Berlinang Air Mata, Di HUT PGRI Kemenag

AMBON,N25NEWS.com – Tak tahan mendengar lantunan merdu syair puisi yang dikumandangkan Afrika Rasid siswi kelas II Madrasah Ibtidaiyah Swasata MIS Cokro Wauheru dengan judul “Guru Pahlawanku” membuat ratusan guru yang hadir di upacara perayaan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-74 merasa terharu dengan berlinang air mata.

Selain memiliki suara merdu, Afrika Rasid juga merupakan salah satu siswi yang tergolong cerdas dan pandai dikelasnya, bahkan pernah mendapat juara pertama lomba puisi tingkat MI se-Kota Ambon tahun 2018 kemarin, dengan kategori tingkat anak-anak.

Sementara upacara HUT PGRI ke-74 jajaran Kementerian Kota Ambon, Senin(25/11) dipusatkan di MIT Daaruna’Im Wayame dengan inspektur upacara Kakamenag Kota Ambon Drs Zein Fidaus Kaisupy, dengan sorotan tema”Guru Penggerak Indonesia Maju”.

Dalam pidato singkat yang dituliskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim yang dibacakan Kaisupy menjelaskan, guru memiliki tugas termulia sekaligus yang tersulit. untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

“Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas. Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan. Anda frustrasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal. Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi dan Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi,”beber Mendikbud yang diulas Kaisupy

Dimana semua itu kata Mendikbud, kalau dirinya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada guru. Tetapi Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan.

Baca juga :   Resmi Gereja Imanuel, Gubernur : Rumah Ibadah Simbol Kehadiran Tuhan

“Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia,”ucap Mendikbud.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambil langkah pertama. Besok, di manapun guru berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.

Menyekapi hal tersebut Mendikbud menitp lima pesan yang bisa dipahami guru di Indonesia termasuk di Maluku antara lain, ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar, berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas, cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri dan tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan, sehingga apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Usai upacara Kaisupy kepada Koran ini mengatakan, kalau guru harus menjadi teladan bagi anak didik. Sudah seharusnya guru meningkatkan kompetensi diri demi mewujudkan pendidikan berkualitas, serta membangun karakter anak bangsa yang bangsa, kompetitif, dan bermartabat.

Sebab, aset terbesar bangsa adalah bakat dan kemampuan generasi bangsa. Sesuai dengan arahan Mendikbud, kalai tenaga pendidik harus mengubah mindset dalam proses belajar-mengajar.

Menurutnya, guru harus mengajarkan kepada siswa cara berdiskusi, memberikan kesempatan murid untuk mengajar, dan mengajak siswa bhakti sosial.

Dimana PGRI adalah suatu oganisasi profesi yang mampu menggerakkan guru, pendidik, dan tenaga kependidikan, bukan hanya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, harus terpanggil untuk ikut melahirkan pemikiran transformatif dalam pengembangan di dunia pendidikan.

“Guru merupakan ujung tombak dalam pembangunan bangsa Indonesia. Untuk itu harus ada ilmu dari luar buku (out of the book), selain dari ketentuan kurikulum, guna mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Reporter : Rian M

Editor : Redaksi

Check Also

Pulang Kampung, Pentury Bagikan Bantuan Tali Asih ke Dua Desa di SBB

SBB,N25NEWS.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama (Kemenag) RI, Thomas Pentury …

×

N25NEWS.com