Breaking News

Bupati Malra Menghadiri Acara Syukuran Perayaan Misa Pertama Imam Baru RP. Everardus Resubun, MSC

MALRA,N25NEWS.COM – Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun menghadiri Acara Syukuran Misa Pertama Imam Baru RP. Everardus Resubun, MSC di Gedung Gereja St. Maria Ohoi Ngilngof, Senin, 10/6/2019.

Bupati Maluku Tenggara (M. Thaher Hanubun), Wakil Bupati Maluku Tenggara (Ir. P. Beruatwarin, M.Si), Pj. Sekretaris Daerah (Drs. M. Teslatu, M.Si), Pimpinan dan Anggota DPRD, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Pimpinan OPD Kab. Malra serta umat Paroki Namar dan Ohoi sekitarnya.

Dalam sambutannya pada acara tersebut, Bupati Maluku Tenggara mengatakan, “Hari ini, Ohoi Ngilngof Woma El Valken dipenuhi berkat atas perayaan Ekaristi dan Misa Pertama Imam Baru yang Kita Cintai Pastor Everardus Resubun, MSC dan Pastor Andika Rumwarin Fofid, OFM, setelah 27 tahun Woma El Vallen menanti adanya Imam Baru lagi.”tandasnya.

Iapun berharap, semoga peristiwa bahagia hari ini menjadi tanda solidaritas dan persaudaraan di Ohoi Ngilngof yang kita cintai.
“Hidup ini, adalah kesempatan,
“Hidup ini, Untuk melayani Tuhan, Jangan sia-siakan, waktu yang Tuhan beri,
Hidup ini harus jadi berkat,”Lanjut Bupati.

Selain itu katanya, penggalang kalimat dalam lagu “Hidup ini, adalah kesempatan..” Sungguh-sungguh telah mengubah Nurani kita untuk merefleksikan seluruh perjalanan hidup kita, apakah sudah menjadi berkat bagi banyak orang, ataukah kita cenderung menyia-nyiakan waktu yang Tuhan berikan untuk kita?

Menurut Beliau, “Hari ini, Pastor Everd dan Pastor Andika menunjukan betapa mereka memanfaatkan waktu yang Tuhan berikan untuk menyatu dalam Pelayanan bagi sesama dengan menjadi Imam dan Gembala di Tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus, mengikuti jejak Pendahulu Imam Misionaris MSC, diantaranya Yang Mulia Uskup Joseph Tethool, MSC, Pastor Young Ohoitimur, MSC dan Imam Misionaris asal Woma El Valken lainnya.”uangkap Bupati.

Lebih lanjut Bupati Maluku Tenggara mengatakan bahwa Kedudukan Ohoi Ngilngof dalam Sejarah Gereja Katolik di Tanah Kei memiliki Peran yang sangat strategis selain Ohoingur (Langgur) sebagai Pusat Perkembangan Iman Katolik.

Sehingga dengan begitu dari Woma El Valken ini, lahir guru-guru perdana Katolik yang turut menyebarkan Iman Katolik sampai ke Tanah Papua. Dari Woma El Valken ini, lahir Uskup Pribumi pertama dari Maluku, yakni Yang Mulia Almarhum Uskup Joseph Tethool, MSC. Dari Woma El Valken ini, Keteguhan Iman Umat Katolik dicontohi lewat Peristiwa Penyelamatan Pastor Bedoux dan Pastor Van Lith, dimana Umat Katolik Ngilngof saat itu disiksa hanya untuk memberitahukan keberadaan kedua Misionaris itu pada Peristiwa Pembantaian Monsinyur Johanis Aerts dan kawan-kawan.

Baca juga :   Pastikan Lima Bahan Pokok Aman Di Konsumsi,Disperindag Malra Lakukan Pengawasan Rutin

“Hal ini penting saya sampaikan pada kesempatan ini bukan tanpa alasan melainkan agar seluruh Umat Katolik Ngilngof menyadari betapa Orang-orang Tua Ohoi Ngilngof telah menunjukan jalan Iman yang kuat dan perlu diteladani oleh Woma El Valken Ni Sasa’ai,” tegasnya.

Tidak hanya Persoalan Iman terhadap Gereja Katolik, Woma El Valken juga menorehkan sejarah dalam Pemerintahan Kab. Maluku Tenggara tercatat sebagai Salah satu Tokoh Pendiri Kab. Maluku Tenggara dan menggantikan Bitik Chaniago.

Bupati Muluku Tenggara lebih lanjut mengatakan bahwa Pemerintah Kab. Maluku Tenggara memiliki Komitmen yang besar untuk terus mengembangkan Iman Seluruh Umat Beragama di Bumi Larwul Ngabal, Yang salah satunya lewat bantuan Pembangunan Sarana Peribadatan serta Kegiatan-Kegiatan Keimanan lainnya.

Untuk itu Pemerintah daerah saat ini, menempatkan Adat, Aingam en hov Kubni pada posisi yang sejajar. Adat harus diberikan tempat yang sebesar – besarnya untuk menangani kewenangannya, begitu juga Aingam dan Kubni. “Supremasi ini harus tetap dijaga karena ‘Saya’ percaya Tiga Tungku sebagai alas Budaya Suku Kei sebagai warisan berharga para leluhur adalah jalan untuk membawa Maluku Tenggara ke arah yang lebih baik,”tegasnya.

Bupati mengajak semua umat yang hadir pada acara tersebut untuk terus menjaga solidaritas antar Umat beragama.

“Hilangkan Perbedaan, Hilangkan Kecurigaan, Hilangkan dendam dan iri hati, Mari kita bergandeng Tangan, menyatukan Hati Pikiran dan Jiwa Kita untuk menghantar Maluku Tenggara ke arah yang lebih baik,
It Huung Fo Rew, Ne Itu Suman Fo Rad,”tandas Bupati Malra.

Sumber :Humas Pemda Malra

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Bimas Islam Kemenag Laksanakan Penyusunan Anggaran 2020

AMBON,N25NEWS.com-Tahun 2019 akan berakhir dalam beberapa dalam beberapa bulan, mengingat hal tersebut, Bidang Bimas Islam …