Breaking News

BKKBN Maluku Gelar Kegiatan Penguatan Digital Leadership Dan Penguatan Forum Gendre Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2019

AMBON,N25NEWS.COM-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Maluku menggelar kegiatan Pengua Digital Leadership dan Penguatan Forum Gendre Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2019 yang berlangsung di Hotel The City Ambon,selasa (30/7/2019).

Plt Kepala BKKBN Provinsi Maluku,Dra.Renta Rego,dalam sambutannya,mengatakan bahwa,dalam konteks pembangunan manusia,pembinaan remaja memiliki peran yang sangat strategis,sebab remaja merupakan individu-individu calon penduduk usia produktif yang pada saatnya kelak akan menjadi pelaku pembangunan sehingga harus disiapkan menjadi SDM yang berkualitas.

Jelasnya,pada draf RPJMN 2020-2024 sudah disebutkan indikator utama SDM berkualitas,berdaya saing dan berkarakter yakni sehat,cerdas,adaptif,kreatif,inovatif,trampil dan bermartabat.

Sehingga remaja merupakan individu-individu calon pasangan yang akan membangun keluarga dan calon orangtua bagi anak-anak yang dilahirkan sehingga perlu disiapkan agar memiliki pencerahan dan kesiapan berkeluarga.

“Kesiapan kita dalam berkeluarga merupakan salah satu kunci terbangunnya ketahanan keluarga dan keluarga yang berkualitas sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi yang juga berkualitas,”katanya.

“Dengan demikian apabila kita gagal dalam membina remaja maka bukan hanya menjadi ancaman kegagalan pembangunan,tetapi juga ancaman kegagalan kualitas generasi berikutnya,”tutur dia.

Selain upaya pembinaan ketahanan remaja yang diusung BKKBN didesain menjadi kegiatan dari kebijakan pembangunan keluarga yang sesuai dengan siklus hidup dimana remaja sebagai calon penduduk usia produktif,mampu membangun keluarga berkualitas dan mempersiapkan 5 transisi kehidupan remaja yakni mempratikkan hidup bersih sehat,melanjutkan pendidikan,mulai berkarir,menjadi anggota masyarakat yang baik dan membangun keluarga yang berkualitas.

Jelasnya,para remaja ditingkatkan pengetahuannya oleh teman sebayanya (peer group) di PIK R serta kualitas pengasuhannya (parenting),dengan pengetahuan dan pemahaman tersebut diharapkan mereka akan terhindar dari perilaku-perilaku beresiko seperti pernikahan dini dan pernikahan anak,seks pra nikah dan penyalagunaan NAPZA.

Lebih lanjut Rego mengatakan dari aspek remajanya diantaranya pubertas/kematangan seksual dini (aspek internal),aksesibilitas terhadap berbagai media serta pengaruh negatif sebaya (ektrenal) yang menjadikan remaja rentan terhadap perilaku seksual beresiko bahkan remaja menjadi rentan mengalami kehamilan diluar nikah dan penyakit menular seksual hingga aborsi yang tidak aman.

“Kita sebagai orangtua belum memberikan pemahaman kondisi remaja seperti fisik,psikis dan sosial,banyak juga remaja yang merasa nyaman berada diluar rumah dan memilih untuk menuruti atau menjadikan teman sebayanya sebagai panutan sementara orangtua disibukan dengan rutinitas pekerjaan sehingga perhatian dan kontrol longgar termasuk kontrol atas penggunaan gadget,”tandasnya.

Oleh sebab itu,PIK Remaja dan BKR merupakan implementasi upaya pembinaan ketahanan remaja melalui pendekatan sebaya (peer group) dan keluaraga (parenting).Dimana penguatan PIK Remaja dan BKR dimaksudkan agar keluarga tidak hanya terbentuk,tetapi juga menjalankan fungsinya secara berkualitas,diakses oleh penerima manfaat dan terjaga keberlangsungannya,agar tujuan tersebut dapat tercapai diperlukan upaya-upaya strategis yang hanya bisa dilakukan oleh pengelola yang memiliki kapasitas yang relevan dengan perkembangan lingkungan strategis.

Reporter : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

About admin

Check Also

BKKBN Maluku Gelar Kegiatan Peningkatan Dan Kompetensi Teknis Pengelola Data Informasi

AMBON,N25NEWS.COM-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Provinsi Maluku menggelar Kegiatan Peningkatan dan Kompetensi Teknis …