Bilik Tempat Jualan Budi Syarif Di Kosongkan Diduga Ada Diskriminasi

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Dugaan diskriminasi terhadap Budi Sayrif,terkait dengan pengosongan bilik tempat jualan di lokasi pasar Larat,dinilai suatu kegagalan total  pimpinan Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut),karena tidak punya kemampuan untuk menyelesaikan permasalah di maksud.

Adapun,pengosongan bilik tempat jualan Budi Syarif yang dilakukan pihak Kecamatan Tanut tanpa memikirkan konsdisi pandemi Covid-19.Hal ini membuktikan adanya persengkokolan antara kecamatan dan pihak koperasi untuk mengeksekusi tempat jualan tersebut.Selain itu,Camat Tanut yang pernah disentil Bupati,sepertinya telah kebal teguran sehingga acuh tak acuh dengan suatu kebiasaan.

“Saya menduga ada skenario yang dikemas sangat rapih oleh Koperasi Yamdena dengan Camat dan Wakapolsek Larat,karena di janjikan untuk mendaparkan jatah bilik dari koperasi,maka dengan cara apapun mereka mati-matian membela koperasi tanpa memikirkan asas keadilan,”ungkap Ketua DPC LAI KKT,Jams Masela kepada N25NEWS.com di Larat belum lama ini.

Selain itu,menurut Jams Camat Larat miliki kekuasaan di kecamatan,namun kewenangan tersebut,seharusnya di upayakan berdasarkan suatu keadilan yang nyata dalam pertimbangan dengan matang.Bukan sebaliknya main eksekusi tanpa pandang buluh.

Sementara itu ditempat terpisa Budi Syarif memberikan  keterangannya bahwa mengang ketidak adilan itu jelas terlihat.Selain itu,ia bersama beberapa temannya penah melaporkan Petrus Batkunda ke Polsek Larat pada bulan Desember lalu,terkait penipuan dan penggelapan uang koperasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan,namun kenyataannya masalah tersebut terkatung-katung,hingga Wakapolsek perintahkan untuk menangguhkan sementara laporan tersebut.

“Saya telah memberiakan kuasa kepada Devisi Hukum LAI KKT untuk mengadakan telaan terkait laporan polisi dan data-data,LPJ yang tidak bisa dibuktikan secara fisik saat RAT,”jelas Budi Syarif.

Selain itu,Jams berencana akan menyurati Kapolda Maluku,terkait laporan Budi Syarif yang tidak di tindaklanjuti dan juga mengirim bukti-bukti dugaan penggelapan dan penipuan di tubuh Koperasi Yamdena.

Untuk itu,Jams meminta kepada Bupati KKT Petrus Fatlolon dan Pj Sekda untuk segera mencopot dan mengevaluasi sang camat tersebut karena dinilai tak mampu memgasilitasi sebuah permasalah menjadi baik.

“Saya berharap proses ada keadilan pada permasalahan ini.Olehnya,sesuai tujuan koperasi pada  pasal 3 UU No 25 tahun 1992 yang tujuannya memajukan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat pada umumnya,maka inilah koperasi yang berasas keadilan,bukan menyegel tempat jualan milik orang lain,”tandas Jams.

Reporter      : JIA

Editor           : Aris Wuarbanaran

 

 

Check Also

Bupati KKT Setuju BLT Supir Angkot Dibayarkan

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Petrus Fatlolon menerima puluhan supir angkutan kota (angkot) di Kota …