Breaking News

Camat Tanut Dan Kepala UPTD Dispenda Larat Ejek Seorang Pedagang Sayur

AMBON,N25NEWS.COM-Perbuatan Camat Tanimbar Utara,D.Sabono dan Kepala UPTD Dispenda Larat Ampy Laritmas,sangat tidak patut di contohi,dimana kedua publik figur ini dengan sombong dan angkuhnya mengejek seorang pedagang sayur yakni Ibu Yuli Melmambesy,dengan mengata-ngatai korban bahwa korban tidak tau mandi.

Informasi yang didapat N25NEWS.COM dari salah satu sumber di Larat Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT),dimana korban sebagai pedagang sayur di pasar Larat mendapat tindakan semana-mena dan bukan itu saja Camat Tanut Dan Kepala UPTD Dispenda Larat memerintahkan Satpol PP untuk menghancurkan semua jualan korban berupa sayur-sayuran (kangkung) yang berjumlah 150 ikat dengan harga Rp.5.000 per ikat,hingga semua barang dagangannya rusak dan tidak bisa dijual lagi di pasar Larat,rabu (3/7/2019).

Kejadian yang dapat dikatakan biadab ini,terjadi sekitar bulan November 2018,akan tetapi kejadian tersebut membuat korban saat mengalami trauma yang sangat mendalam dan belum dapat berjualan kembali di pasar untuk menafkahi kehidupan keluarganya.

Korban pun menuturkan bahwa si Camat D.Sabono dan Kepala UPTD Dispenda Larat Ampy Laritmas dengan teganya memprovokasi ibu-ibu pedagang sayur lainnya untuk mengusir korban dari pasar,bila korban kembali melakukan aktifitasnya di pasar.

Baca juga :   Gubernur Kukuhkan  Ny.Widya Murad Ismail Sebagai Bunda Paud Provinsi Maluku

Ironisnya kedua (Sabono dan Laritmas) dengan congkak dan sombongnya mempersilakan dan menantang korban untuk melaporkan mereka berdua kepada siapapun termasuk Presiden RI sekalipun dia (Camat) tidak takut dan akan menghadap.

Akibat dari perbuatan kedua pelaku ini,korban menanggung malu selaku perempuan Tanimbar yang berasal dari desa Watmuri Kecamatan Nirunmas (KKT) dan hingga kini korban pun belum dapat melakukan aktifitas akibat trauma yang dialami.

Korban berupaya untuk menemui Bupati KKT,Petrus Fatlolon untuk mengadukan perbuatan arogan kedua pelaku yang mana telah mencoreng martabat Pemerintah Daerah.Martabat ASN dan terlebih lagi kedua pelaku telah merendahkan martabat perempuan Tanimbar.Namun hingga saat ini korban belum dapat menemui Bupati karena ada kesibukan Bupati yang memang tidak bisa diabaikan.

Untuk itu,korban berharap mendapatkan keadilan dan perlindungan dari Bupati KKT dan selaku perempuan Tanimbar untuk kembali melakukan aktifitasnya berdagang di pasar guna menghidupi keluarganya.

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Ketua DPD KNPI,Berharap Semua Pihak Dukung Kongres GMNI di Ambon

AMBON,N25NEWS.COM-Ketua Dewan Pimpinan Daerah Maluku Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku M. Faisal Saihitua …