Dekranasda Gandeng Hotel Di Maluku Berdayakan IKM

AMBON,N25NEWS.com-Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku,menggandeng semua hotel yang ada didaerah ini untuk bersama-sama memberdayakan Industri Kecil Menengah (IKM).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku,Elvis Pattiselano kepada awak media,usai rapat bersama GM Hotel dan PHRI (Perhimpunan Hotel Republik Indonesia),di Kantor Gubernur Maluku,kamis (12/12/2019).

Menurutnya, hotel-hotel yang berada di Maluku,harus menggunakan hasil kerajinan tangan lokal (Maluku),sebab selama ini Hotel-hotel di Maluku masih menggunakan hasil kerajinan dari luar (Jawa), padahal hasil kerajinan tangan lokal juga mempunyai nilai seni tinggi.

“Kita lihat seperti temapt tissue,yang kebanyakan di hotel-hotel di Maluku masih menggunakan temapt tissue dari jawa, sementara ada yang di produksi IKM kita juga bagus dan miliki nilai seni,”ungkap Pattiselano

Adapun,atas dasar itulah maka Ketua Dekranasda Provinsi Maluku Widya Murad Ismail menggagaskan pertemuan dengan seluruh GM Hotel dan PHRI guna berkolaborasi dengan Pemda, Dekranasda dan PHRI untuk bagaimana bersama-sama memberdayakan Industri Kecil di Maluku.

“Ibu Ketua Dekranasda juga sudah punya program dan pada rapat tadi kita telah sepakat dengan pihak hotel,maka setiap hotel harus menjual produk-produk Industri Kecil Menengah kita,”jelas Pattiselano.

Adapun,pihak GM Hotel sangat memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak Dekranasda dengan idea brilian terkait dengan memajukan produk-produk hasil kerajinan tangan lokal.

Diakuinya,memang belum ada aturan untuk mengikat,namun secara teknis pihaknya telah melakukan kesepakatan dan kemudian akan dilakukan MoU terkait dengan kerajinan lokal apa saja yang akan di siapkan hotel.

Pattiselano menandaskan lagi, dalam pertemuan antara Dekranasda,Pemda dan PHRI sama sekali yg tidak membahas tentang sangsi terkait dengan konsistennya hotel-hotel dalam melaksanakan program dari Dekranasda ini.

“Kita tidak membicarakan tentang sangsi, terapi, yang kita bicarakan adalah kontribusi bersama semua yang ada di Maluku untuk lebih baik,”tandas Pattiselano.

Sementara itu, implementasi dari program ini, Pattiselano mengatakan program tersebut telah berproses dan mudah-mudahan diawal tahun depan program ini beberapanya sudah bisa di tindaklanjuti.

Reporter : Aris Wuarbanaran

Editor : Redaksi

Check Also

Natal Dan Tahun Baru Usai,Harga Cabai Di Pasar Ambon Mulai Turun

AMBON,N25NEWS.com-Harga cabai pada pasar tradisional di Kota Ambon mulai turun secara bertahap,usai Natal dan Tahun …