Home / Kab SBT / DAK Bermasalah, Kelian : Harus Dibentuk Pansus
ketua Komisi C DPRD SBT, Arobi kilian

DAK Bermasalah, Kelian : Harus Dibentuk Pansus

SBT,N25NEWS.COM – Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara, antara lain untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat,  wujud pencapaiannya adalah terbentuk dalam otonomi daerah.

Salah satu perwujudan pelaksanaan otonomi daerah adalah pelaksanaan desentralisasi, dimana kepada daerah diserahkan urusan, tugas dan wewenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan.

Salah satu bentuk hubungan keuangan pusat dan daerah adalah Dana Alokasi Khusus (DAK), dimana dana yang bersumber dari pendapatan APBN, dialokasikan/ditransfer kepada daerah untuk membiayai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan merupakan prioritas nasional, sehingga dapat membantu mengurangi beban biaya kegiatan khusus yang harus ditanggung oleh pemerintah daerah.

Pertanyaannya adalah apabila pemerintah  daerah Kabupaten SBT tidak mampu mengelola dana DAK sehingga harus berujung pada pengembalian sejumlah dana ke pemerintah pusat,  hal ini tentu menjadi catatan buruk bagi pemerintahan SBT.

Kepada wartawan ketua Komisi C DPRD SBT, Arobi kilian menyampaikan bahwa selama tiga tahun berturut-turut dana DAK bermasalah.

“sayangnya tiga tahun berturut-turut terjadi,  kalau seandainya tahun pertama sudah terjadi,  tahun kedua harus diantisipasi”. Ujar Kilian

Lanjutnya “ini kita di SBT lagi susah uang tetapi pemerintah daerah hobi bakar uang”katanya.

Menurut Kelian apabila hal ini terus terjadi,  maka komisi C DPRD akan mengambil sikap membentuk tim Pansus untuk menyelidiki permasalahan ini,  karena ini sangat berdampak pada perekonomian Masyarakat SBT.

“Tahun 2016 terjadi, tahun 2017 terjadi, tahun ini  evaluasi kemarin membuktikan bahwa seluruh OPD untuk transfer DAK dari pusat ke daerah, itu nol persen,”tegasnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini pun menilai, pemerintah daerah tidak serius dalam membangun daerah ini.

“ Menurut saya, pemerintah daerah hanya punya tiga tugas, yaitu perintah, tanda tangan, dan marah-marah,” tegas Kelian.

Oleh : Yatie.R

 

About admin

Check Also

Warga Effa : Pelantikan Kades Effa Tidak Sah

SBT,N25NEWS.COM – Sejumlah warga Desa Effa,  Kecamatan Watubela Kesui,  Kabupaten Seram Bagian Timur,  senin pagi …