Bentuk Banda Islands Ukulele,Komitmen Nicho,Rio Lestarikan Ukulele Di Maluku

BANDA,N25NEWS.com-Sejarah mencatat kehadiran Ukulele (oo-koo-lay-lay bahasa Hawaii).Dalam kancah musik dunia berawal pada tahun 1878 oleh orang Portugis dari Madeira.Ukulele masuk ke Indonesia berawal dari Pulau Banda (Maluku) oleh Alfonso d’Alburqueque di tahun 1512,sedangkan secara umum di Indonesia Ukulele “cuk” menjadi jiwa dalam sebuah ansambel musik keroncong.

Hal ini kenapa yang membuat Nicho Tulalessy dan Rio Efruan membentuk Banda Islands Ukulele Di Banda.

“Awalnya,saya dan Rio mengadakan diskusi di Ambon,maka kita sepakat untuk mencari donasi Ukulele dari masyarakat khususnya orang Banda,atas kesepakatan itulah kita kesini,untuk membentuk komunitas musik tradisional yang namanya”Banda Island Ukulele,”kata Nicho Tulalessy saat Bentuk Banda Island Ukulele Di Banda Sabtu 22 Februari 2020.

#BandaIslandsUkulele“Awalnya,saya dan Rio mengadakan diskusi di Ambon,maka kita sepakat untuk mencari donasi Ukulele…

Dikirim oleh n25news.COM pada Minggu, 23 Februari 2020

 

Menurutnya,Pulau Banda merupakan tujuan wisata yang paling diminati wisatawan mancanegara dan juga wisatawan dalam negeri untuk mengunjungi berbagai situs sejarah masa penjelajahan samudra dan penjajahan,namun kehadiran wisatawan di Banda dalam hal penyambutan masih monoton dan tak kreatif sebagai orang Maluku yang memiliki darah musik.

“Kita melihat ini adalah peluang untuk mendukung pariwisata dengan cara yang lebih kreatif yang lebih menampilkan unsur kearifan lokal yaitu Ukulele dengan lagu-lagu tradisional Maluku.Dan ini saatnya kembalikan sejarah disini (Banda) di tempat ini awalnya Ukulele dimainkan,”jelas Nicho.

Didasarkan untuk mengembangkan Ukulele bagi anak-anak asli Banda,maka dirinya bersama Rio membawa adik-adik dari AUKC,untuk memberikan spirit (semangat),buat anak-anak disini,agar bisa memainkan musik.Setelah itu,komunitas asal Ambon ini akan kembali,maka orang-orang tua-tua di Banda yang masih tau tentang Ukulele akan mengajarkan komunitas yang baru di bentuk ini.

Adapun,Tulalessy menandaskan,ke-11 anak yang telah diajarkan ini,nantinya sebagai cikal bagi anak-anak di Banda,untuk semuanya dapat bermain Ukulele,sehingga budaya ini tidak hilang.Setelah tim pimpinan Tulalessy selanjutnya akan mengunjungi Kepulauan Kei,Kabupaten Maluku Tenggara.

“Oleh karena itu,saya berharap kegiatan ini harus mendapar perhatian dari pemerintah,dalam hal ini Dinas Pariwisata provinsi maupun kabupaten/kota,sebab kegiatan yang kami lakukan ini untuk mendorong promosi pariwisata untuk menjadi item kepariwisatawan di daerah ini,”tandasnya.

Sementara itu,Rio Efruan Pelatih AUKC mengatakan,kegiatan ini,sebagai motivasi untuk melestarikan Ukulele di Maluku yang sudah menjadi budaya dan Banda adalah salah satu dimana pertama kali Ukulele itu ada di Maluku yang dibawa oleh bangsa erpoa (Portugis) ke Banda baru Indonesia mengenal Ukulele.

“Saya berharap,buat anak-anak Banda,semoa kedepannya mereka lebih giat lagi dalam bermusik dan berkarya untuk menghadirkan wisatawan hadir berwisata di pulau yang terkenal sejak lama oenghasil rempah-rempah (pala) ini,”harap Rio.

Sedangkan pada kesempatan yang sama,Alfin salah seorang anak Negeri Banda,menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pimpinan AUKC Nicho Tulalessy dan rekannya Rio,yang telah membentuk sebuah komunitas yaitu Banda Island Ukulele dan terima kasih juga buat basudara di luar Banda yang sudah menyumbang Ukulele buat komunitas ini.

“Untuk itu,harapan saya kedepannya anak-anak Banda bisa belajar Ukulele dan semakin banyak teman-teman di Pulau Banda tau bermain Ukulele,”pinta Alfin

Check Also

Widya Apresiasi Kelompok Pengrajin Tenun Ikat Tawiri Dan Skip

AMBON,N25NEWS.com-Ketua Umum Dekranasda Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, berhasil mengajak para pengrajin tenun ikat di …