bisa mengembangkan daerah itu lebih professional lagi,”ungkapnya.

Selain itu kata Hayat lagi bahwa pengelolaan objek-objek wisata di Kota Ambon masih bersifat lokal,namun katanya boleh lokal tetapi pemanfaatan dan pengelolaannya itu bersifat professional seperti penataan lingkungan supaya tetap bersih dan penataan infrastruktur.

Sebagai Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Ia  menyampaikan bahwa Pariwisata  bisa berkembang kalau kita semua bekerjasama,kita saling koordinasi,saling komunikasi menuju pengelolaan Pariwisata di Kota Ambon secara professional.

Editor    : Redaksi

 

 

About admin

Check Also

Jelang Festival Pesona Meti Kei,Kreatif Evav Sibuk Persiapan Diri

MALRA,N25NEWS.com – Komunitas pecinta musik dan budaya Evav/Kei kreatif saat ini mulai banyak melakukan berbagai …

×

N25NEWS.com