BPOM Ambon Gandeng Pemkot Gelar Rakor, Awasi Jajanan Anak Sekolah

AMBON,N25NEWS.COM – Guna mengawasi jajanan anak sekolah di Kota Ambon, Badan Pengawasan obat dan makanan (BPOM) Cabang Ambon menggandeng Pemerintah Kota Ambon melalui SKP terkait menggelar Rapat Koordinasi, yang berlangsung di ruang rapat Sekertaris Kota Ambon, Kamis (9/5).

Usai rakor, Sekertaris Kota Ambon, A. G. Latuheru mengatakan, rakor biasa ini mengahdirkan 20 SKPD terkait dalam lingkup pemerintah kota Ambon. Rapat ini sebenarnya termasuk dalam kegiatan prioritas secara nasional terkait dengan jajanan anak sekolah.

“Karena itu, memang kalau kita kenal ringan amat tapi jajanan ini menjadi kegiatan nasional yang harus kita sukseskan. Hari ini mereka akan diskusikan kemudian akan keluarkan program bersama antara Pemerintah Kota, stake holder terkait dengan BPOM untuk mengawasi jajanan yang ada di jual di sekolah-sekolah.,” katanya Latuheru.

Ia mengakui, pihaknya memprioritaskan kurang lebih ada 200 sekolah di Ambon. Dan hari ini mereka akan bicara tentang langkah-langkah yang diambil, baik itu jajanan yang dijula di kantin sekolah tapi yang paling penting adalah jajajan yang dijual diluar kantin sekolah yang menggunakan gerobak, sepeda motor dan jajanan lain yang dijual di seputar trans sekolah.

“Dengan rakor ini, bisa memberikan solusi yang relevan agar jajanan anak sekolah ini dapat diawasi dengan baik sehingga kesehatan anak sekolah dapat terjaga,” paparnya.

Ia berharap, kalau memang terbukti hasil survei dan hasil Laboratorium ada yang mengandung bakteri atau dianggap tidak higienis, mereka akan ditegur dan usaha dagangan bisa ditutup.

“Kalau memang itu dia menjajah, dia produksi makanan anak sekolah itu dalam bentuk masif maka kita akan minta akan menyesuaikan, kalau tidak perusahaannya kita minta untuk ditutup supaya tidak berdampak ke anak sekolah,” ungkap Latuheru.
Sebab, Lanjut Latuheru, mulai sedini mungkin kesehatan anak sekolah harus diperhartikan, karena beberapa tahun kedepan akan menggangu kesehatan secara keseluruhan kalau tidak diperhatikan dengan baik.

” Kesehatan anak di sekolah bukan saja tanggung jawab guru tapi apa yang dikonsumsi anak di rumah juga merupakan tanggung jawab dari pada orang tuanya. Ini perlu di awasi oleh orang tua, jangan sampai kemudian terjadi diare lalu dianggap anak konsumsi makanan yang dijual di sekolah, namun belum tentu, bisa saja perjalanan dari rumah ke sekolah ada makanan yang sudah dikonsumsikan. Jadi perhatian ini bukan saja guru di sekolah tapi bagi orang tua di rumah,” jelasnya.

Reporter :Mendy S

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Dinkes Gandeng BPOM Ambon Gelar Monitoring dan Evaluasi Apotek

AMBON,N25NEWS.COM- Dinas Kesehatan Kota Ambon Gandeng Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon menggelar monitoring …

×

N25NEWS.com