Diduga Ada Pungli Di Jamaah Haji KKT

SAUMLAKI,N25NEWS.COM-Jamaah haji dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) sebanyak 10 orang yang diberangkatkan menuju Tanah Suci,dimana masing-masing jamaah setiap orang dipungut biaya sebesar Rp.500.000,oleh oknum pegawai Kemenag KKT.

Pungutan biaya oleh oknum Kemenag KKT ini menjadi perbincangan dan konsumsi publik di masyarakt,karena sebelumnya hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

Menurut sejumlah masyarakat yang dimintai keterangan,rata-rata mereka mengakui bahwa betul telah terjadi pemungutan oleh oknum pegawai Kemenag KKT yang diketahui adalah salah seorang pejabat di Kemenag.
S2mentara,itu adanya pengutan ini membuat masyarakat bertanya-tanya,mengapa harus dilakukan pengutan sementara semua kegiatan sudah diakomodir dalam bantuan dana yang langsung diberikan oleh Pemda KKT.

Modus penjabat Kemenag yang berinisial AK ini yakni secara terang-terangan melakukan pungutan secara liar di ruang kerjanya,dan langsung menghubungi salah satu Kepala Seksi di Kemenag via smartphonenya,orang dihubungi AK diketahui merupakan penyelenggara jemaah haji.

Adapun AK juga menjelaskan uang yang dipungut ini akan digunakan untuk acara walimatusafar yang juga akan digabungkan dengan acara pelepasan jamaah haji.

“Kita punya basudara muslim yang akan melakukan perjalanan jauh terlebih dahulu melakukan walimatusafar yang adalah semacam acara selamatan dan kalau bisa digabungkan dengan acara pelepasan biar biayanya tidak terlalu besar,tapi dimana sebagian besar jemaah ada yang tidak melakukan walimatusafar,”kata AK.

Untuk diketahui 10 jemaah haji tersebut ditawarkan untuk melakukan walimatusafar dengan biaya sebesar Rp.500.000,namun diberikan secara sukarela,dengan tidak ada unsur paksaan.

“Saya telah sampaikan,kalau ada yang mau memberikan dan kalaupun tidak,sebab ini bukan suatu keharusan,maka akhirnya hanya 9 orang jemaah haji saja yang mengumpulkan uang dengan jumlah keseluruhannya Rp.4.500.000,”ungkapnya.

Adapun pungutan ini membuat sejumlah jemaah haji KT mengeluh dan ironisnya lagi diduga para jemaah haji di panggil satu persatu,kemudian ditawarkan terkait pungutan dimaksud.

Kalaupun hal ini dinilai wajar maka tidak akan terjadi keluhan,mengingat mereka akan berangkat menunaikan ibadah haji,sehingga segala sesuatu yang dilakukan tidak bole ada unsur keluhan atau persungutan,karena ini mengemban tugas suci dan mulia ke tanah suci.

Editor :Aris Wuar

Check Also

Januaris Seralurin Siap Ditempatkan Di Seluruh Wilayah Republik Indonesia

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Kepala Bandara Mathilda Batlayeri Januaris Seralurin mengatakan,sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN),harus siap ditugaskan diseluruh wilayah …