Christina Tahya Minta Hakim Menghukum Pelaku Pembunuhan Adiknya Seberat- Beratnya

AMBON,N25NEWS.com-Sidang kasus pembunuhan Daniel Tahya yang di lakukan terdakwa Jeky Mustamu alias Gabriel Mustamu,warga desa Haruku Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah (Malteng),masih terus berlansung di Pengadilan Negerin Ambon dan telah memasuki pitusan Hukuman oleh Hakim.

Namun keluarga korban merasa bahwa dakwaan jaksa Penuntut Umum terlalu ringan tidak setimpal dengann perbuatannya yang mehilangkan nyawa saudara mereka.

Hal ini di ungkapkan Christina Tahya kakak Almarhum Danniel Tahya kepada N225NEWS.com kamis 13 Agustus 2020.

Menurut Christina tuntutan Jaksa Penuntut Umum terlalu ringan dan telah mencederai rasa keadilan dan rasa kemanusiaan. Mereka kecewa lantaran koban dibunuh oleh Jaky Mustamu secara sadis,dimana korban bacok dengan parang secara berulang-ulang hingga tewas.

“Kalau nantinya putusan hakim terhadap terdakwa hanya 9 tahun penjara,maka menurut saya sangat tidak adil dan mencederai rasa kemanusiaan,” kata kakak korban Christina Tahya.

Lebih lanjut dijelaskannya,persidangan yang telah digelar sebanyak 4 kali ini,namun anehnya pihak pengadilan tidak memberitahukan kepada pihak keluarga korban saat persidangan ke empat tersebut.Padahal sidang keempat itulah Jaksa menuntut terdakwa dengan penjara 12,tanpa sepengetahuan keluarga korban.

Baca juga :   Staf PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Pattimura Ambon Dipukul Ajudan Gubernur

Selain itu,pada persidangan sebelumnya pengacara terdakwa dalam pembelaannya meminta keringanan hukum kepada terdakwa kurang lebih 9 tahun penjara.Hal inilah yang dinilai keluarga korban, ada kecurigaan skenario untuk meringankan hukuman terdakwa.

“Kami keluarga korban tidak terima jika terjadi putusan 9 tahun penjara.Bagi kami,nyawa manusia lebih berharga diatas segala-galanya dan merupakan makluk ciptaan Tuhan yang termulia,makanya kami menolak putusan 9 tahun itu,”jelas kakak kandung korban.

Adapun,kakak korban menandaskan hukum di republik ini harus ditegakkan tanpa pandang buluh.Ia kuatirkan jika hukum disalahgunakan maka sudah barang tentu masyarakat tidak akan mematuhinya lagi.Apalagi kalau di mainkan yang salah jadi benar dan yang benar jadi salah dan jangan sampai stigma KUHAP kasih uang habis perkar itu menjadi tradsi aib di Negara ini.

“Untuk itu saya berharap hukum ditegakkan secara adil,namun kalaupun putusan dari Hakim itu dianggap sesuai dengan perbuatan terdakwa,maka sebagai warga Negara yang taat hukum kami siap menerima keputusan apapun yang terjadi dan biarlah apapun yang kita lakukan pada waktunya kita akan mempertanggung jawabkannya di hadapat Tuhan,”tandas Christina Tahya kakak korban.

Check Also

Ada Apa Dengan BPN Ambon? Melakukan Pengukuran Di Atas Lahan Yang masih Bersengketa Di Jalan Sam Ratulangi

AMBON,N25NEWS.com – Langkah Badan Petanahan Nasional (BPN) Kota Ambon yang melakukan pengukuran lahan RM Ayah …