Berkas Perkara Abdulah Patilouw Segera Di Limpahkan Ke Pengadilan Dan Di Sidangkan

AMBON,N25NEWS.com – Kasus pencurian dan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang di Pasanea Maluku Tengah segera di limpahkan ke Pengadilan Negeri Masohi.

Kasus yang terjadi pada 16 Maret 2019 setahun silam ini, baru akan di limpahkan ke pengadilan setelah pihak Kejaksaan Negri Maluku Tengah, menerima penyerahan tahap dua berupa tersangka dan barang bukti pada kamis 6 Maret 2020.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Maluku Tengah Ronald Rettop saat di hubungi N25NEWS.com lewat Whatshap pekan kemarin.

Di jelaskannya bahwa pihak Kejaksaan bekerja secara profesional dan tidak pernah main-main dan bertoleransi terhadap tindak kejahatan pembunuhan ini.sehingga katanya,Ini adalah masalah kemanusiaan.

Selain itu menurut Rettop sebagaimana yang di ungkapkan keluarga korban, bahwa penangan kasus ini di bilang sangat lambat dan agak lama. namun kata Kasipidum ini ,yang melakukan penyidikan dan penyelidikan adalah rananya pihak kepolisian.

“Sehingga kami menunggu hasil penyelidikan tersebut dan baru kemarin P21 dan di ikuti oleh penyerahkan tahap 2 yaitu tersangka dan barang bukti dan selanjutnya tersangka kami tahan,”jelas Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Maluku Tengah Ronald Rettop saat di hubungi N25NEWS.com.

Perlu di ketahui oleh publik,bahwa menyikapi isu tentang pelaku pembunuhan menurut pihak keluarga, berjumlah 4 ( empat ) orang dimana, 2 orang RT, dan AN adalah aktor utama.

“Kita lihat saja nanti di pengadilan, kasus pembunuhan mau ditutupi seperti apapun,saya yakin pasti akan terbuka juga karena ada aktor ada action sehingga mau berbohong apapun pasti akan terkuak,jadi mari kita tunggu saja di persidangan nanti,”tegas Ronal Rettop lewat Whatshapnya.

Baca juga :   Polres Malteng Tetapkan AN Sebagai Tersangka,Publik Harap Dapat Terungkap Aktor Intelektual Di balik Kasus Pasanea

Sementara itu Farida Patilouw salah satu anak korban ketika di hubungi menegaskan bahwa siapun dia kalau menghadapi situasi seperti yang dia alami sekarang pasti mengalami kekecewaan bagaimana tidak keadilan yang di harapkan selama ini oleh keluarganya tidak kunjung didapat,bagaimana perasaan kita kalau melihat orang tua kita kembali ke Sang pencipta dengan cara yang tidak manusiawi,pasti hancur bukan?.

Apalagi kata Farida,faktanya jika mereka bertujuan mencuri seharusnya mereka ambil barang yang diinginkan karena barang, baik itu rokok dan uang berada di 2 kamar yang di masuki oleh AN dan RT, lalu pergi bukan membangunkan ayahnya,iakan?.

“Jadi kami sekeluarga lebih menilai bahwa semuanya sudah direncanakan,”ujar Farida salah satu anak korban Abdullah Patilouw seperti yang di jelaskan lewat whatshap.

Oleh karena itu Farida Patilouw mewakili keluarga korban meminta kepada Hakim dan Jaksa tolong berikan dirinya dan keluarga rasa keadilan itu.
“Sudah setahun kasus ayah saya dan berjalan begitu-begitu saja dan dan sekarang baru di sidangkan ada apa sebenarnya,”jelas Farida.

Dia dan keluarga mengharapkan media agar bisa mengawal kasus ini sehingga di ketahui publik tentang penangan perkara kematian orang tuanya dan masyarakat dapat menilai transparansi dan profesionalisme pihak penegak Hukum khususnya di Masohi ini seperti apa dalam era yang sudah terang ini.(**)

 

Check Also

Desak Periksa Bupati MBD,GPP Datangi Kejati Maluku

AMBON,25NEWS.com-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Pemuda-Pemudi (GPP) Maluku Barat Daya (MBD) mendatangi Kejaksaan Tinggi Maluku,guna …