Belum Ada Kepastian Pemerintah Atasi Longsor Tengah-Tengah

AMBON,N25NEWS.com – Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Maluku lewat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PLN Unit Induk Wilayah belum bisa memastikan kapan waktu pemulihan akses jalan akibat longsoran menuju Negeri Tengah-Tengah Kecamatan Salahutu.

Lewat pernyataan Sekda Maluku Kasrul Selang pada N25NEWS.com, Rabu kemarin mengatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa mengatasi longsoran yang terjadi akibat gempa susulan pada, Minggu(6/10).

“Belum bisa ada pergerakan dari PUPR, karena kondisi tanahnya masih labil, takutnya pada saat pembersihan, terjadi lagi longsoran, sehingga kita hanya menunggu saja kapan waktunya,”jelasnya.

Meskipun diakuinya, kalau dirinya sudah melihat secara langsung kondisi longsorannya, namun tidak mudah untuk dilakukan pembersihan, karena dianggap masih rawan dan labil.
Hal senada juga disampaikan Bupati Malteng Abua Tuasikal, bahwa lokasi longsoran sangat rawan untuk dilakukan pembersihan, lantaran tanahnya mudah longsor lagi.

Meskipun ada eternatif lain dengan cara membuka askes jalan baru, namun kepastian kapan waktunya juga belum bisa dipastikan Pemkab Malteng.

Sementara menyangkut dengan pelayanan jaringan kelistrikan PLN lewat Humas PLN UIW MMU Ramli Malawat juga belum bisa memastikan, pihaknya melakukan perbaikan terhadap tiang-tiang yang roboh akibt longsoran tersebut.

“Kita mau pasang tiang dimana, sebelah kiri curam sekali, intinya kalau pihak PUPR sudah membersihkan longsoran, kami tetap siap untuk memperbaiki jaringan yang terputus menuju Negeri Tengah-Tengah,”ungkap Malawat.

Baca juga :   Berbagi Berkat Di Bulan Ramadhan Dan Covid-19 IASM Bagi 50 Paket Sembako Untuk Alumni

Terhitung sejak terjadinya gempa susulan hingga berita ini naik dicetak, terhitung enam hari warga Negeri Tengah-Tengah hidup dalam kegelapan malam, tanpa ada perhatian serius dari pemerintah maupun PLN UIW MMU.

Mewakali tokoh pemuda Gafar M menungkapkan, dimana rasa keadilan pemerintah untuk melihat kondisi yang terjadi di Negeri Tengah-Tengah.
Meskipun secara kemenusiaan, pemerintah telah memberikan perhatian dalam bentuk bantuan sambako dan lainnya, tapi akses jalan dan penerangan PLN juga sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kami menangis melihat anak-anak kita sebagai tongkat estafet perjuangan bangsa, dengan keterbatasan ekonomi orang tau, ada yang ke sekolah dan ada yang tidak, kenapa transpotasi yang digunakan dua kali, sehingga biayanya membengkak,”ibanya.

Bukan hanya itu transpotasi Ambon-Tengah-Tengah yang selama ini lancar, terpaksa hanya beroperasi dari jam 10 hingga 11 selanjutnya tidak ada lagi.
Dimana Negeri Tengah-Tengah saat sudah seperti wilayah yang terisolir dari perhatian pemerintah.

Untuk lewat wakil rakyat yang duduk di DPRD Provinsi untuk bisa menyuarakan dan mempertanyakan pemerintah atas apa yang dirasakan warga saat ini.

Editor : Redaksi

Check Also

Berbagi Berkat Di Bulan Ramadhan Dan Covid-19 IASM Bagi 50 Paket Sembako Untuk Alumni

AMBON,N25NEWS.com-Pengurus Ikatan Alumni Sekolah Lanjutan Advent Maluku (IASM) dan Nawens Production melaksanakan kegiatan berbagi kasih …