Cegah Stunting Kemendagri Pilih Maluku Jadi Tuan Rumah Workshop Konvergensi

AMBON,N25NEWS.com-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Ditjen Bina Pembamgunan Daerah (Bangda) menggelar Workshop Penguatan Kelembagaan,Pemantauan,Benchmarking dan Pembelajaran Antar Daerah dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Penanganan Stunting di Indonesia.

Workshop dipusatkan di Kota Ambon,Maluku,tetpatnya di Swissbell Hotel,kamis (19/11),dihadiri perwakilan dari 10 provinsi yakni,Sulawesi Utara,Sulawesi Tengah,Sulewesi Selatan Gorontalo,Sulawesi Barat,Sulawesi Tenggar,Maluku Utara,Papua dan Papua Barat dan ikut juga perwakilan dari 11 kabupaten/kota se-Maluku.

Dirjen Bangda Kemendagri Hari Nur Cahya Muri saat membuka workshop mengatakan,Maluku menjadi salah satu prioritas sebagai lokasi penyelenggaraan workshop ini.

“Ada pertanyaan menarik dari ibu Gubernur Maluku kenapa memilih Maluku ?,sebenrnya pilihannya ada 10 provinsi,tetapi saya sudah jatuh hati kepada provinsi Maluku,”kata Dirjen.

Adapun,Dirjen juga mengajak para peserta agar dapat memanfaatkan waktu untuk mengunjungi spot-spot wisata di Kota Ambon dan beberapa wilayah di Maluku.

“Di Maluku ini,khususnya disekitar kota ada pantai Liang,Pintu Kota,Siwang,ada Ora dan Pulau Osi yang keindahannya tidak ada didaerah lain,”kata Dirjen.

Sementara itu,Gubernur Murad Ismail dalam sambutannya yang disampaikan Sekda Maluku,Kasrul Selang menyampaikan apresiassi kepad Dirjen Bangda yang telah memilih Provinsi Maluku sebagai tempat pelaksanaan workoshop ini.

Gubernur mengatakan,dalam upaya aksi konvergensi percepatan pencegahan stunting,maka harus melalui intervensi gizi yang terpadu mencakup intervensi gizi sensitif.

Dijelaskannya,pengalaman global menunjukan bahwa penyelenggaraan intervensi yang terpadu untuk menyasar kelompok prioritas merupakan kunci keberhasilan perbaikan gizi,tumbuh kembang anak dalam pencegahan stunting.

Dikatakannya lagi,peran perencanaan pembangunan menjadi sangat penting dalam mengintegrasikan perencanaan,mulai dari level desa,kabupaten,provinsi dan pusat.

“Oleh karena itu pada tahap perencanaan diarahkan pada upaya penajaman proses perencanaan dan penganggaran reguler,yang berbasis data/ informasi faktual agar program yang disusun lebih tepat sasaran,”jelasnya.

Peratuaran Pempriv Maluku,kata Gubernur melalui program inovasi parenting”Potong pele stunting yang didukung Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Provinsi Maluku sebagai Duta Parenting telah melakukan yang mengacu pada lima pilar percepatan,pencegahan stunting yaitu,komitmen dan visi kepemimpinan kampanye dan komunikasi perubahan perilaku konvergensi,koordinasi dan konsolidasi program pusat,daerah dan desa,ketahanan pangan dan gizi serta pemantauan dan evaluasi.

Baca juga :   Kunjungi Desa Wangel dan Durjela, Gubernur dan Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Disambut Warga

“Aksi yang kami lakuka ini,telah memberikan dampak yang signifikan,pada penurunan stunting di Maluku,”ujarnya.

Berkaitan dengan pelaksanaan Workshop Konvergensi Stunting,Gubernur juga menyampaikan kepada Dirjen Bangda atas dukungan dan perhatiannya dalam memantau secara langsung lokus stunting di Maluku.

“Saya berharap,melalui aksi konvergensi pencegahan stunting oleh pemerintah pusat dapat menurunkan angka prevalensi stunting di wilayah Timur Indonesia termasuk di Maluku,”jelas Gubernur.

Sementara itu,Duta Perangi Stunting (Parenting) Maluku Widya Pratiwi Murad Ismail menjelaskan sejak dilantik sebagai Duta Parenting,pihaknya selalu mendorong pelaksanaan aksi Konvergensi melalui OPD-OPD terkait yang diakomodir oleh Bappeda.

Di hadapan Dirjen Bangda,Widya juga menjelaskan,provinsi Maluku telah mengukuhkan kabupaten/kota sebagai Ibu Parenting yang dikenal dengan sebutan bahasa daerah ‘Ina Parenting.

Semua daerah di Maluku memiliki Ina Parenting dengan sebutan khas masing-masing.

Mulai dari Kabupaten Maluku Barat Daya,Maluku Tengah,Seram Bagian Barat dan Buru Selatan.

Misalnya,Mama Parenting,untuk Kota Ambon,Renad Parenting untuk Kota Tual,Nina Parenting,untuk Seram Bagian Timur,Asnib Parenting,untuk Maluku Tenggara,Jinang Parenting,untuk Kabupaten Kepulauan Aru,Enang Parenting,untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Ngina Parenting untuk Kabupaten Buru.

“Ibu Parenting berarti ibu yang mengasuh anaknya.Parenting juga kepanjangan dari Perangi Stunting,artinya ibu-ibu yang bertugas didaerah masing-masing untuk memerangi stunting,”terang Widya.

Sebagai Duta Parenting Ina Latu Maluku,ibunya anak-anak Maluku Widya berharap adanya kerjasama dengan OPD terkait telah mengunjungi anak-anak di lokus stunting untuk melihat langsung permasalahan yang dialami.

Di tahun 2019,kata Widya,dirinya telah mengunjungi desa lokus stunting di SBB,Malteng dan Kepulauan Aru.Dan pada tahun 2020 dia juga telah mengunjungi desa-desa lokus stunting di SBT,MBD dan Malra.

Dari berbagai kunjungan itu,terdapat sejumlah permasalahan yang umumnya dialami oleh masyarakat di desa-desa lokus stunting seperti,masalah ketersediaan air,pernikahan dini,kepemilikan jaminan kesehatan dan masalah sanitasi termasuk ketersediaan jamban sehat.

“Yang membuat saya merasa sedih,sebenarnya masyarakat Maluku memiliki sumber daya alam yang cukup.Laut Maluku melimpah dengan ikan,namun banyak ibu-ibu di lokus stunting yang justru memberikan mie instan untuk anak-anaknya,”tandasnya.

Sumber    : Humas Pemprov Maluku

Editor       : Aris Wuarbanaran

 

Check Also

Bahas Hasil Evaluasi RAPBD,Pemprov Apresiasi Banggar DPRD Maluku

AMBON,N25NEWS.com-Pemerintah Provinsi Maluku mengapresiasi kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Maluku dalam Pembahasan Hasil Evaluasi RAPBD …