BTKLPP Ambon Periksa 1000 Spesimen Covid-19

AMBON,N25NEWS.com-Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Ambon,Budi Santoso SKM.M.PH,mengungkapkan pemerintah telah memeriksa 1000 spesimen melalui laboratorium dengan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) secara real time.

Dijelaskannya,untuk kerja step pertama,3 orang dan step kedua,2 orang,setelah itu mereka off dan diganti dengan tim kedua,agar mereka dapat beristirahat.Untuk saat ini BTKLPP tak miliki 3 shif,olehnya pihaknya mendorong agar mau bekerjasama dan membuat satelit-satelit 3 lab tersebut agar dapat menerima spesimennya  dan itu pun maksimal oleh Balai POM.

“Sampai saat ini,spesimen yang telah kami periksa hampir mencapai 1000 dan yang telah dikeluarkan hasil  tesnya ada yang posetif dan juga negatif,”ungkap Santoso kepada awak media di kantor BTKLPP Karpan Ambon,jumat (29/5/2020).

Ditambahkannya,selama ini yang mengirim spesimen dari rumah sakit dan Dinas Kesehatan provinsi Maluku serta dari kabupaten/kota seperti,Kabupaten Buru,SBT dan SBB,namun yang mengirim spesimen yang paling adalah kota Ambon.

“Pengiriman spesimen langsung ke BTKLPP,yang nantinya kami bekerja selama 24  jam.Sedangkan untuk kabupaten/kota,saya tidak mengetahui jumlah spesimen yang masuk dan yang sekarang dua kabupaten/kota yang spesimenya telah masuk yakni Aru dan SBT,”ujar Santoso.

Baca juga :   Satu Pejabat Eselon II Pemprov Maluku Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebelumnya kata Santoso di step satu ada sekitar 60 orang dan pada step kedua ada 30 orang yang sementara masih berproses.Biasanya sampel pasien yang masuk setelah dari Dinas Kesehatan dan rumah sakit melakukan tracing.

“Kemungkinan kasus  pasien yang terpapar pasti akan bertambah terus.Sementara untuk sampel dari MBD,saya belum mengetahui satu per satu.Akan tetapi ada.Sedangkan untuk sampel dari kota Ambon adalah yang paling mendominasi,”jelasnya.

Adapun,untuk pasien yang terkonfirmasi,satu sampel itu sampai lima jam.Jadi,perkiraannya seperti itu,tetapi satu sampel dengan 24 sampel itu sama saja.Jadi bukan lima jam tidak seperti itu.

“Kalau misalnya 24 orang berproses,terus tiba-tiba ada satu sampel yang masuk,maka itu akan di garap oleh lainnya.Selain itu,karena harus berproses bukan tiba-tiba masuk disitu.Hal itu,tidak bisa karena harus satu seri.

Reporter       : M Nurlette.

Editor           : Redaksi

 

Check Also

Tinjau Kesiapan Uji Mandiri COVID-19, Gugus Tugas Kunjungi BPOM Ambon

AMBON,N25NEWS.com – Negara-negara di dunia masih berperang menghadapi pandemi global corona virus disease 2019 atau …