BKKBN Maluku Gelar Sosialisasi Rebranding BANGGAKENCANA 2020

AMBON,N25NEWS.com-Awal tahun ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan rebranding dengan mengganti logo, tagline hingga jingle. Peluncuran logo baru diresmikan langsung oleh Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo di Jakarta, 2 Januari 2020.

“Berbagai usaha, daya dan upaya yang dilakukan oleh BKKBN ini adalah cara baru bagi kita untuk semakin relevan denga perkembangan masyarakat saat ini dan ke depan,”kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku,Dra Renta Rego,dalam sambutannya pada kegiatan Sosialisasi Rebranding Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) Tahun 2020 di ruang belajar Latbang Perwalilan BKKBN Maluku,(23/2).

Menurutnya,saat ini, khayalak utama BKKBN adalah generasi Millenial dan Zillenial ini sebuah keniscayaan, dimana era sekarang sudah berbeda dengan era-era yang dulu, dimana hampir 35 persen penduduk Indonesia adalah kaum millennials. Oleh karena itu, jika tidak melakukan rebranding atau cara baru dalam berkomunikasi,sepertinya sulit rasanya BKKBN diterima oleh generasi baru.

Adapun,Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku dituntut untuk bisa mengenalkan rebranding dan merubah mindset masyarakat terhadap Program KKBPK. BKKBN adalah Lembaga yang sangat strategis untuk menyiapkan generasi yang unggul, agar Maluku khususnya dan Indonesia pada umumnya menjadi lebih maju.Olehnya disinilah pentingnya perencanaan.
Disinilah pentingnya Generasi Berencana (Genre). Oleh karena itu, BKKBN kedepan dengan logo, tagline, dan jingle baru dapat mendaratkan program-program yang positf ini ditengah masyarakat.

Baca juga :   Hasil PCR Pasien RST Ambon Posetif

Selain itu,Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) kini dikemas dalam istilah baru. Menjadi Pembangunan Keluarga,
Sementara,Kependudukan dan Keluarga Berencana atau disingkat “Banggakencana” Intinya sama namun hanya istilahnya saja berbeda agar lebih mudah dipahami dan dekat di telinga masyarakat terutama di kalangan milenial dan zilenial.

Sebagaimana instruksi Presiden RI Joko Widodo, tugas birokrasi adalah menciptakan birokrasi yang mampu membuat program pembangunan bisa langsung dirasakan oleh rakyat Indonesia (making delivered).
KB juga Pemerataan pengelolaan dan pelaksanaan program Banggakencana, terutama di daerah yang memiliki capaian rendah, termasuk Daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan serta Kampung dirasakan belum optimal.

Oleh karena itu,diperlukan dukungan komitmen dari para pemangku kepentingan dan mitra kerja meliputi,organisasi profesi, organisasi pendidikan, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan,swasta,para tokohagama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat.Diperlukan secara operasional mulai dari tingkat pusat hingga ke lini lapangan.

“Unrtuk itu.saya berharap seluruh jajaran Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku dan OPD-KB se-Maluku membuka diri serta saling terbuka dalam menjalin kemitraan serta selalu berorientasi pada output dengan membuat rencana aksi yang konkret.Terimplementasi di lini lapangan serta berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,”tandasnya.

Sumber :  Bidang ADPIN cq: Kasubid Advokasi dan KIE selaku ketua panitia Neima Nurjannah, SE

Editor : Redaksi

Check Also

Gugus Tugas Covid-19,Bersama OKP Bahas Isolasi Desa

AMBON,N25NEWS.com-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi Maluku,menggelar pertemuan bersama dengan sejumlah Organisasi …