Breaking News

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Pemdes Waisarissa Gelar Sosialisasi KDRT

WAISARISSA,N25NEWS.COM – Guna mencegah tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak  maka Pemerintah Desa Waisarissa menggelar kegiatan sosialisasi  Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang digelar di ruang rapat utama Kantor Desa Waisarissa,  pada Selasa (8/1/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, camat Kairatu Barat, Sarah Petronella Seipara, Pejabat Raja Waisarissa Julius Paunno beserta Staf dan staf Program Gasira, Yarnis Maulany serta  sejumlah ibu peserta Sosialisasi.

Dalam keterangan persnya, camat Kairatu Barat, Sarah Petronella Seipara menyatakan,Kegiatan sosialisasi KDRT yang disampaikan narasumber sangat penting agar para peserta bisa memahami  bahwa  untuk tindakan pelanggaran  KDRT telah diatur dalam undang-undang sehingga sehingga perempuan dan anak  tidak dapat diperlakukan semena-mena oleh laki-laki atau suaminya.

“Lewat sosialisasi yang mereka terima ini ,  maka  apabila ada keluarga-keluarga yang menjadi  korban,  entah itu kekerasan secara fisik  dan  psikis   ataupun seksual,  maka ada posko yang bisa menangani atau melaksanakan pendampingan bagi korban, sehingga korban itu  tidak merasa  sebagai orang yang di pinggirkan” ungkap Serpara.

Menurut Serpara, dengan adanya undang-undang atau regulasi yang mengatur kekerasan perempuan dan anak maka hak-hak perempuan dan anak di lindungi oleh hukum.

“Jadi diharapkan  oleh ibu-ibu yang ada ini,  jangan mau diperlakukan semena-mena oleh tindakan kekerasan  suami atau  siapapun, tetapi ada aturan yang mengatur untuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang menyangkut Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)yang lebih khusus bagi perempuan.”jelasnya.

Sementara staf Program Gasira, Yarnis Maulany saat ditemui usai kegiatan sosialisasi menyatakan,  kekerasan terhadap perempuan semakin hari semakin meningkat, menurut catatan komnas perempuan dan Gasira  terlebih khusus untuk kasus  KDRT.

Pasalnya, banyak perempuan korban KDRT memilih tertutup karena berbagai pertimbangan seperti anak, suami, dan aib keluarga serta ruang privasinya tidak ingin terganggu.

Tujuan dari sosialisasi KDRT menurut Maulany, adalah agar peserta mengetahui bahwa untuk melindungi Perempuan dari Tindak KDRT ada payung hukum yang melindungi.

“Agar Mereka kemudian tahu, bahwa Mereka tidak harus mengalami kekerasan dan semua persoalan itu tidak harus di selesaikan dengan kekerasan”jabarnya

Maulany mengaharapkan,  setelah dilakukan sosialisasi maka ada kegiatan tindak lanjutnya yaitu pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) yang akan melakukan tugas pendampingan bagi perempuan dan anak Korban KDRT yang didanai oleh Alokasi Dana Desa(ADD).

“Jadi Kami Gasira akan diajak untuk memberikan pengetahuan dan melatih kelompok (Pokja) untuk bisa siap melayani korban,  ketika ada korban yang mengaksesnya,sehingga kebutuhan perempuan dan anak korban kekerasan yang  cukup tinggi ini ,  akan terpenuhi haknya baik untuk pemulihan maupun untuk keadilan” urainya.

Penulis   : Nicko Kastanja

Editor     : Redaksi

About admin

Check Also

Gelar Konsultasi Renstra , Staf Ahli LPPM Paparkan Kondisi Riil & Peluang Buano

PIRU,N25NEWS.COM – Dalam rangka merevitalisasi kearifan lokal untuk pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) berkelanjutan di …