Breaking News

Merasa suara yang di raih tidak signifikan pada Pilpres dan Pileg 17 April lalu,timsus caleg Jhon Mainake dari partai Nasden nomor urut satu dapil Nusaniwe mengintimidasi masyarakat lewat pemutusan suplay air bersih di RW 01 Kampung Goga Batu Gantung Ambon.Berita lengkapnya dapat di baca di sini:http://www.n25news.com/timsus-caleg-jhon-mainake-intimidasi-warga-rw-01-kampung-goga-batu-gantung-ambon/

Dikirim oleh KABAR AMBON pada Selasa, 23 April 2019

Caleg Petahanan Jhon Mainake Bantah Intimidasi Warga Kampung Ganemo

AMBON,N25NEWS COM-Calon Anggota Legislatif (Caleg) petahanan Jhon Mainake dari Partai NasDem membantah telah melakukan intimidasi terhadap warga RT 002, 003 dan 006/RW 01 kampung Ganemo kelurahan Kudamati Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Mainake kepada awak media di Ambon, Rabu(24/4) menegaskan, bahwa dirinya merasa kecewa dengan berbagai pemberitaan yang menyudutkan bahwa dirinya telah melakukan intimidasi lewat oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Beredarnya pemberitaan tentang diri saya selaku caleg dari Partai NasDem Dapil Nusaniwe. Saya mau katakan dengan tegas kalau saya tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu,”tegasnya.

Selaku caleg petahanan dari anggota DPRD Kota Ambon dirinya mengakui, kalau sejak proses Pemilu kemarin, dirinya pernah turun dilokasi tersebut untuk berkoordinasi dan menawarkan kerjasama dengan warga setempat dan bukan untuk intimidasi warga.

Alhasil dari koordinasi dalam pemilihan kemarin, Mainake mendapat suara sebanyak 81 suara dibandingkan periode Pemilu 2014 hanya mendapat 33 suara di daerah tersebut, sehingga terjadi peningkatan.

Sementara menyangkut dengan persoalan seperti diberitakan kata Mainake, selama menjadi ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, bahwa krisis air yang terjadi dilokasi tersebut, bukan lagi menjadi persoalan baru, sebab debit air di daerah tersebut sudah sangat sedikit.

“Sebagai wakil rakyat dan Ketua.Komisi II di DPRD Kota Ambon juga sudah berkoordinasi dengan pihak PDAM terhadap berbagai keluhan masyarakat yang menyangkut dengan persoalan air, sehingga jika ada yang menuding saya itu a berita pemutusan air itu berita hoax,” ucapnya.

Bukan hanya itu, selaku pribadi dan atas nama keluarganya yang merasa telah dipermalukan di media sosial (medsos), Mainake juga telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan pemilik akun Facebook yang telah menyebarkan berita  bohong dandpencemarsn nama baikan Ditreskrimsus Polda Maluku, sehingga tinggal hanya menunggu proses hukum selanjutnya dengan pelanggaran UU ITE dalam penyebaran berita bohong.

Baca juga :   Gebernur Maluku,Pemerintah Targetkan Tahun 2025 Sampah Plastik Berkurang 75 Persen

Hal yang sama juga disampaikan Deni Erubun salah satu warga kampung Ganemo mengatakan, setelah mendapat informasi lewat pemberitaan media tanggal 23 April yang disampaikan Leo Tutkei yang mengatakan ada ancaman dari Partai Nasdem, ternyata tidak benar dan setelah dicek ternyata itu hanya karangan atau rekayasa dari Leo Tutkei sendiri.

Bahkan dirinya juga menolak informasi yang mengatakan Jhon Mainake telah melakukan pertemuan gelap, tetapi pertemuan yang dilakukan di rumahnya itu dilakukan secara terbuka yang dihadiri seluruh warga RT 002 dan 001, satu minggu sebelum proses pemilihan.
Termasuk juga dengan persoalan air yang mengatakan dirinya telah menyuruh orang untuk mematikan air dan itu semua hanya berita hoax yang tidak bertanggungjawab.

Hal senada juga disampaikan Ketua RT 002/RW 01 Adam Batkonde yang mengatakan, selaku Ketua RT dirinya membantah kalau ada warganya yang mendapat intimidasi dari Jhon Mainaki seperti yang disampaikan Leo Tutkei, termsuk persoalan yang menjadi keluhan warga dan itu bukan persoalan baru, tetapi sering terjadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan suka atau tidak suka.

“Setelah pemilu selesai, beta suru panggil Leo Tikei, karena dia staf saya, emang kita dua beda pilihan dan beta tanya dia mengaku hanya asal bicara saja,”ungkapnya.

Reporter : Gali M

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Sebanyak Seratus Guru Sejarah SMA dan SMK Dari 34 Provinsi se-Indonesia, Ikuti Kegiatan INTI BANGSA

AMBON,N25NEWS.com -Sebanyak Seratus Guru Sejarah SMA dan SMK dari 34 provinsi se-Indonesia, mengikuti kegiatan Internalisasi …