Tingkatkan Koordinasi Pembinaan Dan Pengawasan Obat Dan Makanan,BPOM Ambon Gelar Rapat Evaluasi Daerah

AMBON,N25NEWS.com-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon menggelar rapat evaluasi daerah,yang dalam rapat tersebut dibahas mengenai Pemendagri No 41 Tahun 2018 tentang peningkatan koordinasi pembinaan dan pengawasan obat dan makanan,yang berlangsung di Santika Hotel Ambon,selasa (17/12/2019).

“Berbagai kebutuhan pengawasan terhadap obat-obatan dan makanan perlu kita lakukan secara intensif dan kontinyu untuk memberikan perlindungan terhadap warga Negara,”kata Gubernur Maluku,Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan,Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr.Meikyal Pontoh.

Menurut Gubernur, setiap produk yang dikonsumsi masyarakat baik makanan maupun obat-obatan yang beredar dalam masyarakat dengan harapan semua produk obat dan makanan bisa memenuhi aspek mutu legal dan layak dikonsumsi hal ini perlu dilakukan mengingat hingga saat ini masih banyak ditemui produk makanan dan obat-obatan yang tidak layak konsumsi.

Adapun,indeks pengawasan obat dan makanan di provinsi Maluku pada angka 73,7% indeks kepatuhan masyarakat 77,27% dan indeks pengetahuan masyarakat di provinsi Maluku sebesar 51, 82% mencermati hal tersebut maka BPOM harus melakukan langkah-langkah konkrit untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan melalui kolaborasi dan sinergisme.

“Untuk itu, saya berharap agar rapat evaluasi saat ini dapat dijadikan sebagai momentum strategis untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program dan kebijakan yang telah dilaksanakan serta membangun komitmen dalam melakukan tugas pengawasan obat dan makanan di provinsi Maluku,”tandas Gubernur.

Sementara itu,Kepala Balai POM di Ambon Hariani.Apt,mengatakan dari hasil pengawasan selama ini,dimana di Pemda Maluku ada satgas pangan yang yang koordinatornya di Polda (Krimsus) yang diawal 1 Desember telah melakukan pengawasan dilapangan yang khusus untuk Natal dan Tahun Baru sampai pada 31 Desember 2019.

Baca juga :   Nilai Ekonomi Hasil Temuan Pengawasan BPOM Ambon Capai 3,814 Milyar

“Kita (BPOM) juga mengambil bagian disitu bersama steakholder yang lain,sedangkan yang kita temukan sejauh ini masih ada beberapa (bukan unsur sengaja) prodak yang ekspayer yang satu dua kemasan itu biasa,makanya kita sekarang kita selalu mengarakan ke konsumen yang juga harus cerdas,jadi setiap konsumen yang membeli harus seleksi,”ungkap Hariani.

Adapun,konsumen harus peduli minimal untuk diri sendirilah,namun prodak yang mengandung bahan yang berbahaya (jajanan-jajanan dan lain-lain),kelihatannya dan bukan hanya di Ambon saja,akan tetapi BPOM di Sembilan kabupaten/kota prodak yang mengandung bahan berbahaya sudah tidak ada lagi.

Sedangkan sekarang menjadi konsen BPOM adalah kalau khusus pangan adalah heginis sanitasi,maknya pihak BPOM tidak bosan-bosan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar masyarakt hidup dalam pola kebersihan.
Selain itu,pihak BPOM telah menginterfensi mengenai stunting dimana pihaknya telah menghimbau masyarakat untuk mengkonsumsi pangan yang bergizi agar angka stunting di Maluku bisa mengalami penurunan.
Sementara itu,Hariani mengatakan lagi,tujuan dari pada kegiatan ini dimana BPOM mengusung tema pengawasan obat dan makanan melalui kolabosasi dan sinergitas dimana kerjasama denga steakholder itu jauh-jauh hari sudah dilaksanakan,hanya saja pada moment ini agar supaya ada saling mengevaluasi,dimasing-masing kabupaten/kota apa yang sudak dilakukan untuk meningkatkan pengawasan obat dan makanan.

“nah ini yang nantinya kita bahas seperti apa interfensi kita supaya mengena langsung perlindungan kita terhadap masyarakat itu riil gitu,tidak hanya slogan yang dampaknya itu tidak terasa,”jelas Hariani.

“Nantinya hasil evaluasi ini kita akan sampaikan ke teman-teman pers agar supaya,kita saling mengingatkan,”tandas Hariani.

Reporter : Aris W

Editor : Aris W

Check Also

Latuheru Buka Workshop Monev Program Intervensi PJAS

AMBON,N25NEWS.com – Sekertaris Kota Ambon, A.G. Latuheru secara langsung membuka Workshop Monitoring Evaluasi (Monev) Program …