Breaking News
Minum sopi dan makan sirih pinang

Budaya Cuci Negeri Di Hukurila

AMBON,N25NEWS.COM-Ritual cuci negeri dalam kebudayaan masyarakat Negeri Hukurila Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon ini mengandung gagasan pelestarian nilai budaya yang direkam sebagai jejak kosmos yang menghubungkan negeri,leluhur dan masyarakat Hukurila yaitu konsep cuci negeri dalam budaya Maluku,peranan proses ritual cuci negeri Hukurila dan makna simbolisnya.

Cuci negeri dimaksudkan untuk membersikan segala sesuatu yang ada dalam masyarakat baik untuk bangunan yang harus dibersikan antara lain Bailehu,tempat pertemuan yang dianggap suci,atau keramat,rumah-rumah dan pekaraangan.Makna simbolik dari upacara ritual cuci negeri dilakukan agar tidak terjadi bencana pada kehidupan masyarakat,misalnya panen gagal dan wabah penyakit.

Ritual ini juga menghidupkan rasa hubungan dengan nenek moyang yang dianggap telah membangun baileu,sumber-sumber air,tempat-tempat suci lainnya,selain itu juga tetap terpelihara dan menghidupakan struktur social dan kepemimpinan adat yang merupakan dasar.

Persiapan pemanggilan Arwah Leluhur oleh
Patua adat di pimpin oleh raja negeri Hukurila

Ritual cuci negeri merupakan warisan budaya masyarakat Hukurila dalam memperkokoh ketahanan budaya negeri-negeri adat di Maluku.Oleh karena itu dalam memahami wujud dan makna simboliknya perlu dilakukan pelestarian nilai-nilai budaya di daerah Maluku,dalam realitas kebudayaan maka cuci negeri merupakan symbol kejayaan kebudayaan masyarakat negeri Hukurila.

Untuk mengungkap dan mendesripsikan konsep ritual cuci negeri yang berhubungan dengan bentuk,makna dan fungsi dalam kebudayaan masyarakat Hukurila,dua ruang lingkup penelitian di Hukurila kecamatan Leitimur Selatan,sedangkan ruang lingkup materi terdiri dari makna dan symbol serta penerapan nilai-nilai filosofinya.

Proses dan makna simbolik serta penerapan nilai-nilai budaya dalam ritual cuci negeri di Hukurila,maka unsure-unsur yang diamati secara langsung meliputi proses termasuk cara ritual yang berhubungan dengan roh leluhur,serta fungsi dan makna ritual dalam kehidupan masyarakat Hukurila pada umumnya.

Prosesi Puncak Cuci negeri yang di lakukan di
Empat penjuru negeri Hukurila

Sementara itu,upacara adat pada prinsipnya mengacu pada konsep lokal yang berhubungan dengan ritual adat yang berlangsung secara rutin dengan serangkaian tindakan atau perbuatan yang terikat pada aturan tertentu berdasarkan adat istiadat,agama dan kepercayaan,dengan jenis uapacar dalam kehidupan masyarakat seperti perkawinan,penguburan,pengukuhan kepala suku.

Upacara adat adalah suatu upacara yang dilakukan secara turun-temurun yang berlaku disuatu daerah.Dengan demikian setiap daerah memilki upacara adat sendiri-sendiri,seperti upacara perkawinan,upacara labuhan,upacara camas pusaka,semua upacara yang dilakukan didaerah sebenarnya juga tidak lepas dari unsure sejarah.

Negeri adat,dalam istilah kebudayaan orang Maluku disebut pula tampa potong pusa,gunung tanah,dua atau ketiga istilah itu menjelaskan bahwa orang Maluku memiliki keterikatan genealogis dengan negerinya.Negeri dipahami sebagai ibu (Ina),yang melahirkan,menjaga,melindungi,memelihara,menjamin keberlangsungan generasi melalui mata rumah soa,marga/fam.

Karena itu menyebut nama keluarga (fam),orang Maluku sebutan itu langsung menunjuk pada negeri asalnya,keterikatan dengan negeri adat juga dibangun oleh pusat-pusat kosmos yang dipelihara sebagai tempat sakral dan symbol pemersatu.Apa yang dimaksudkan itu antara lain negeri lama,baileu,batu teung,batu pamali,perigi keramat,rumah tua,dusun dati yang menjadi pusat tiap mata rumah atau soa.

Di Maluku Tenggara,Kepulauan Tanimbar dan MBD selain negeri lama,maka symbol yang penting adalah natar yaitu batu menyerupai perahu atau arumbae,matreal budaya yang lahir dari mitos masyarakat tentang bagaimana hebatnya nenek moyang mereka menyeberangi lautan yang penuh gelora.


Prosesi ibadah di gereja setelah
adanya penjemputan Leluhur di negeri lama

Jabatan adatis merupakan aspek penting lain yang membuat negeri adat memiliki makna mendalam bagi orang Maluku,hukum adat dalam berbagai bentuk menjadi symbol yang semakin mengkokohkan kedirian (eksistensi) anak adat atau anak negeri.Ungkapan/credo budaya sei hale hatu,hatu lesi ei atau janji pulang kampung menjadi pamali/tabu yang membuat negeri adat menjadi tempat sakral.

Adapun sebutan mama pada gilirannya bersentuhan dengan nilai-nila etika yang di yakini oleh pribadi seseorang yang menyandang status sebagai anak negeri,anak adat,jika matra itu dibawa kedalam relasi social seperti pada pela,gandong,duan-lolat,kay wai,ain ni ain,maka tata etik yang terpintal dari status anak negeri adat ialah nilai social untuk menunjukan ekspektasi kepada sudara/gandong,pela atau duan-lolat.

Negeri adat juga memiliki konsep modern yang telah dilengkapi dengan raja,soa rumatau dan perangkat negeri yang memiliki satu kesatuan yang utuh sebagai sebuah negeri.Dalam hal ini upacara adat cuci negeri sangat berhubungan dengan keberadaan masyarakat pada wilayah adat tersebut,dengan tetap memedomani hal-hal yang berhubungan dengan tradisi adat yang berlaku secara turun-temurun.

Editor : Redaksi

Sumber : Mezak Wakim, Balai Pelestarian Nilai Budaya Ambon, Jl. Ir. M Putuhena Wailela Poka, Rumahtiga Ambon

 

 

 

About admin

Check Also

Jean Metekohi Siswi SMP Negeri 6 Ambon Juara Nyanyi Solo Tingkat Provinsi Maluku

AMBON,N25NEWS.com -SMP Negeri 6 Ambon kembali menoreh prestasi demi prestasi tingkat Kota Ambon maupun tingkat …