Breaking News

Dari Workshop Pemantapan Manajemen Kinerja dan Evaluasi DAK Subbidang KB Wagub Minta BKKBN Perbanyak Pendampingan

AMBON,N25NEWS.COM -Workshop yang berlangsung sehari di lantai V Hotel Cantika,Selasa(18/6) dengan agenda pemantapan manajemen kinerja evaluasi DAK Subbidang Kelauarga Berencana (KB) yang dibuka Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno meminta pihak BKKBN Maluku agar lebih memperbanyak pendampingan.

Didepan Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat Nofrijal yang turut dalam workshop tersebut Wagub mengatakan, Maluku dikenal dengan bingkai budaya pela dan gandung, mayang pinang mayang kelapa, timbang cengke di Saparua orang bilang adik dan kaka, sagu salempeng dipatah dua, kini sudah betul-betul aman dan kondusif, paskah konflik kemanusiaan tahun 1999 lalu.

Untuk itu Wagub meminta agar dapat menceritakan agar Maluku saat ini telah aman. damai dan tidak perlu sungkang lagi untuk datang ke Maluku.

Ia mengatakan sejak nomenklatur nama Badan Koordinasi Keluarga Berancana menjadi Badan Koordinasi Kependudukan Berancana merupakan cara pandang baru dalam mensejahterakan masyarakat.

“Selama ini cara pandang terhadap BKKBN sebelumnya itu, hanya dua anak saja, maka sejak saya masih bupati MBD stiker BKKBN dua anak saya suru lepas,”ungkapnya.

Hal tersebut kata Wagub, khusus di Maluku slogan dua anak tidak pas, sebab indikator pembangunan kesejahteraan rakyat dan kalau itu berada pada kawasan padat penduduk itu betul, tetapi jika itu berada pada kawasan jarang penduduknya itu tidak pas diberlakukan.

Tetapi khusus di Maluku khusus pada kawasan tertinggal kata Wagub, itu harus melakukan pendekatan infrastruktur perekonomian dan kesehatan. Dimana penduduk merupakan pasar dalam menentukan besar anggaran pembangunan infrastruktur, namun jika penduduknya sedikit akan berpengaruh dalam proses pembambangunan.

Oleh karena itu Wagub menyarankan sekaligus mengusulkan agar program dua anak dengan membatasi kelahiran di Maluku secara langsung sudah membatasi pembangunan tetapi program dua anak lebih cocok pada daerah yang padat penduduknya.

“Pak Sekretaris kalau di Maluku ini, orang miskin salah satu penyebabnya merupakan kemiskinan struktural, tidak ada waktu untuk rakyat bekerja, karena banyak program yang diatur pemerintah,”ujar Wagub.

Untuk itu Wagub miminta agar BKKBN lebih memperbanyak melakukan program pendampingan dari berbagai sektor kependudukan.

“Kan ada di Basis,.BKKBN Provinsi, kabupaten/kota mendampingi untuk membuat penguatan moral pada semua program yang ada,”usul Wagub.

Sebelumnya Sekretaris Utama BKKBN pusat Nofrijal mengatakan,
berdasarkan UU nomor 52 tahun 2009 penekanan pengendalian kelahiran sudah bergeser pada pembangunan pewarna dan itu tercantum dalam hukum dan undang-undang nomor 11 tahun 2009.

Menyikapi permintaa Wagub kata Nofrijal, bahwa apa yang disampaikan wagub merupakan hal yang terpenting dan itu sudah berjalan dalam program pendampingan.

“Program pendamping itu sudah jalan, karena kita punyah penyuluh, kader dan pada kegiatan khusus itu ada pendamping, namun itu belum jalan secara maksimal, meskipun kita juga ada kerja sama dengan pendamping desa,”
akuinya.

Dengan demikian akan direncanakan, pada balai-balai penyuluh yang ada di Maluku akan dijadikan sebagai pusat penumpangan kapasitas keluarga yang berkaitan dengan life skil, ketrampilan anak, ekonomi dan sebagainya.

Hal tersebut lanjut Nofrijal, kedepan diera RPJM tahun 2020 dan 2024 tekan BKKBN sudah pada penguatan orang tua hebat.

Oleh karena itu dalam waktu dekat seluruh balai penyuluh yang ada sudah akan lebih dimaksimalkan dalam program pendampingan.

Editor :Redaksi

About admin

Check Also

dr.Heni Pastikan 10-13 Juli RS Sumber Hidup Telah Terakreditasi

AMBON,N25NEWS.COM-Direktur Rumah Sakit Sumber Hidup dr.Heni Tipka memastikan tanggal 10-13 Juli 2019 Rumah Sakit Sumber …