Home / Hukum dan Kriminal / Bantuan Bencana Alam Negeri Paperu Disinyalir Salah Sasaran
foto ilustrasi

Bantuan Bencana Alam Negeri Paperu Disinyalir Salah Sasaran

SAPARUA,N25NEWS.COM – Bantuan bencana alam dari Pemkab Maluku Tengah yang diberikan kepada sejumlah warga di Negeri Paperu, Kecamatan Saparua, disinyalir salah sasaran, pasalnya kedua orang yang semestinya menerima bantuan dan telah dicatat oleh staf Pemerintah Desa tidak memperoleh bantuan.

Dari rilis yang dikirim ke media ini Minggu(2/12) , berdasarkan penelusuran di lapangan,  kedua nama yang telah terdata sejak Tahun 2015 adalah Sdr Riky Mual dan Ido Lawalata, dimana bagian dapur rumah keduannya hancur akibat ditimpa batang  Pohon Mangga  yang patah karena diterjang angin puting beliung.

Tetapi ketika bantuan Bencana Alam  dari Pemkab Malteng ,bantuan itu hanya diterima oleh empat warga lain yakni, Yoma Luhukay, Jhon Lawalata, Max Maelissa. dan Ating Bernard dengan nominal, masing-masing  menerima Rp10.000.000.

Menurut penuturan salah satu penerima bantuan Max Maelissa, dirinya tidak tahu apa-apa tetapi tiba-tiba dipanggil ke kantor Negeri untuk menerima bantuan,  semetara ketika salah satu warga, Agus alias Acu S  menanyakan kejanggalan uang tersebut, pada salah seorang staf Desa yang bernama Natanel Latumahina, staf tersebut menjawab itu adalah rejeki seseorang, praktis jawaban tersebut mengundang amarah warga Paperu.

Ketika persoalan ini dikonfirmasi kepada Raja Negeri Paperu, Samuel Lawalatta, Ia menyatakan tidak tahu data penerima bantuan tersebut,  karena anggaran tersebut di Tahun 2015 sebelum dirinya dilantik jadi Raja.

” Memang ada empat nama tapi yang satunya bernama Ating Bernard tidak  dapat karena  Ia sudah terima bantuan dana ADD,  sebanyak Rp 15 Juta sehingga Kami kembalikan kepada Tim Penanggulangan Bencana Maluku Tengah”cetusnya

Persoalan ini mendapat tanggapan dari Ketua Adat Negeri Paperu, J Pattipawae  menurutnya, darimana data penerima bantuan bencana Alam itu , karena untuk bantuan tersebut harus disertai bukti-bukti foto, “yang dipertanyakan lagi, apakah tim Penangulangan Bencana dari Maluku Tengah sudah melakukan survey ke lokasi kejadian??”tanya Pattipawae.

Menurut Pattipawae, bantuan bencana alam yang adalah uang negara semestinya diberikan tepat sasaran, karena yang Masyarakat inginkan adalah kebenaran bukan rekayasa,

“Kami mengharapkan semua Staf Negeri Paperu harus diturunkan alias diberhentikan sesegerah mungkin..  “Demikian kecam Ketua Adat Negeri Paperu itu.

Penulis  : Yopy Soukotta/Nicko Kastanja.

About admin

Check Also

Serah Terima Jabatan Danramil dan Perwira Staf Jajaran Kodim 1502/Masohi

MALTENG,N25NEWS.COM – Komando Distrik Militer (Kodim) 1502/Masohi, melaksanakan acara korps serah terima jabatan Danramil dan …