Home / Kab Aru / Biaya Transportasi Yang Tinggi,Hambat Perkembangan Kampung KB Di Kab.Aru

Biaya Transportasi Yang Tinggi,Hambat Perkembangan Kampung KB Di Kab.Aru

AMBON,N25NEWS.COM –  Pembentukan Kampung KB di Kabupaten Kepulauan Aru dari tahun 2016 hingga tahun 2018 ini berjumlah  10 Kampung KB.

Hal ini di jelaskan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Aru Jeheskel Dumgair,S.Sos saat di wawancarai belum lama ini.

Kepada N25NEWS.COM Ia menjelaskan bahwa selain penguatan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di laksanakan pula program-program pembangunan OPD terkait secara terpadu, untuk hal ini di laksanakan secara serempak ,karena Kampung KB bukan  milik orang BKKBN tapi milik Pemerintah Pusat yang mana di percayakan KB sebagai mediasi Kampung KB yang di mulai dari desa-desa tertinggal yang sesuai dengan program NAWACITA yang ke 3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran sehingga program Pemerintah Pusat lebih fokus ke Kampung KB.

Namun demikian untuk Kabupaten Kepulauan Aru sendiri banyak sekali menemui kendala yaitu letak geografis yang terdiri dari pulau-pulau dan juga pembiayaan.

Sehingga tidak berkembangnya Kampung KB di Kepulauan Aru,bukan pihaknya lengah tapi rentan gendali dan biaya transportasi yang besar.

Bayangkan saja,untuk mengunjungi 1 Kampung KB saja kita memerlukan biaya 10 juta untuk pulang-pergi,apalagi di tambah dengan cuaca buruk,hal ini yang kadang mengganggu tugas kami,”tutur Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Aru ini.

Sehingga Ia mengharapkan adanya perhatian khusus dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Kabupaten Kepulauan Aru untuk menyediakan speed boat atau paling tidak alat transportasi sehingga biaya transportasi yang besar itu bisa di tekan sehingga kita dapat turun melihat lansung perkembangan Kampung KB.

“Saya juga berharap adanya peran OPD terkait untuk sama-sama mengeroyok program-program yang ada di Kampung KB.Sehingga Kegiatan-kegiatan yang telah disusun dalam perencanaan dapat di laksanakan dengan baik,”ungkap Dumgair.

Ia mengakui kalau anggaran untuk program KB yang di dapat dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru sangat kecil sehingga untuk melayani pulau-pulau yang banyak itu tidak berjalan dengn baik.

“Walau ada rintangan tapi kami selalu berusaha untuk menjalankan tugas dengan sekuat tenaga sambil bekerjasama dengan OPD terkait misalkan memanfaatkan tenaga-tenaga kesehatan yang ada di desa tersebut sehingga kami dapat memberikan penguatan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di pulau-pulau yang tersebar di Kabupaten Kep.Aru,”pungkasnya.

Oleh : Redaksi

 

 

About admin

Check Also

Masalah Defisit Itu Urusan Pusat ,Di Daerah Hanya Menjalankan Operasional

AMBON,N25NEWS,COM – Masalah defisit yang di alami BPJS Kesehatan saat ini,tidak berpengaruh terhadap pelayanan BPJS …