Barends Tolak Wacana Soal Mantan Anggota ISIS Dikarantina Di Pulau Buru

AMBON,N25NEWS.com-Pernyataan sekaligus wacana dari pengamat militer dan pertahanan Prof Salim Said agar rencana pemulangan lebih dari 600 Warga Negara Indonesia (WNI) mantan anggota ISIS di Suriah ke tanah air untuk ditempatkan (dikarantina) di Pulau Buru,Provinsi Maluku mendapat tanggapan keras dari sejumlah pihak.

Dilansir dari Beritabeta.comAnggota DPR RI dari Fraksi PDI.Perjuangan asal Maluku,Mercy Christy Barends,menilai wacana yang disampaikan Prof Salim Said itu konyol,karena tidak relevan dengan kondisi Pulau Buru saat ini,selasa (11/2).

Menurutnya,dengan melihat latar belakang sejarah Pulau Buru sebagai daerah pembuangan eks tahanan politik (tapol),sama halnya dengan merusak citra Pulau Buru yang selama ini sudah berubah total menjadi daerah yang berkembang di Provinsi Maluku.

Selain itu,Barends mengatakan,meskipun apa yang disampaikan itu hanyalah sebagai contoh sekaligus cara yang dianggap pas,namun mengaitkan Pulau Buru sebagai daerah mantan anggota ISIS bisa menuai protes masyarakat Maluku.

“Biarlah sejarah mencatat Pulau Buru sebagai tempat buangan eks tapol PKI.Tapi bukan lantas saat ini dianggap layak dijadikan sebagai tempat karantina orang-orang dengan paham radikal,maka sudah barang tentu sebagai sebagai anggota DPR RI asal Maluku,kami menolak itu,sebab kondisi Buru sudah berbeda,”tegas Mercy.

Adapun,politisi PDI.Perjuangan ini menandaskan usulan atau wacana itu sangat mengganggu eksistensi masyarakat Maluku sebagai daerah pasca konflik,yang hari ini telah menjadi salah satu pusat laboratorium perdamaian dunia.

Baca juga :   Jasa Raharja Maluku Santuni Korban Laka Lantas Di Negeri Rutah

“Jangan lagi mengganggu suasana damai dan ketenangan di Maluku lagi.Jangan sampai,”ujar Barends.

Srikandi Maluku ini mengaku,sejak beredarnya video talk show di salah satu stasiun TV yang menampilkan komentar Prof.Salim Said tentang ISIS dengan mengaitkan Pulau Buru sebagai daerah yang dicontohkan adalah cara yang pas untuk mengkarantina mantan pengikut ISIS itu,telah memicu aksi protes dari masyarakat Maluku secara luas.

“Sejak tadi pagi,saya ditelepon banyak teman baik di Pulau Buru bahkan Maluku secara umum.Saudara-saudara kami disana marah dan menyatakan menolak keras apa yang disampaikan Prof Salim Said itu,karena dianggap sebagai pernyataan yang konyol,”beber Barends.

Lebih lanjut,srikandi Maluku ini meminta agar para pengamat dan semua pihak,untuk tidak lagi melihat masa lalu dan mengaitkan Pulau Buru dan Maluku secara umum sebagai daerah dengan citra negatif apapun.Sebab,pulau Buru dan Maluku secara umum sudah berubah total dan jauh dari image negatif masa lalu yang kelam itu.

“Untuk itu,saya berharap biarlah semua itu menjadi masa lalu,Maluku kini sudah berbeda jauh apalagi untuk menampung orang-orang dengan paham demikian,”tandas Barends.

Editor : Aris W

Check Also

Tingkatkan Ketahanan Keluarga, BKKBN Provinsi Maluku Gelar Siaga COVID-19 Bagi Genre

AMBON, N25NEWS.com- Ditengah merebaknya virus corona yang melanda Indonesia bahkan dunia. Keluarga merupakan unit terkecil …