Home / Hukum dan Kriminal / Bulan Ramadhan Baiknya Jauhi Provokasi Propaganda Radikal Terorisme Melalui Sosmed

Bulan Ramadhan Baiknya Jauhi Provokasi Propaganda Radikal Terorisme Melalui Sosmed

AMBON,N25NEWS.COM – Suasana bulan Ramadhan ada baiknya orang Maluku menjauhi issue provokasi propaganda radikal terorisme melalui sosial media. Seperti kita ketahui, pasca ledakan bom yang terjadi beberapa pekan lalu pada sejumlah kawasan NKRI kemudian dalam hitungan jam mendadak viral di dunia maya.

Melihat persoalan tersebut, seorang aktivis, Chreisty Alfin Souisa, (26/05/18) di Ambon kini memandang penyebaran informasi secara membabi buta oleh masyarakat umum dapat membantu teroris menyebarkan ketakutan sosial dan meningkatkan kekuatan kaum teroris.

Berkaca dari pandangan masyarakat, Souisa menyebutkan sikap radikalisme dan terorisme sebenarnya muncul karena beberapa kepentingan terselubung. doktrinisasi yang muncul dalam suatu wadah bisa juga mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara apalagi yang sifatnya serba radikal dan mengganggap dirinya paling benar.

“Motivasi yang muncul daripada perbuatan mendoktrin secara radikal yang bertopengkan agama tersebut akan berpengaruh pada munculnya spekulasi-spekulasi negatif tentang isu mayoritas dan minoritas. Nah ini yang paling berbahaya,” katanya.

Selain motif agama yang dipakai dalam penerapan doktrin, kini media sosial pula menjadi alat skema kaum tersebut untuk menjatuhkan dan menebar rasa takut dalam masyarakat demi dan untuk menguasai secara konkrit wilayah suatu negara untuk menerapkan kepentingan radikalnya secara psikologis.

Dirinya berharap, kedepan perlu adanya edukasi total, menyeluruh, sistematis, dan masif kepada masyarakat mengenai bagaimana sebaiknya menggunakan teknologi komunikasi serta dampak buruknya jika tidak dipergunakan dengan semestinya.

Baik untuk masyarakat maupun untuk diri sendiri mengingat sampai saat ini kita masih ada dalam suasana kebersamaan merayakan bulan ramadhan bersama saudara muslim.

“Jangan sampai, isu propaganda lewat sebaran didunia Maya kemudian menimbulkan efek ketakutan tersendiri bagi mereka yang menjalaninya,” pungkasnya.

Selain itu, perguruan tinggi harus memperketat penerimaan dan pengawasan mahasiswanya, dikarenakan penyebaran paham radikalisme ini secara masif telah masuk dalam jantung perguruan tinggi.

“Terorisme ini kan dimainkan oleh mereka-mereka yang berintelektual, mereka berada disekitar kita namun sering kita tidak menyadarinya,” ucapnya.

Kini penetapan Revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Anti Terorisme telah disahkan oleh DPR RI kemarin, (25/05) di Jakarta, artinya pergerakan terorisme sudah bisa ditekan lewat upaya preventif.

Lantas bagaimana mewaspadainya? Masyarakat Maluku jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu propaganda dan membantu aparat keamanan dengan melakukan pelaporan apabila ada yang dicurigai pergerakannya sebagai teroris.

“Lalu masyarakat Maluku perlu sadar, bahwa tindakan menyebar video dan gambar korban teroris berarti sama saja dengan kita membantu para teroris untuk memperlancarkan aksinya di media sosial,” tandasnya.

“secara sadar kita perlu belajar dari kejadian di Surabaya agar lebih waspada kedepannya,” tutupnya.

About admin

Check Also

Berlagak Seperti Preman Seorang Oknum Pegawai Perhubungan Tantang Masyarakat Duel

AMBON,N25NEWS.COM-Berlagak seperti seorang preman jajalanan salah seorang pegawai perhubungan Kota Ambon tantang salah seorang masyarkat …