Breaking News

Buka Kegiatan Advokasi Program KKBPK,Plt Kepala BKKBN Perwakilan Maluku Minta IBI Se-Maluku,LSM,TNI Dan Jurnalis Perbanyak Dan Tingkatkan Advokasi Program KKBPK

AMBON,N25NEWS.COM-Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Dra.Renta Rego mengharapkan semua pihak termasuk IBI Se-Provinsi Maluku,LSM,TNI dan Jurnalis mengambil peran perbanyak dan meningkatkan advokasi program-program KKBPK kepada masyarakat.

Hal ini di ungkapkannya Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku dalam sambutan pembukaan Kegiatan Advokasi Program Kependudukan Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang Berbasis Komunitas Tahun 2019,yang berlangsung di Lantai II Kantor BKKBN Provinsi Maluku,rabu (21/8/2019).

Dalam arahannya,Dra.Renta Rego menegaskan bahwa Keluarga Berencana memegang peranan yang sangat sentral dalam upaya pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG),dimana hal ini tambah Rego,merupakan tantangan sekaligus peluang bagi BKKBN untuk lebih mengembangkan program yang kental dengan muatan lintas sektor serta membingkai isu keluarga berencana dengan bingkai yang lebih luas dari isu alat kontrasepsi dan layanan dan fakta ini juga menunjukan rentang yang luas dalam hal peluang advokasi.

Jelasnya,dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan tersebut,BKKBN telah mengembangkan arah kebijakan yang akan menjadi panduan dari pelaksanaan program-program pembangunan sub bidang kependudukan dan keluarga berencana.

“Adapun program sub bidang tersebut adalah,meningkatkan akases dan pelayanan KB yang merata dan berkualitas didalam sistem jaminan kesehatan nasional,meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi dan penyiapan kehidupan berkeluarga,menguatkan advokasi dan KIE tentang KB dan kesehatan reproduksi di seluruh wilayah,meningkatkan peran dan fungsi keluarga dalam pengasuhan anak dan perawatan lanjut usia,menyerasikan landasan hukum dan kebijakan kependudukan dan keluarga berencana,menata dan menguatkan kapasitas kelembagaan kependudukan dan keluarga berencan dipusat dan daerah,meningkatkan ketersediaan dan kualitas data dan informasi kependudukan yang memadahi,serta memperkuat penilitian dan pengembangan bidang KKBPK,”jelas Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku ini.

Selain itu tambahnya, bahwa peran advokasi dan KIE nampak sangat signifikan,maka tentunya diperlukan berbagai kerjasama dan dukungan dari lintas sektor sehingga advokasi program KKBPK dapat berjalan dengan baik sehingga program KKBPK dapat berhasil.

“Pemerintah saat ini kagi mendorong program KKBPK untuk dilakukan dengan 4 pendekatan ketahanan keluarga yaitu ,keluarga berkumpul,keluarga berinteraksi,keluarga berarga dan keluarga peduli,”jelas Rego.

Baca juga :   Pemda Maluku Dan Pusat Mantapkan Sinergitas Nilai-Nilai Bela Negara

Sementara itu,sesuai arahan Presiden RI,BKKBN mendapat amanat untuk membentuk Kampung KB,sebagai poros pembangunan ditingkat desa dengan memprioritaskan sinergitas pembangunan fisik dan non fisik di desa tersebut dan memperhatikan program prioritas pemerintah lainnya yaitu untuk bersama-sama dengan kementerian dan lembaga dalam hal pengentasan kemiskinan serta pemenuhan asupan gizi anak balita mulai dari 1000 hari pertama kehidupan,khususnya pada daerah-daerah yang terdata sebagai daerah stuntinug,kemudian stuntinug yang terjadi di Indonesia sebenarnya tidak hanya ridak hanya dialami oleh keluarga yang miskin,tetapi juga dialami keluarga yang tidak miskin yang berada dinatas 40 peraen tingkat kesejahteraan dan ekonomi.

Selain itu,BKKBN Provinsi Maluku bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan pemda kabupaten/kota telah membentuk dan mencanangkan 240 kampung KB yang tersebar di 11 kabupaten/kota Provinsi Maluku.

“Dalam kesempatan inilah saya mengajak kita semua untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan kelaurga yang dapat dilakukann disetiap desa di Kampung KB,dimana Kampung KB merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan pelayanan program KKBPK kepada masyarakat dalam mengatualisasikan 8 fungsi keluarga dan membangun karakter bangsa,”katanya.
Sebagai salah satu lembaga pemerintah yangmenagani urusan tumbuh kembang anak-anak Indonesia BKKBN telah mengembangkan program pembangunan keluarga,hal ini sesuai dengan pasal 47 UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependusukan dan pembangunan keluarga secara optimal.

Meninugkatkan fungsi keluarga dalam memberdayakan lansia agar tetap sehat dan priduktif serta menjadi Lansia Tangguh dimana BKKBN mengembangkan Kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL) yang saat initelah berkembang disebagian kecamatan,selain itu dengan kesejahteraan yang baik maka keluarga akan mampu meningkatkan keharmonisan dalam keluarga dan menjamin masa depan anak anaknya dengan baik.

“Untuk itu,Kegiatan Advokasi Program KKBPK yang berbasis Komunitas tingkat Provinsi Maluku ini dapat mewujudkan Indonesia yang berdaulat,mandiri dan berkepribadian yang berdasarkan gotong royong,”tandas Renta Rego.

Editor : Tim

About admin

Check Also

Sebanyak Seratus Guru Sejarah SMA dan SMK Dari 34 Provinsi se-Indonesia, Ikuti Kegiatan INTI BANGSA

AMBON,N25NEWS.com -Sebanyak Seratus Guru Sejarah SMA dan SMK dari 34 provinsi se-Indonesia, mengikuti kegiatan Internalisasi …