BPOM Tetap Intensifkan Pengawasan Makanan Ditengah Wabah Covid-19

AMBON,N25NEWS.com-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan tetap mengintensifkan pengawasan pangan dan produk yang beredar di masyarakat di waktu Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2020,untuk melindungi masyarakat dari peredaran produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan. Meski saat ini, Indonesia dan berbagai negara diterpa wabah Corona Virus Disease (Covid-19).

“BPOM akan tetap melaksanakan tugasnya dengan pedoman protokol penanganan Covid-19,secara optimal untuk melindungi petugas BPOM,pelaku usaha dan masyarakat.Kita menjaga ketenangan umat Muslim dalam beribadah,” kata Kepala BPOM RI Penny K Lukito kepada pers saat memimpin video conference bersama pimpinan dan jajaran Badan POM di seluruh Indonesia,kamis (23/4).

Dikatakannya lagi,setiap bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan pangan cenderung meningkat yang diiringi dengan peningkatan jumlah dan variasi produk pangan.Selain itu, BPOM bergerak dalam pengawasan di berbagai daerah di Indonesia bersama 33 balai besar/Balai POM dan 40 kantor badan POM di kabupaten/kota.

Adapun,menyusul pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah dan himbauan untuk tinggal di rumah, pengawasan intensif tetap dilakukan melalui layanan pesan antar atau melalui marketplace, bekerja sama dengan lintas sektor, asosiasi, maupun melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk Pramuka.

Selain itu,semua pihak yang berkepentingan, termasuk masyarakat dapat melaporkan secara aktif kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM di daerah, jika menemukan produk Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Kegiatan intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri di tengah pandemi COVID-19 ini menjadi bukti komitmen Badan POM untuk tetap melakukan pengawalan keamanan dan mutu pangan dalam rangka perlindungan terhadap kesehatan masyarakat
“Kita targetkan intensifikasi pengawasan difokuskan pada pangan olahan tanpa izin edar (TIE)/ilegal, kedaluwarsa dan rusak di sarana ritel dan distribusi pangan serta pangan jajanan berbuka puasa (takjil) yang kemungkinan mengandung bahan berbahaya,seperti formalin, boraks dan pewarna yang dilarang (rhodamin B dan methanyl yellow). Pelaksanaannya dilakukan secara mandri dan lintas sektor,”jelasnya.

Adapun,Kepala BPOM menandaskan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya produk pangan TMK selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2020, BPOM juga akan melakukan berbagai kegiatan, antara lain sosialisasi serta Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan.

“Untuk itu,saya berharap pelaku usaha pangan untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan. Masyarakat sebagai konsumen juga harus memiliki kesadaran untuk memilih produk pangan yang aman, ingat selalu Cek KLIK (singkatan dari cek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa) ketika akan membeli atau mengonsumsi produk pangan olahan dalam kemasan,”tandasnya.(**)

Check Also

Cegah Covid-19,Hariani Ajak Tingkatkan Budaya Kebersihan Mencuci Tangan

Budaya cuci tangan dan jaga kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan sabun hingga hand sanitizer harus …